Jokowi Berterima Kasih Saat Bertemu Suroto. Kisah Suroto Bagai Wujud Demokrasi Sesungguhnya

Suroto seorang peternak yang membentangkan poster “Pak Jokowi bantu peternak beli jagung dengan harga wajar” diajak bertemu Jokowi pada Rabu (15/09) kemarin. Ia bertemu Jokowi untuk menyampaikan lebih detail soal permasalahan harga pakan ternak di Blitar

Jokowi Berterima Kasih Saat Bertemu Suroto. Kisah Suroto Bagai Wujud Demokrasi Sesungguhnya
Presiden Joko Widodo bertemu peternak ayam asal Blitar, Suroto, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/9/2021)..(dok. Sekretariat Presiden)

Cahaya.co - Presiden Jokowi sempat berkunjung ke Kota Blitar, Selasa (7/9) lalu. Pada saat Presiden Jokowi melaksanakan kunjungan kerjanya di Blitar seorang Pria berusia 50 tahun yang bernama Suroto sempat diamankan pihak kepolisian.

Suroto yang berprofesi sebagai Peternak merupakan warga Desa Suruhwadang Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Walaupun seorang diri Suroto dengan berani membentangkan kertas karton yang bertuliskan “Pak Jokowi bantu peternak beli jagung dengan harga wajar”

Atas aksinya itu membuat polisi bertindak untuk mencari tahu lebih detail maksud dari poster tersebut. Suroto langsung diamankan pihak kepolisian walaupun hanya berlangsung 1,5 jam. Dalam pengamanannya Suroto dibawa ke kantor polisi untuk dimintai kartu identitasnya. Suroto juga sempat didokumentasikan lalu dipulangkan oleh pihak kepolisian.

Walaupun Suroto sempat diamankan, tidak disangka-sangka aksinya itu menjadi titik terang bagi para peternak di Blitar.

Kemarin pada Rabu (15/9) mereka telah tiba di Jakarta atas undangan yang dikirim melalui aplikasi pesan oleh staf Protokol Kepresidenan pada Selasa (14/9) siang. Pada pesan itu disampaikan bahwa Presiden mengundang para perwakilan asosiasi peternak unggas dan pengusaha pakan ternak yang berjumlah 8 orang. Dari 8 orang yang diundang oleh staf Protokol Kepresidenan terdapat 3 perwakilan dari Blitar.

Suroto diundang ke Istana Kepresidenan bersama 2 teman seprofesinya. Yaitu Sukarman yang merupakan Ketua Koperasi Peternak Ayam Putra Blitar dan Rofi Yasifun sebagai ketua Asosiasi Peternak Rakyat Blitar.

Sementara itu Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman menjelaskan dengan diundangnya para peternak oleh Presiden menegaskan bahwa kritik merupakan jantung demokrasi. Yang sesuai dengan pasal 28 UUD 1945. Dengan kritik yang disampaikan dapat memperbaiki dan meningkatkan kemajuan demokrasi dan kebijakan pemerintah.

Dengan diundangnya para perwakilan peternak diharapkan dapat membawa kabar baik bagi para peternak lainnya. Yaitu solusi yang tepat terkait masalah harga pakan yang semakin tinggi serta anjloknya harga jual telur. 

Dalam pertemuan tersebut Suroto mengatakan, Jokowi justru berterima kasih atas aksinya membentangkan poster.

Sebab, sebelumnya Jokowi tak mengetahui kondisi peternak yang ada di lapangan.

"Kalau ndak ada kamu yang membentangkan poster, saya ndak akan tahu kondisi di bawah karena laporan anak buahnya ndak sampai ke atas," kata Suroto, meniru percakapan Jokowi kepadanya.

Suroto pun bersyukur, melalui pertemuan itu, Jokowi telah memberikan sejumlah solusi.

Presiden akhirnya menginstruksikan Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian segera menyubsidi harga jagung bagi peternak di Blitar, Klaten, dan Lampung.

Kementerian Pertanian juga diminta untuk mendekatkan pasokan jagung ke sentra-sentra peternakan yang membutuhkan. Jokowi juga memerintahkan pembuatan regulasi untuk melindungi para peternak.

"Akhirnya Pak Jokowi berjanji untuk memenuhi itu, jadi saya sangat berterima kasih," kata Suroto.