Sebut Karena Darmizal dan Nazaruddin, Razman Mundur Dari Kubu Moeldoko

Ketua Advokasi dan Hukum Razman Arif mundur dari partai Demokrat, Ini alasannya

Sebut Karena Darmizal dan Nazaruddin, Razman Mundur Dari Kubu Moeldoko
Gambar dilansir dari : rakyatntt.com

Cahaya.co - Razman Arif Nasution sudah memutuskan untuk mundur dari kepengurusan Partai Demokrat, kubu Moeldoko. Mendapatkan dua jabatan sebagai Ketua Advokasi dan Hukum DPP Demokrat dan juga Koordinator Hukum Pembela Partai Demokrat KLB 2021, dirinya memilih untuk meninggalkan itu semua.

Memang berat untuk mundur dari partai yang besar dan tentu saja sedang memanas ini. Alasan keluar pun menjadi hal yang perlu dipertanyakan.

Salah satunya ada tak nyaman dengan kehadian sosok Darmizal dan Muhammad Nazaruddin. Kedua sosok baru ini menjadi loyalis untuk Moeldoko. Padahal Razman tidak sejalan dengan kedua pihak tersebut.

Dirinya mengaku bahwa telah memiliki sepak terjang dalam dunia politik serta hukum. Seperti menjadi ketua salah satu DPP partai, dan juga paham hukum dan politik. Sehingga membuat dirinya ingin memilih lebih bebas.

Setidaknya Razman tak ingin mendapatkan intervensi dari pihak manapun.

“Apalagi dia tak mengerti hukum karena itu saja merasa sangat tak sejalan dengan saudara Darmizal dan Nazarudin,” ungkap Razman.

Jika memang sudah tak cocok maka cukup sulit untuk disatukan. Maka memilih untuk mundur mungkin adalah pilihan yang tepat. Tapi tentu saja tak hanya masalah kecocokan yang menjadi alasan untuk mundur dari Demokrat.

Menurut Razman, sosok Nazarudin bisa menjadi beban untuk kepengurusan Demokrat di kubu Moeldoko. Dengan begitu maka dirinya tak mau untuk satu partai dengan mereka berdua.

“Menurut saya keberadaan Nazaruddin adalah beban untuk partai Demokrat hasil KLB,” tambahnya

Secara detailnya Razman tak mau menjelaskan lebih lanjut. Dirinya hanya mengaris besarkan tentang ketidak nyamanan terseebut.

Dirinya menambahkan bahwa banyak hal hukum yang tak perlu dicampuri oleh Nazarudin, dan aka nada beberapa perdebatan. Sudah ada saksi dan akan Nazarudin resisten saat berada di Partai Demokrat, lengkapnya.

Gambar dilansir dari : suara.com

Ketidaknyamanan ini sudah diungkapkan pada pimpinan partai, namun malah diabaikan. Sehingga aksi mundur ini menjadi semakin tegas dia lakukan.

Memang ya pak, kalau sudah tidak nyaman akan susah untuk berjalan kedepan. Nantinya malah bisa jadi masalah jika terus dilanjutkan. Namun tentu saja ada indikasi masalah tentang aksi mundurnya dari kubu Moeldoko.

Menurutnya sebagai penegak hukum, jika sudah ada pemberitahuan dan diabaikan tak ada alasan lagi untuk tetap bertahan di dalamnya. Razman memilih untuk menggunakan cara sendiri dan mencari kenyamanan menurutnya.

Partai yang cukup memanas dalam beberapa waktu ini memang masih saja banyak konflik yang terjadi. Maka tak heran lagi jika dari anggotanya memiliki ketidakcocokan. Maka inilah politik yang terus saja berjalan sesuai dengan caranya masing-masing.