Rusia Akan Segera Memperkenalkan Pesawat Tempur Terbarunya

Miliki pesawat tempur baru, Rusia akan pamerkan Kepada seluruh dunia

Rusia Akan Segera Memperkenalkan Pesawat Tempur Terbarunya
Gambar dilansir dari : (AP Photo/Ivan Novikov-Dvinsky)

Cahaya.co - Perusahaan pencipta pesawat Rusia, yaitu Rostec menjelaskan bahwa mereka akan menghadirkan calon jet tempur baru di pameran udara Moskow yang dibuka pada Selasa (20/7) besok. Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengunjungi pembukaan acara tersebut.

Rostec berkata bahwa pesawat militer tersebut adalah hasil produksi baru.

Rostec mengunggah sebuah foto pesawat baru yang masih dilapisi terpal dengan tulisan “ingin melihat saya terbuka?”.

Bukan hanya sekedar mengunggah foto, Rostec juga mengunggah sebuah video singkat yang menampilkan pembeli asing yang bersemangat dan bayangan samar jet di atas air. Kerumunan orang langsung berlari ke tempat International Aviation and Space Salon MAKS-2021 untuk mengambil foto pesawat baru.

Rostec mengatakan bahwa rusia menjadi salah satu negara dengan kapasitas siklus penuh untuk memproduksi sistem pesawat canggih, serta pembuat tren yang telah diakui dalam pembuatan pesawat tempur.

Berdasarkan informasi dari laporan media Rusia, Pesawat baru tersebut dibuat oleh pencipta Sukhoi dalam program pengembangan pesawat tempur taktis ringan.

Tidak seperti pesawat tempur siluman dua mesin Su-57 terbaru Rusia, pesawat baru ini ukurannya lebih kecil dan hanya memiliki satu mesin. Nama pesawat tempur ini juga tidak diketahui dan tidak ada informasi tentang kemampuan serta prospek daya jelajahnya.

Pesawat tempur Su-57 telah diciptakan untuk bersaing dengan pesawat tempur siluman F-22 Raptor Amerika Serikat (AS). Namun, armada tersebut tak seperti pesawat AS yang telah beroperasi sejak 2005, produksi serialnya baru dimulai dan mesin baru dimaksudkan untuk memberikan kemampuan terbang dengan kecepatan supersonik masih dalam pengembangan.

Pesawat tempur Rusia yang baru, dimaksudkan untuk bersaing dengan pesawat tempur F-35 Lightning II AS, yang mulai beroperasi pada 2015. Pada akhirnya, Rusia pun berharap menawarkan pesawat baru tersebut kepada pembeli asing.

Sebagai informasi tambahan, Kremlin telah menjadikan modernisasi angkatan bersenjata Rusia sebagai prioritas utama ditengah ketegangan pahit dalam hubungan dengan Barat.

Dengan adanya kondisi tersebut membuat Rusia mengalami posisi terendah pasca-Perang Dingin setelah pencaplokan Semenanjung Krimea Ukraina pada 2014 oleh Rusia, tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan, serta serangan peretasan.