Rupiah Menguat Halus Ke Rp.14.256 Di Awal Tahun 2022

Di Awal Tahun 2022, nilai tukar rupiah Rupiah menguat ke RP. 14.256. Berikut Informasi Selengkapnya!

Rupiah Menguat Halus Ke Rp.14.256 Di Awal Tahun 2022
Mata uang rupiah dan dolar Amerika. Gambar : Beritasatu Photo/Mohammad Defrizal

Cahaya.co - Kabar baik di awal tahun 2022 untuk Indonesia, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.256 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Senin (3/1). Mata uang Garuda menguat 6 poin atau 0,05 persen dari perdagangan sebelumnya, yakni Rp14.262 per dolar AS. 

Penguatan ini sejalan dengan pembukaan Bursa Efek Indonesia tahun 2022 oleh Presiden Joko Widodo. Presiden melakukan penekanan layar sentuh sebagai tanda pembukaan perdagangan BEI tahun 2022 pada pukul 08.57 WIB.

Dari dalam negeri, pasar optimis UU Cipta Kerja akan segera direvisi. Pemerintah akan mempercepat revisi UU Cipta Kerja yang diminta oleh Mahkamah Konstitusi. Revisi undang-undang ini akan dilakukan selama dua tahun ke depan. Dan proyek revisi UU Cipta Kerja ini bakal masuk ke dalam program prioritas legislasi nasional prioritas tahun 2022.

Ada dua undang-undang yang bakal direvisi. Dua undang-undang yang akan direvisi adalah UU no 12 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dan UU no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Prosesnya, revisi akan dilakukan untuk UU 12 terlebih dahulu, baru setelah itu UU Cipta Kerja direvisi. Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.240 - Rp14.290 per dolar AS.

Mata uang asia terlihat bergerak bervariasi pagi ini. Terpantau, Baht Thailand menguat 0,03 persen, won Korea Selatan menguat 0,15 persen, ringgit Malaysia melemah 0,15 persen, dan dolar Singapura menguat 0,01 persen.

Lalu, peso Filipina menguat 0,02 persen, yen Jepang minus 0,15 persen, yuan China menguat 0,27 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,02 persen.

Sebaliknya, mayoritas mata uang di negara maju justru melemah. Tercatat, dolar Kanada melemah 0,09 persen, dan poundsterling Inggris melemah 0,04 persen. franc Swiss melemah 0,04 persen, dan euro Eropa melemah 0,08 persen. Sementara, dolar Australia yang menguat 0,14 persen.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra memperkirakan rupiah berpotensi melemah hari ini. Kekhawatiran pasar terhadap pasar keuangan meningkat seiring dengan kenaikan kasus covid-19 di global menjadi salah satu penyebabnya.

“Pada awal tahun ini berita soal kenaikan kasus covid-19 bisa menjadi kekhawatiran pelaku pasar," mengutip pembicaraan Ariston dari CNNIndonesia.com.

Selain itu, antisipasi pasar terhadap kebijakan kenaikan suku bunga acuan The Fed pada tahun ini juga turut membebani rupiah.

"The Fed bahkan diekspektasikan menaikkan suku bunga mulai Maret 2022, dari sebelumnya pada pertengahan tahun ini," tutur Ariston.

Dari dalam negeri, pasar akan mengantisipasi data inflasi periode 2021 yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini. Jika hasilnya lebih stabil, maka akan menjadi sentimen positif untuk rupiah.

"Kisaran pergerakan rupiah hari ini Rp14.230 per dolar AS-Rp14.280 per dolar AS," pungkas Ariston.