Resmi dilarang ! Pemerintah ingatkan Masyarakat Agar Menunda Mudik Ke Kampung Halaman

Terkait dengan keputusan pelarangan mudik, Pemerintah mengingatkan agar masyarakat menunda mudik untuk kepentingan bersama

Resmi dilarang ! Pemerintah ingatkan Masyarakat Agar Menunda Mudik Ke Kampung Halaman
Gambar dilansir dari : ANTARA FOTO/Fauzan

Cahaya.co - Pemerintah menyarankan, untuk sementara masyarakat tidak mudik ke kampung halamannya masing-masing.

Hal ini terkait dengan pelarang Mudik 2021 yang yang telah diumumkan oleh Muhadjir Effendy (Menko PMK)

Seperti dilansir Tempo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy telah mengumumkan larangan mudik dalam konferensi pers pada Jumat, 26 Maret 2021. Pemerintah DKI Jakarta tengah menggodok aturan sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut.

Pemerintah melalui Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PKM) Muhajir Effendi melarang semua kalangan baik ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta, maupun pekerja mandiri dan juga seluruh masyarakat untuk mudik Lebaran, mulai 6 - 17 Mei 2021.

Pelarangan ini untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus penularan Covid-19 setelah mudik berlangsung

Juru bicara untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, hal ini diperlukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia.

"Mohon bijak dalam kaitan merencanakan apabila nantinya akan mudik. Kami menyarankan hati-hati, sebisa-bisanya (mudik) ditunda sampai kondisi ini menjadi jauh lebih baik," kata Yuri dalam konferesi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Pemerintah mengadakan larangan mudik lebaran dikarenakan kondisi-kondisi pada aktivitas mudik yang berpotensi menjadi arena penularan virus corona.

Misalnya, jika menggunakan transportasi umum/pribadi, maka rentan terjadi penularan virus di antara sesama anggota keluarga. Sangat di khawatirkan apabila harus pergi ke kampung dengan keluarga yang cukup banyak, di dalam satu mobil yang berdesak-desakan, di dalam satu alat angkut yang berdesak-desakan. Ini memberikan risiko yang berlipat ganda.

Gambar dilansir dari : ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

Hal yang paling ditakutkan apabila ada orang yang sebenarnya telah tertular virus corona, namun ia tidak menunjukkan gejala klinis yang signifikan.

Orang yang seperti itu justru sangat berpotensi menularkan virus ke orang lain yang memiliki tingkat imun tubuh lebih rendah.

Oleh sebab itu, dalam kasus ini, dibutuhkan kewaspadaan dari semua orang agar tidak terjangkit virus tersebut.  Dengan larangan ini pemerintah berharap warga Ibu Kota memahami maksud pemerintah melarang mudi lebaran 2021.

Referensi : https://metro.tempo.co/read/1447330/pemerintah-larang-mudik-lebaran-abdurrahman-suhaimi-bukan-untuk-mempersulit