Pertandingan Persipura vs Persita Diwarnai Kontroversi

Pertandingan Persipura melawan persita diwarnai berbagai kontroversi, ini dia kontroversinya

Pertandingan Persipura vs Persita Diwarnai Kontroversi
Gambar : sport.detik

Cahaya.co - Pertandingan Liga 1 2021 yang mempertandingkan dua tim besar yaitu Persipura vs Persita penuh kontroversi yang disebabkan oleh keputusan wasit Faqi Hitaba.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor pada Sabtu (28/08/2021) malam ini dimenangkan oleh Persita dengan skor 2-1. 

Kedua gol untuk Persita masing-masing dicetak oleh Harrison Cardoso di menit ke-15 dan Irsyad Maulana di menit ke-22 pada titik pinalti.

Sementara itu, di pihak lawan yaitu Persipura hanya mampu mencetak satu gol melalui Ramai Rumakiek di menit ke-16.

Akan tetapi, pertandingan inipun menjadi sorotan lantaran dua keputusan kontroversial yang dilakukan oleh wasit Fariq Hitaba.

Kejadian kontroversi pertama yaitu terjadi ketika sang wasit tak mengesahkan gol yang dicetak oleh penyerang asal Persita yaitu Ahmad Nur Hardianto pada menit ke-20 setelah menyambar bola muntah hasil tembakan keras Irsyad Maulana yang diblok kiper Persipura Garry Mandagi.

Wasit Fariq memutuskan bahwa hal tersebut tidak gol karena hakim garis telah mengangkat bendera yang tandanya Nur Hardianto berada dalam posisi offside.

Akan tetapi, keputusan tersebut dinilai keliru karena Nur Hardianto dalam posisi onside saat Irsyad Maulana melepaskan tembakan ke gawang Persipura pada tayangan ulang yang ditayangkan.

Posisi Nur Hadianto masih berada dua langkah di belakang pemain terakhir tim Persipura ketika Irsyad Maulana menendang.

Tak hanya itu, kontroversi pun masih berlanjut. Sang wasit Fariq Hitaba tidak mengesahkan gol yang dicetak oleh pemain Persipura yakni Yevhen Bokhashvili setelah memanfaatkan kesalahan kiper Persita Try Hamdani dalam melakukan tendangan.

Wasit Fariq pun menganggap bahwa kejadian tersebut tidak gol lantaran Yevhen telah melakukan pelanggaran karena ia mengganggu kiper yang akan melakukan tendangan.

Kemungkinan, wasit Fariq mengambil keputusan tersebut berdasarkan acuan dari Laws of The Game Pasal 12.2 tentang Tendangan Bebas Tidak Langsung.

Pada pasal tersebut dijelaskan bahwa wasit dapat menyatakan pelanggaran terhadap pemain yang berusaha mencegah kiper lawan saat akan melakukan lemparan dan menendang bola.

Pelanggaran tersebut dapat terjadi apabila ada seorang pemain yang berusaha menendang bola ketika kiper lawan sedang dalam proses melepas bola untuk menendang.

Dalam pasal tersebut juga dijelaskan bagaimana seorang pemain dinilai melakukan pelanggaran apabila bergerak ke arah lawan untuk menghambat atau mengganggu lawan meski tanpa melakukan kontak.

Berdasarkan pasal tersebut, maka wasit Fariq menganggap bahwa Yevhen telah melakukan pelanggaran karena bergerak ke arah Try Hamdani untuk mengganggu meski tidak melakukan kontak langsung.