Perkembangan Kasus Covid-19: 24 Guru dan Siswa di Bogor Positif Corona hingga Kalteng Waspadai Varian Baru Covid-19

Waspada Varian baru Covid-19, 24 Guru dan Siswa di Bogor positif corona. Varian baru Covid-19 ditemukan di Kalimantan Tengah

Perkembangan Kasus Covid-19: 24 Guru dan Siswa di Bogor Positif Corona hingga Kalteng Waspadai Varian Baru Covid-19
RSPI Sulianti Saroso. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Cahaya.co - Kasus positif corona Covid-19 mengalami peningkatan yang signifikan di beberapa negara. Peningkatan terbesar terjadi di Eropa dengan kasus kematian naik 10 persen dan persentase kasus 7 persen.

Sementara untuk Indonesia, Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan bahwa saat ini Indonesia masih relatif terkendali. Namun masyarakat harus tetap waspada.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, berikut beberapa perkembangan informasi mengenai kasus virus corona di Indonesia:

Kalteng Waspada Varian AY.4.2

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto meminta pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk mewaspadai varian baru Covid-19 AY.4.2. Himbauan tersebut, melihat perkembangan varian AY.4.2 yang sudah mulai terdeteksi di Malaysia sejak 2 Oktober lalu.

"Varian AY.4.2 sudah mulai masuk ke Malaysia. Ini yang kita harus antisipasi. Negara-negara di Eropa, kasus Covid-19 mulai naik," kata Suharyanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/11).

Guru-Siswa Positif Covid di Bogor

Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan bahwa terdapat 24 guru dan siswa SD Negeri Sukadamai 2 yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah berjalannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Bima juga menjelaskan bahwa mereka yang positif berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Seluruh guru dan siswa kini menjalani isolasi mandiri dan dalam pemantauan Pemerintah Kota Bogor dan Satgas Covid-19 Kota Bogor. Sementara kegiatan PTM di Kota bogor dihentikan selama 10 hari dan pemerintah pun melakukan tracing atau penelusuran kepada orang-orang yang melakukan kontak erat dengan 24 guru dan siswa yang positif.

“Jadi karena ini berbeda, semoga bukan indikasi gelombang ketiga, mudah-mudahan ini indikasi herd immunity. Jadi virusnya semakin melemah, positif tetapi tidak ada gejala," ujar Bima.

Booster Vaksin Nusantara

Selain mendatangkan banyak dosis ke tanah air untuk mempercepat dan memperluas vaksinasi nasional pemerintah pun terus mengkaji Vaksin Nusantara. Vaksin Nusantara saat ini masih dikaji oleh Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dalam rangka pertimbangan menjadi vaksin ketiga atau booster vaksin Covid-19.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan ITAGI dan Kemenkes belum memutuskan merek vaksin Covid-19 yang akan digunakan sebagai booster. Uji coba pun masih terus berjalan.

"Untuk booster, belum ada petunjuk teknisnya. Termasuk untuk vaksin Nusantara, jadi kita tunggu saja kajian ITAGI. Kami juga masih menunggu rekomendasi dari WHO," ujar Nadia.