PERATURAN PEMERINTAH TENTANG LARANGAN MUDIK 2021

Terkait mudik, Berikut peraturan pemerintah tentang larangan mudik 2021

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG LARANGAN MUDIK 2021
Gambar dilansir dari : Liputan6

Cahaya.co - Pemerintah telah membuat aturan yang memperketat perjalanan mudik pada musim Lebaran 2021.

Aturan ini dibuat karena temuan dari satgas Covid-19 yang melihat masih banyak masyarakat yang mudik duluan sebelum larangan mudik diberlakukan 6-17 Mei 2021 nanti.

Akibat adanya kebijakan ini, para pelaku perjalanan yang naik mobil pribadi tidak boleh sembarangan lagi. Ada beberapa syarat yang harus mereka penuhi sebelum melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

Dari situs resminya, aturan pengetatan perjalanan tertuang dalam Addendum SE Satgas Nomor 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran COVID-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H.

Aturan ini akan diberlakukan pada 22 April-24 Mei 2021. Dalam aturan tersebut dijelaskan beberapa hal mengenai kewajiban pelaku perjalanan baik yang menggunakan transportasi umum, ataupun kendaraan pribadi.

Pemerintah juga mengatur kewajiban Surat Izin Keluar Masuk atau SIKM bagi kelompok yang diperbolehkan melakukan perjalanan tersebut. Pada aturan larangan mudik Lebaran 2021 yakni Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik, setiap perjalanan nonmudik selama Hari Raya Idul Fitri 1442 H wajib membawa SIKM.

SIKM wajib dicetak dan dibawa selama perjalanan. Adapun SKIM ini wajib ditandatangani oleh: Pejabat setingkat eselon II, khusus bagi pegawai pemerintahan/ASN, BUMN, BUMD, TNI dan Polri Pemimpin perusahan, khusus bagi pegawai swasta Kepala desa atau lurah, khusus bagi masyarakat umum 

Saat melakukan perjalanan nonmudik, masyarakat wajib memiliki SKIM yang dicetak, disertai identitas pelaku perjalanan. Bagi kelompok masyarakat umum, SIKM ini diterbitkan oleh masing-masing daerah sesuai dengan domisili pemohon. Artinya, SIKM bisa diterbitkan mulai dari tingkat kantor desa atau kelurahan.

Berikut ketentuan SIKM sesuai aturan larangan mudik 2021. Surat izin perjalanan atau SIKM ini berlaku untuk individual. SIKM berlaku bagi usia 17 tahun ke atas. Surat izin perjalanan/SIKM ini berlaku hanya untuk sekali perjalanan pergi-pulang lintas daerah/provinsi/negara.

Khusus untuk mobil pribadi yang ingin melakukan perjalanan, aturan yang dibuat oleh pemerintah adalah pelaku perjalanan wajib dilengkapi beberapa dokumen.

Dokumen tersebut beberapa diantaranya ialah bawa hasil tes PCR atau rapid antigen Covid-19. Dokumen-dokumen ini akan diperiksa oleh pihak berwenang dalam checkpoint-checkpoint pengecekan.

Hasil PCR atau rapid antigen yang diberikan minimal diambil 1x24 jam sebelum keberangkatan. Untuk Anda yang lupa membawa dokumen tersebut,

jangan khawatir. Pemerintah masih memberikan alternatif untuk pengecekan Covid-19. Anda bisa melakukan tes GeNose Covid-19 di rest area sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan kembali.

Tetapi untuk beberapa hal, aturan pengetatan perjalanan ini akan diberikan pengecualian.

Pengecualian akan diberikan pada beberapa pihak yang sudah diatur oleh pihak berwenang.

Pihak-pihak yang mendapat pengecualian tersebut ialah bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 (dua) orang.