Pemerintah Resmi Merubah Tanggal Merah Cuti Bersama Dan Libur Nasional 2021

Cuti bersama dan Libur Nasional 2020 resmi dirubah Pemerintah

Pemerintah Resmi Merubah Tanggal Merah Cuti Bersama Dan Libur Nasional 2021
Gambar dilansir dari : Ekonomi.bisnis

Cahaya.co - Pemerintah secara resmi merevisi hari libur dan cuti bersama tahun 2021. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan kasus COVID-19 yang semakin lama semakin meningkat.

Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan bahwa pemerintah memutuskan mengubah dua hari libur nasional dan meniadakan satu hari libur cuti Bersama.

Berikut poin keputusannya:

  1. Libur tahun baru Islam 1443 Hijriah yang awalnya jatuh pada hari Selasa 10 Agustus 2021 diubah menjadi Hari Rabu 11 Agustus 2021.
  2. Libur Maulid Nabi Muhammad SAW yang awalnya jatuh pada tanggal 19 Oktober 2021 diubah menjadi Rabu tanggal 20 Oktober 2021
  3. Libur cuti bersama Hari Natal 2021 pada tanggal 24 Desember 2021 ditiadakan.

Namun  untuk libur Hari Raya Idul Adha pada 20 Juli 2021 tetap ada.

Untuk diketahui, kasus harian Corona kembali melonjak. Pada hari ini sabtu 19 juni 2021, kasus baru bertambah 12.906 orang.

Sedangkan pasien sembuh dari Corona bertambah 7.016 orang, dan pasien Corona meninggal dunia bertambah 248 orang.

Total kasus Corona yang ditemukan di Indonesia hingga hari ini sudah mencapai 1.976.172 kasus. Sementara total pasien sembuh dari Corona mencapai 1.786.143 orang. Kemudian total pasien COVID-19 yang telah meninggal dunia berjumlah 54.291 orang.

Penghapusan cuti Bersama dan hari libur nasional ini dilakukan untuk menghindari adanya akhir pekan panjang yang berpotensi menimbulkan pergerakan masyarakat dan berisiko meningkatkan penularan virus.

Menko PMK menyatakan bahwa Pemerintah perlu mengubah hari libur nasional dan menghapus Cuti Bersama Hari Natal 2021 untuk menghindari long weekend yang berpotensi mendorong penumpukan masyarakat pada waktu tertentu sehingga meningkatkan penyebaran Covid-19.

Kemudian ia juga menegaskan, perubahan hari libur yang ditetapkan pada perayaan-perayaan keagamaan ini diambil untuk perayaan yang tidak disertai dengan ritual ibadah.

Terakhir, Ia juga menambahkan bahwa yang perlu diperhatikan yaitu penetapan hari libur keagamaan yang diubah adalah yang tidak ada ritual ibadahnya.