Pelatih Pbsi Hendry Saputra Tak Lagi Melatih Tunggal Putra

Pelatih bulutangkis di sektor tunggal putra berhenti melatih, Kontrak habis jadi persoalan. Benarkah pemerintah tak memperpanjang ?

Pelatih Pbsi Hendry Saputra Tak Lagi Melatih Tunggal Putra
Pelatih tunggal putra PBSI Hendry Saputra (Dok PBSI)

Cahaya.co - Hendry Saputra tidak lagi menjadi pelatih tunggal putra pelatnas PBSI Cipayung karena kontrak habis dan tak berniat memperpanjang.

Sosok yang selama ini terlihat bersama Jonatan Christie atau Anthony Sinisuka Ginting tersebut sudah menuntaskan masa kontrak hingga akhir 2021.

"Misal kita kontrak sebuah rumah. Ketika kontrak itu sudah habis, tentu ada opsi kita kontrak lagi, kita enggak mau kontrak lagi. Atau sebaliknya, yang punya rumah tidak mau mengontrakkan rumahnya lagi," kata Hendry mengibaratkan.

"Kalau saya di sana dengan pencapaian Asian Games, Olimpiade, Thomas Cup, alhamdulillah cukup bagi saya. Yang penting saya sudah bawa, ada pemain Indonesia berhasil di ajang internasional, untuk ukuran saya," sambungnya.

Selama menjabat sebagai pelatih tunggal putra, Hendry biasanya mendapatkan perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun. Namun, sampai saat ini, tak ada tawaran lagi dari PBSI. Padahal, sejak Desember 2021 kontraknya sudah habis.

Kabar ini sontak membuat para pecinta bulu tangkis tanah air terkejut. Sebab, pelatih berusia 40 tahun itu punya andil besar mengorbitkan para pemain muda, dan membawa Indonesia mencatatkan beberapa prestasi mentereng di nomor tunggal putra.

Coach Hendry mampu membuat nama Jonathan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting menjadi harum dan andalan Indonesia pada nomor tunggal putra di pelbagai ajang. Hal itu tak lepas dari peran Hendry yang dengan ulet mampu membuat para pemain tampil matang.

Jonathan Christie juga mampu meraih gelar bergengsi, salah satunya adalah emas di Asian Games 2018. Ia juga mampu mengantarkan Ginting meraih beberapa gelar BWF super series hingga perunggu di Olimpiade 2020 Tokyo.

Hendry mempersilakan tempat yang ia tinggalkan diisi orang lain dengan kemampuan baik demi peningkatan prestasi tunggal putra Indonesia.

"Saya tidak perpanjang kontrak. Dengan pencapaian, saya rasa sudah maksimal. Mungkin yang lain ada yang bisa maju, jadi lebih elok. Kalau saya paksakan, saya berasa. Dengan kemampuan kondisi saya, saya rasa sudah maksimal. Saya mesti jiwa besar," terang Hendry.

Tercatat enam tahun Hendry menempati posisi kepala pelatih tunggal putra, setelah sempat menjadi pelatih klub PB Tangkas.

Hingga saat ini PBSI belum mengeluarkan rilis resmi mengenai susunan tim pelatnas untuk 2022.