Pakai Penerjemah Di Ajang Internasional, Miss Eco Indonesia Di Bully Netizen

Usai gunakan bantuan translator dalam ajang Miss Eco International 2021, Intan Wisni Permatasari akui pernah trauma

Pakai Penerjemah Di Ajang Internasional, Miss Eco Indonesia Di Bully Netizen
Gambar dilansir dari : limapagi.com

Cahaya.co - Intan Wisni Permatasari, Miss Eco Indonesia 2020 menjadi perbincangan publik usai tampil di malam final ajang kecantikan Miss Eco International 2021. Intan berhasil masuk dalam 10 besar dan masuk kategori Best Eco Video.

Beredar video saat malam final, Intan terlihat gugup saat menjawab pertanyaan dari salah satu juri. Intan yang memakai gaun putih didampingi oleh seorang penerjemah bahasa Inggris yang menggunakan masker.

Intan “dibully” lantaran penampilannya di ajang internasional itu menggunakan jasa translator untuk menjawab juri.

Tak cuma itu, Intan juga dinilai tidak menjawab pertanyaan dengan baik dan tidak terkesan tidak menguasai topik.

Ternyata ada alasan tersendiri kenapa Intan menggunakan translator. Diunggah oleh laman Lambe Turah pada Rabu, 7 April 2021 Intan meminta menggunakan penerjemah bahasa asing karena menjawab pertanyaan juri dalam bahasa Indonesia. Dia mendapatkan pertanyaan dari juri tentang imigrasi ilegal. Saat memberi jawaban atas pertanyaan tersebut, Intan tampak gugup saat berbicara.

“Imigrasi ilegal adalah di mana suatu negara dan imigrasi yang disetujui dan diperbolehkan oleh negara tersebut, dan memiliki suatu persetujuan like perjanjian sesuatu untuk negara tersebut dan menghasilkan sesuatu untuk kelegalitasan tersebut termasuk dampak PS...PBB, sorry. Thank you," begitu Intan menjawab pertanyaan juri Miss Eco International 2021.

Alasan Intan menggunakan translator adalah karena dirinya tak ingin terbata-bata menjawab pertanyaan juri.

"Kenapa aku pakai translator, karena aku nggak mau terbata-bata tapi ternyata aku benar-benar shock pertanyaanya itu soal politik. Pertanyaan Miss Eco itu sebatas wanita dan lingkungan. Aku hanya belajar sebatas itu saja. Aku tidak menyangka tentang imigrasi. Aku mohon maaf, sangat-sangat minta maaf. Aku hanya bisa sampai sini," ujarnya.

Gambar dilansir: Instagram/ maklambeturah

Intan yang hingga saat ini masih ada di Mesir juga menceritakan trauma yang ia alami jika harus berbicara dengan bahasa Inggris di depan publik, ia membagikan ceritanya melalui Instagram stories pribadinya @Intanwisni89

"Aku ada trauma ngomong bahasa Inggris depan publik. Aku pernah dibully karena itu. Dan memang dulu sampai se-stres itu," kata Intan.

Itu mengapa dirinya berusaha men-challenge dirinya sendiri. "Tapi aku pengen maju dan men-challenge diri aku maju sampai ke ajang internasional ini. Itu kenapa aku mau ikut ajang ini karena aku ingin lebih baik."

Meski begitu ia masih traumatik terkait pengalamannya. Ia minta maklum. "Karena itu aku minta maklumnya, sekali lagi selamat untuk indonesia sudah masuk 10 besar," ujarnya.

Intan juga mengaku kaget dengan pertanyaan yang diberikan juri. Hal itu membuat Intan menjadi lebih gugup di atas panggung.

Semoga netizen kita bisa memahami ya, dan jangan dibully lagi !