Omicron Meluas, China Lockdown Lagi

Pemerintah China kembali melakukan penerapan lockdown pada sebagian wilayahnya. Hal ini disebabkan varian omicron yang semakin meluas

Omicron Meluas, China Lockdown Lagi
Ilustrasi Lockdown yang diberlakukan kembali oleh pemerintah China. Gambar : APNews

Cahaya.co - Pihak berwenang di China telah menutup dan menghentikan kegiatan – atau dikenal sebagai kebijakan lockdown – di kota Anyang karena pandemi COVID-19, menjadikan jumlah orang yang terdampak lockdown di China menjadi 20 juta orang.

Kebijakan lockdown terhadap kota Anyang, yang berpenduduk 5,5 juta jiwa, diumumkan pada Senin (10/1) malam setelah munculnya dua kasus varian Omicron. Warga tidak diperbolehkan keluar rumah dan seluruh toko diperintahkan tutup, kecuali yang menjual kebutuhan pokok.

Kebijakan lockdown sebelumnya juga telah diberlakukan di kota Xi'an, yang berpenduduk 13 juta jiwa, sejak tiga minggu lalu. Sementara kebijakan serupa di Yuzhou yang berpenduduk 1,1 juta jiwa diberlakukan satu minggu yang lalu.

Belum jelas berapa lama kebijakan lockdown di Anyang, tes COVID-19 massal diberlakukan sebagai prosedur standar pemerintah China untuk mengidentifikasi dan mengisolasi warga yang terjangkit oleh virus corona secepat mungkin.

Lockdown kali ini adalah yang terluas yang pernah diberlakukan oleh pemerintah China setelah penutupan kota Wuhan dan sebagian provinsi Hubei pada awal 2020 di masa awal pandemi. Sejak saat itu pendekatan yang dilakukan pihak berwenang lebih menarget wilayah yang lebih kecil.

Menjelang Olimpiade Musim Dingin – yang akan dibuka pada 4 Februari mendatang di Beijing – dan perebakan luas varian Omicron telah mendorong pemberlakuan kebijakan lockdown guna mencegah meluasnya virus mematikan ini ke wilayah-wilayah lain di China.

Seorang pejabat Olimpiade yang bertanggung jawab untuk mengendalikan penyakit ini, Huang Chun, mengatakan pada Associated Press bahwa pihak penyelenggara mengandalkan kerja sama erat dengan para atlet dan petugas Olimpiade guna mencegah perebakan luas COVID-19.

Kota Xi'an dan Yuzhou sama-sama berjuang keras melawan varian Delta dan hingga saat ini belum melaporkan kasus Omicron. Lebih dari 2.000 orang telah terjangkit COVID-19 di Xi'an – wabah terbesar di China setelah yang pertama terjadi di Wuhan.