Oknum Dosen IAIN Kediri Lakukan Pelecehan Seksual, Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa

Mahasiswa gelar unjuk rasa akibat pelecehan seksual yang dilakukan Oknum Dosen IAIN Kediri, Kasusnya dalam penyelidikan

Oknum Dosen IAIN Kediri Lakukan Pelecehan Seksual, Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa
Gambar dilansir dari : isa/afederasi

Cahaya.co – Seorang dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Jawa Timur diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi dengan modus meminta korban datang ke rumahnya untuk bimbingan skripsi.

Laporan pelecehan yang diterima berupa screenshot chat dan voice recording berdasarkan kesaksian korban.

Kejadian itu dilaporkan oleh sejumlah mahasiswa dan mahasiswi serta tenaga pengajar lain kepada pihak Rektorat untuk memberitahu terkait kasus tersebut. Hingga saat ini, dosen yang bersangkutan belum berkomentar atas tudingan tersebut.

Hal ini sudah menyalahi aturan yang tertulis dalam kode etik dosen, seharusnya kegiatan perkuliahan antara dosen dan mahasiswa dilakukan pada saat jam kerja sehingga tidak menggunakan alasan akademis untuk bertemu mahasiswa di luar kerja kampus.

Akan tetapi pihak Wakil Rektor III IAIN Kediri, Wahidul Anam sudah mengungkapkan bahwa kasus tersebut sedang ditangani oleh internal kampus. “Yang bersangkutan sudah dipanggil. Pihak-pihak terkait, terlapor dan pelapor sudah dimintai keterangan,” kata Anam, Selasa (24/8).

Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Sardjuningsih, yang mendampingi korban menyebut dugaan pelecehan yang dilakukan dosen IAIN memang benar terjadi. Dosen itu berinisial MA.

Menurut Sardjuningsih, selain dosen MA ada dosen lain yang kerap melakukan hal pelecehan yang sama kepada mahasiswinya. Saat ini pihak PSGA sedang mengumpulkan barang bukti untuk melengkapi dugaan tersebut.

“sudah dilaporkan 1 (kasus dosen MA), masih diproses. Korban lain masih dirahasiakan, belum ada bukti-bukti kuat, masih perlu dilengkapi,”ujarnya.

Kasus ini masih didalami berbagai pihak yang bersangkutan, untuk itu penyelidikan dan berbagai bukti masih dikumpulkan