MUI Bantah Klaim Pemimpin Chechen Soal RI Dukung ke Invasi Rusia

MUI Bantah Klaim Pemimpin Chechen Soal RI Dukung ke Invasi Rusia
MUI Bantah Klaim Pemimpin Chechen Soal RI Dukung ke Invasi Rusia

Robi Nurhadi (Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian Majelis Ulama Indonesia Pusat) membantah tudingan terkait dengan pernyataan RI sebagai negara dengan mayoritas muslim terbanyak turut memberikan dukungan secara langsung terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

Sebelumnya Ramzan Kadyrov (Pemimpin Chechen) sempat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua negara mayoritas muslim di seluruh dunia, termasuk salah satunya adalah Indonesia karena telah memberikan dukungan terhadap agresi yang dilakukan oleh Rusia. Padahal pernyataan RI dukung Rusia tidaklah benar.

“Ucapan rasa terima kasih yang disampaikan oleh Pemimpin Chechen seolah – olah menempatkan negara Republik Indonesia, baik dari jajaran pemerintah hingga rakyat yang mayoritas adalah seorang muslim, memberikan dukungan sepenuhnya terhadap invasi yang dilakukan oleh Rusia. Padahal, jika dilihat dari fakta tidak sepenuhnya benar,” kata Nurhadi saat ditemui pihak media CNNIndonesia.com pada hari Sabtu, 16 April 2022.

Umat islam yang ada di seluruh Indonesia termasuk dalam wadah organisasi masyarakat. Faktanya tidak ada dukungan yang diberikan terkait dengan agresi Rusia. Karena jika RI dukung Rusia, sangat bertentangan dengan UUD 1945 dan ajaran agama Islam.

“Silahkan bisa diperhatikan sendiri, apakah ada gerak – gerik dari MUI, NU hingga Muhammadiyah beserta ormas – ormas islam lainnya, apakah mereka tampak memberikan dukungan seperti halnya yang disampaikan oleh Pemimpin Chechen,” ungkap Robi.

Lebih lanjut, menurutnya umat muslim lebih menghormati dan menghargai nyawa manusia. Yang mana wajib dijaga, bukan dibantai atau bahkan dibunuh. Sebab, dalam ajaran Islam pun menjelaskan, ketika seseorang membunuh satu orang, maka ia sama seperti telah membunuh satu dunia.

“Dengan hilangnya satu nyawa, maka akan berdampak padda hilangnya keturunan dari orang yang telah dibunuh tersebut,” tambahnya.

Lalu, Robi pun sangat berharap jika kondisi perang yang kini masih terjadi di Ukraina, semoga bisa segera berakhir. “Hentikan segera peperangan tersebut, belajar menghargai nyawa manusia yang diberikan Allah SWT,” ungkap Robi.

Sebelumnya, Radityo Dharmaputra (Peneliti Studi Rusia dan Eropa Timur di Hubungan Internasional Unair) mengatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa banyak warga Indonesia yang memberikan dukungan terkait dengan invasi yang dilakukan oleh Rusia.

Pertama karena adanya sentimen keagamaan dimana Ramzan Kadyrov sebagai pemimpin muslim turut memberikan dukungan secara langsung kepada Presiden Vladimir Putin. Kedua, karena adanya stigma terhadap negara barat, bagi pihak yang berada berseberangan dengan pihak Barat, maka harus diberikan dukungan. Pihak MUI pun menegaskan kembali, jika pernyataan RI dukung Rusia tidaklah benar.