Menteri ESDM Ungkap Biang Kerok Solar Subsidi Langka

Menteri ESDM Ungkap Biang Kerok Solar Subsidi Langka
Menteri ESDM Ungkap Biang Kerok Solar Subsidi Langka

Arifin Tasrif (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) mengatakan bahwa terjadinya kelangkaan solar subsidi diakibatkan karena adanya penyelewengan penggunaan yang mana diduga kuat memang tidak tepat sasaran, salah satunya terjadi pada angkutan skala industri.

“Keberadaan biosolar ini kan memang disubsidi pemerintah, sudah menjadi keharusan hanya digunakan oleh siapa saja yang berhak, bukan untuk kepentingan industri. Banyak kasus yang bisa kita dapatkan dari data di lapangan, ternyata ruang lingkup industri juga ikut menikmati solar bersubsidi. Inilah biang kerok, mengapa jatah masyarakat umum untuk bisa menikmati solar bersubsidi menjadi berkurang,” kata Arifin Tasrif (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) pada hari Selasa, 12 April 2022.

Menurut penjelasannya lebih lanjut, keberadaan solar bersubsidi seharusnya hanya bisa dinikmati oleh masyarakat yang memang benar – benar membutuhkan, di tengah krisis harga energi yang kian melonjak dampak dari invasi Rusia ke Ukraina.

“Untuk itu, kita harus benar – benar bisa mengalokasikan subsidi terhadap BBM kepada target yang tepat. Dari pihak masyarakat pun juga harus mempunyai kedisiplinan dalam menggunakannya disesuaikan dengan haknya. Jika tidak berhak, ya jangan pakai yang subsidi,” tambah Arifin Tasrif (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral).

Tak hanya sampai disitu saja, Arifin Tasrif (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) juga tampak menyoroti oknum – oknum curang pemilik angkutan yang tak mempunyai hak menikmati solar bersubsidi.

Berdasarkan dari data yang diperoleh di lapangan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi lebih lanjut agar di masa mendatang sistem hingga infrastruktur bahan bakar yang ada di Indonesia bisa semakin baik.

“Banyak contoh kasus di lapangan, misalnya saja pada kendaraan truk dengan total 6 roda. Yang seharusnya kapasitas tangki bahan bakar 120 liter, ternyata dimodifikasi menjadi berkapasitas 400 liter. Ini jelas – jelas tidak benar dan melanggar aturan. Ditambah lagi, pembelian tersebut tidak digunakan sesuai haknya. Sehingga bermunculanlah banyak kios tak resmi yang beredar di luar SPBU.

Untuk menindaklanjuti hal ini, pihaknya akan berusaha untuk lebih fokus dalam hal mengamankan pasokan solar. Terlebih lagi dalam kondisi yang tidak menentu seperti sekarang ini. Pengamanan ini perlu dilakukan agar masyarakat yang memang mempunyai hak untuk menikmati solar bersubsidi benar – benar bisa merasakannya.