Mengenal Umkm Dan Beragam Jenisnya

Seringkali kita mendengar istilah bisnis UMKM, Mari ketahui lebih jauh soal UMKM dan beragam Jenisnya!

Mengenal Umkm Dan Beragam Jenisnya
Komunitas difabel di Kediri memproduksi masker berbahan tenun ikat. Gambar : ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

Cahaya.co - Memahami kepanjangan apa itu UMKM yang tengah banyak dijalankan masyarakat terlebih semenjak mewabahnya virus Covid-19. UMKM adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Apa itu UMKM adalah kegiatan bisnis yang dilakukan atau dijalankan oleh perseorangan, rumah tangga, ataupun badan usaha kecil. Di Indonesia, apa itu UMKM diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM.

Kriteria apa itu UMKM diatur sedemikian rupa dalam UU Nomor 20 Tahun 2008 pasal 6 tersebut. Apa itu UMKM adalah memiliki nilai kekayaan bersih atau nilai aset tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau hasil penjualan tahunan. Apa itu UMKM memiliki peranan sangat penting dalam menstabilkan keuangan negara.

UMKM adalah penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), paling banyak menyediakan lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja, serta lebih tahan terhadap krisis keuangan yang berisiko dialami dalam sebuah negara. Di Indonesia, hari UMKM Nasional diperingati setiap tanggal 31 Maret.

Memahami fungsi dan peranan utama apa itu UMKM adalah penyedia barang dan jasa, penyerap tenaga kerja, pemerataan pendapatan, nilai tambah bagi produk daerah, dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Itulah penjelasan singkat mengenai apa itu UMKM yang perlu diketahui.

Ada tiga kriteria apa itu UMKM yang membuatnya khas daripada jenis usaha lainnya. Memahami kriteria UMKM penting guna mengurus surat izin usaha yang diperlukan dan menentukan besaran paak yang akan dibebankan pada pemilik sah UMKM.

Sementara jenis-jenis UMKM tak sembarangan. Sebagaimana tertuang dalam Keppres RI Nomor 19 Tahun 1998, apa itu UMKM adalah kegiatan ekonomi rakyat pada skala kecil yang perlu dilindungi dan dicegah dari persaingan yang tidak sehat.

Ini penjelasan kriteria UMKM sesuai UU Nomor 20 Tahun 2008 :

  • Usaha Mikro

Usaha mikro yang menjadi bagian dari UMKM adalah usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria usaha mikro. Usaha yang termasuk kriteria usaha mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih mencapai Rp50.000.000 dan tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha. Hasil penjualan usaha mikro setiap tahun nya paling banyak Rp300.000.000.

  • Usaha Kecil

Usaha kecil yang menjadi bagian dari UMKM adalah suatu usaha ekonomi produktif yang independen atau berdiri sendiri baik yang dimiliki perorangan atau kelompok dan bukan sebagai badan usaha cabang dari perusahaan utama. Dikuasai dan dimiliki serta menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah.

Usaha yang masuk kriteria usaha kecil adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih Rp50.000.000 dengan maksimal yang dibutuhkannya mencapai Rp500.000.000. Hasil penjualan bisnis setiap tahunnya antara Rp300.000.000 sampai paling banyak Rp25.000.000.000.

  • Usaha Menengah

Usaha menengah yang menjadi bagian dari UMKM adalah usaha dalam ekonomi produktif dan bukan cabang atau anak usaha dari perusahaan pusat. Serta menjadi bagian secara langsung maupun tak langsung terhadap usaha kecil atau usaha besar dengan total kekayaan bersihnya sesuai yang sudah diatur dengan peraturan perundang-undangan.

Usaha menengah sering dikategorikan sebagai bisnis besar dengan kriteria kekayaan bersih yang dimiliki pemilik usaha mencapai lebih dari Rp500.000.000 hingga Rp10.000.000.000 dan tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha. Hasil penjualan tahunannya mencapai Rp25.000.000 milyar sampai Rp50.000.000.000.