Mengenal Pegasus Spyware, Software Mata-Mata Tercanggih Yang Dikabarkan Mengincar Pemimpin dunia

Mengenal Pegasus Spyware yang ramai jadi perbincangan karena terungkap mematai aktivis, jurnalis hingga pejuang Ham

Mengenal Pegasus Spyware, Software Mata-Mata Tercanggih Yang Dikabarkan Mengincar Pemimpin dunia
Gambar dilansir dari : Ramandeep Kaur

Cahaya.co - Spyware Pegasus menjadi hal yang cukup ditakutkan aktivis dan pemimpin dunia akhir-akhir ini, pasalnya  Investigasi jurnalistik melaporkan lebih dari 50.000 nomor telepon menjadi target spyware tersebut.

Dari daftar lebih dari 50 ribu nomor telepon, wartawan mengidentifikasi lebih dari 1.000 orang di 50 negara yang dilaporkan di bawah pengawasan mata-mata menggunakan  spyware Pegasus.

Perangkat lunak ini dikembangkan oleh perusahaan Israel NSO Group dan dijual oleh mereka kepada klien pemerintah. Di antara target yang dilaporkan dari spyware adalah wartawan, politisi, pejabat pemerintah, kepala eksekutif dan aktivis hak asasi manusia (HAM).

Nama CEO Telegram, Pavel Durov dikabarkan masuk dalam daftar.

Melansir laman The Economic Times, Jumat (23/7/2021) Pegasus disebut sebagai spyware paling terkuat yang pernah dibuat. Perangkat lunak ini dirancang untuk menyusup ke smartphone, termasuk Android dan iOS, kemudian mengubahnya menjadi perangkat pengawasan.

Pada dasarnya, spyware merupakan  perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk menyusup masuk ke perangkat komputer/handphone sambil mencuri data dari pengguna dan memforward data ke pihak ketiga tanpa persetujuan pengguna.

Pegasus Spyware ini dapat dipasang dari jarak jauh tanpa harus membuka dokumen atau tautan dari website.

Pegasus dapat mengungkap semua data pribadi yang diincar dari korbannya, mulai dari SMS, foto, email, video, kontak, hingga merekam panggilan telepon

Pada dasarnya, Pegasus tidak digunakan untuk mengejar aktivis, jurnalis hingga politikus.

NSO Group dalam situs webnya menjelaskan bahwa produknya hanya dipakai oleh badan intelijen dan penegak hukum pemerintah untuk mencegah dan menyelidiki teror dan kejahatan.

Namun Pegasus Spyware ini jadi ramai karena organisasi nirlaba jurnalisme Paris, Forbidden Stories dan kelompok hak asasi manusia, Amnesty International, menemukan lebih dari 50.000 nomor telepon yang disadap Pegasus.