Mahasiswi Korban Pelecehan Seksual Unri Datangi Nadiem Minta Keadilan

Mahasiswi Korban Pelecehan Seksual Unri Datangi Nadiem Minta Keadilan
Mahasiswi Korban Pelecehan Seksual Unri Datangi Nadiem Minta Keadilan

Mahasiswi berinisial LM yang belum lama ini menjadi korban pelecehan seksual telah mendatangi Nadiem Makarim (Mendikbudristek). Mahasiswi yang menempuh pendidikan pada jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik di Universitas Riau mengaku bahwa dirinya telah dilecehkan oleh Syafri Harto dosennya.

Kedatangannya tersebut didampingi oleh Korps Mahasiswa Komahi setelah pelaku mendapatkan vonis bebas dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru tepatnya pada hari Rabu, 30 Maret 2022 lalu. Dalam pertemuan tersebut, Mahasiswi korban pelecehan seksual tersebut mengungkapkan kekecewaannya.

“Korban mengaku sangat kecewa dengan keputusan yang diberikan oleh pihak hakim agung di Pengadilan Tinggi Negeri tersebut,” menurut keterangan dari Komahi sebagai wakil dari pihak korban saat berada di Gedung A Kemendikbudristek pada hari Kamis, 14 April 2022.

Tak hanya menceritakan tentang kekecewaannya, sebagai korban ia juga meminta bantuan keadilan kepada Nadiem Makarim (Mendikbudristek). Ia juga menyinggung terkait dengan realisasi Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual.

“Korban ingin mendapatkan keadilan dari pihak Kemendikbud dan mempertanyakan realisasi Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 yang di dalamnya sudah mengatur tentang kekerasan seksual,” tambah Korps Komahi.

Menurut penjelasan dari Komahi, dalam agenda pertemuan itu tak hanya didatangi oleh Nadiem Makarim (Mendikbudristek), tapi juga ada Chatarina Muliana (Inspektur Jenderal) dan Nizam (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi. Dari hasil pertemuan tersebut, semua yang hadir juga sudah mencapai kesepakatan untuk sepenuhnya akan mendukung korban pelecehan seksual LM.

“Mas Nadiem Makarim beserta jajaran mengungkapkan janjinya bahwa akan terus memberikan dukungan untuk bisa mendapatkan kebenaran,” tambahnya.

Sebelumnya, keputusan bebas dari Majelis Hakim Pengadilan dengan alasan pelaku tak terbukti melakukan kesalahan (perbuatan cabul). Jadi akhirnya Syarif Harto mendapatkan vonis bebas.

Pembacaan keputusan Majelis Hakim dilakukan di ruangan Prof Oemar Seno Adji pada hari Rabu 30 Maret 2022 di Pekanbaru. Namun saat pembacaan keputusan Majelis Hakim disampaikan, Syafri dan juga penasehat hukumnya tak hadir secara langsung (diselenggarakan secara virtual).

Pertimbangan lebih lanjut yang dilakukan oleh pihak Majelis Hakim karena tidak ditemukannya satu pun bukti yang menunjukkan pelaku melakukan perbuatan cabul seperti yang dituduhkan korban pelecehan seksual LM.