Kurikulum Baru Tahun Depan, Siswa Boleh Memilih Mata Pelajaran Sendiri!

Kemendikbud-Ristek) akan menerapkan kurikulum pendidikan yang baru pada tahun 2022, hal itu diungkapkan dalam perayaan Hari Guru Nasional beberapa waktu lalu.

Kurikulum Baru Tahun Depan, Siswa Boleh Memilih Mata Pelajaran Sendiri!

Cahaya.co - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) akan menerapkan kurikulum pendidikan yang baru pada tahun 2022. Hal itu juga diungkapkan langsung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim dalam perayaan Hari Guru Nasional beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Anindito Aditomo dalam Instagram pribadinya @ninoaditomo mengatakan kurikulum prototipe pada tahun 2022 ini bersifat opsional dan fleksibel.

"Kurikulum tersebut akan lebih berfokus pada materi yang esensial, tidak terlalu padat materi. Ini penting agar guru punya waktu untuk pengembangan karakter dan kompetensi. Bukan sekadar kejar tayang materi yang ada di buku teks," dikutip Okezone dari Instagram @ninoaditomo pada Rabu (22/12/2021) lalu.

Berdasarkan keterangannya, kurikulum baru ini akan ditawarkan sebagai opsi bukan sebagai kewajiban. Sifatnya tidak wajib dan sekolah tidak akan dipaksa secara masal untuk menggantinya menjadi kurikulum prototipe 2022.

Target dan tujuan kebijakan kurikulum ini adalah untuk mendorong perbaikan kualitas proses dan hasil belajar, fokus utamanya yaitu pada pembelajaran. Kurikulum yang disebut lebih fleksibel itu pada jenjang SMA nantinya tidak diberlakukan lagi program peminatan jurusan seperti sebelumnya yakni IPA, IPS ataupun Bahasa.

Menurut Kemendikbud, siswa SMA bakal dibebaskan memilih mapel yang mau ia ikuti, asal terdiri dari dua rumpun. Kasta jurusan bisa hilang, namun menurut guru ada masalah inti belum tersentuh.

Praktiknya akan begini. Akan ada dua kluster mapel yang harus diambil siswa. Kluster pertama adalah kluster mapel wajib diambil, meliputi Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Seni Musik, Penjaskes, dan Sejarah.

Kluster kedua ada kluster mapel pilihan yang bebas diambil dari tiga rumpun IPA, IPS, dan Bahasa. Namun, syarat berlaku. Mapel pilihan hanya boleh menggabung pelajaran dari dua rumpun.

"Mapel pilihan pun harus kombinasi dari dua kategori, misalnya dari kategori mapel IPA dan IPS. Atau dari kategori IPA dan bahasa,” kata Anindito, Selasa (21/12), dikutip Medcom. Di atas kertas, model ini akan melegakan siswa yang, misalnya, masuk IPA karena suka Kimia, namun benci Biologi. Namun sayang sekali, siswa Indonesia rupanya masih belum bisa lari dari Matematika, PKn, dan teman-temannya.

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, Kurikulum 2022 bersifat opsional. Sekolah dipersilakan untuk memakainya atau tetap pada Kurikulum 2013. Bagi sekolah yang memakai kurikulum baru, metode evaluasi diserahkan kepada sekolah. “Evaluasi hasil belajar siswa adalah kewenangan guru. Kelulusan juga kewenangan guru dan sekolah,” terang Anindito.