KPI Resmi Minta Stasiun TV Tidak Glorifikasi Pembebasan Saipul Jamil

Pembebasan Saipul Jamil di Tv dilarang di Glorifikasikan, KPI meminta kepada semua stasiun TV

KPI Resmi Minta Stasiun TV Tidak Glorifikasi Pembebasan Saipul Jamil
Gambar dilansir dari : Kompas.tv

Cahaya.co - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta kepada seluruh lembaga penyiaran televisi untuk tidak melakukan glorifikasi mengenai pembebasan Saipul Jamil yang baru saja bebas dari penjara usai menjalani hukuman kasus pencabulan.

Mulyo Hadi Purnomo selaku Wakil Ketua KPI Pusat berharap seluruh  lembaga penyiaran memahami sensitivitas dan etika kepatutan publik terhadap kasus yang telah menimpa yang bersangkutan dan sekaligus tidak membuka kembali trauma yang dialami korban.

Pernyataan yang dilakukan KPI merupakan respon dari berbagai kritikan yang dilakukan oleh banyak masyarakat mengenai pembebasan dan keterlibatan yang bersangkutan di beberapa program acara TV.

KPI juga meminta kepada seluruh lembaga penyiaran untuk lebih berhati-hati dalam menayangkan perbuatan melawan hukum, adab dan norma seperti penyimpangan seksual, narkoba, prostitusi, serta tindakan melanggar hukum lainnya yang dilakukan oleh Saipul Jamil.

KPI berharap kepada seluruh lembaga penyiaran untuk lebih mengedepankan unsur edukasi atas informasi yang disampaikan agar hal serupa tidak terulang serta sanksi hukum yang telah dijalani yang bersangkutan tidak dipersepsikan masyarakat sebagai risiko biasa.

Mulyo melanjutkan bahwa hak individu memang tak boleh dibatasi, namun hak publik dan rasa nyaman juga harus diperhatikan karena frekuensi milik publik dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kesejahteraan, termasuk kenyamanan masyarakat.

Mulyo menambahkan bahwa mengedepankan hak individu tapi melukai hak masyarakat tentu tidak patut untuk dilakukan.

Mulyo melanjutkan bahwa momentum revisi P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) tahun 2012 yang sedang dilakukan KPI akan menjadi bahan pertimbangan dan masukan tentang pengaturan secara eksplisit tentang hal ini dalam revisi P3SPS.

Mulyo mengatakan bahwa pihaknya kini sedang melakukan revisi terhadap P3SPS dan sudah pada tahap mendengarkan masukan dari publik dan pemangku kepentingan.

Sebagai informasi, banyak warganet yang melakukan protes di berbagai media sosial  karena tidak terima pelaku pencabulan diberi panggung di televisi.

Diketahui, Saipul Jamil baru saja keluar dari penjara usai 8 tahun dihukum dengan dua kasus yang berbeda yaitu kasus pencabulan terhadap remaja laki-laki dan penyuapan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang membuat hukumannya diperpanjang.

Kemudian pada 2 September 2021 ia bebas dan disambut dengan kalung rangkaian bunga kemudian diarak menaiki mobil terbuka. Kemudian ia melambaikan tangannya selama mobil tersebut berjalan.

Kemudian ia kembali muncul di televisi menggunakan kalung bunga dan membahas judul-judul artikel yang membahas seputar kasus pencabulannya dan pengalamannya di penjara.