Kominfo Resmi Cabut Blokir Steam, Dota 2, CS GO dan Yahoo

Kominfo resmi mencabut blokir layanan Steam, Dota 2, CS GO, dan Yahoo pada Rabu 3 Agustus, Lalu bagaimana nasib Paypal dan berbagai aplikasi lain?

Kominfo Resmi Cabut Blokir Steam, Dota 2, CS GO dan Yahoo
Gambar : Dok Steam

Cahaya.co - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru saja mengumumkan telah membuka blokir terhadap layanan streaming game milik Valve, yakni Steam. Dengan demikian, para gamer PC windows sudah bisa mengakses kembali berbagai judul game yang ada di platform Steam, seperti CS:GO hingga Dota 2.

“Akses terhadap Steam, Dota 2, CS:GO, dan Yahoo telah dilakukan normalisasi sejak pukul 08.30 WIB hari ini, Pengguna bisa secara bertahap mulai mengakses layanan-layanan itu, ” tulis Kominfo dalam keteranganya (2/8).

Kendati demikian, masih ada beberapa platform gaming populer yang masih belum dapat diakses seperti Epic Games dan Origin.

Saat buka launcher Epic Games, muncul teks bertuliskan "Connection Error" dengan tombol "Continue in Offline Mode" dan pilihan Retry connection dan Sign in Later.

Sementara itu, saat buka web Origin.com masih tampil pemberitahuan layanan gaming milik Electronic Arts (EA) tersebut masih diblokir Kominfo.

Sebelumnya, Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menuturkan telah melakukan beberapa upaya agar Steam dapat melakukan pendaftaran PSE sehingga dapat diakses kembali. Salah satu yang dilakukan adalah meminta bantuan Kedutaan Besar AS untuk mendorong Valve melakukan pendaftaran sistem elektroniknya.

Valve merupakan perusahaan yang menaungi Steam (platform penjualan game), hingga game Dota 2 dan CS Go.

"Komunikasi dengan Valve sampai hari ini terus dilakukan. Valve telah merespon email dari Kominfo meskipun belum mengisi formulir pendaftaran seperti yang diminta, sebagai prasyarat normalisasi," ujar Semuel (1/8).

Semuel menjelaskan pihaknya meminta bantuan Kedubes AS di Jakarta untuk mendorong Valve segera merespon permintaan dari Kominfo.

"Pihak kedutaan sedang membantu melakukan komunikasi tersebut," imbuh Semuel Abrijani.

Menurutnya, respon dan itikad baik dari pengelola game ini sangat penting agar pengguna game bisa segera menikmati layanan mereka di Indonesia.

"Kami optimistis ketiga game ini kooperatif dan segera memenuhi kewajiban, sehingga bisa segera dibuka kembali," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, keputusan Kemenkominfo yang memblokir sejumlah platform menjadi trending topic di lini masa Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Bahkan berita pemblokiran sejumlah platform ini juga sampai ke luar negeri.