Keren! Limbah Kulit Durian Diubah Jadi Perban

Limbah kulit durian berhasil diolah oleh para ilmuwan asal Singapura menjadi perban dan menjadi bermanfaat

Keren! Limbah Kulit Durian Diubah Jadi Perban
Perban dari kulit durian, Gambar : NTU Singapore

Cahaya.co - Sisa makanan atau limbah lazimnya merupakan sesuatu yang tidak berguna alias sampah. Namanya sampah sudah pasti dibuang begitu saja, di mana saja. 

Sampah atau limbah tersebut bisa bermacam macam. Umumnya hanya dua kategori: sampah organik dan sampah anorganik.

Bagi yang organik, jika dibuang di sembarang tempat dan tidak memperhatikan kebersihannya, jelas akan menimbulkan masalah baru. Selain menghasilkan bau yang diakibatkan dari sampah yang membusuk, juga dapat mendatangkan penyakit. 

Sebetulnya masalah limbah atau pun sampah sudah ada sejak dulu kala. Namun seiring meningkatnya jumlah konsumsi manusia dan munculnya aneka ragam makanan kemasan, sehingga menghasilkan volume sampah yang tidak sedikit. Dan salah-salah, jika tidak ada kesadaran dan kepedulian, justru dapat mendatangkan bahaya dan musibah besar. 

Para ilmuan asal Singapura tepatnya dari Nanyang Technoligical University (NTU) yang sedang menggarap sampah limbah sisa durian dengan mengubah kulit durian yang dibuang menjadi perban gel anti bakteri. 

Adapun para ilmuan tersebut melakukannya dengan mengekstrak selulosa dari kulit buah setelah diiris dan dikeringkan, kemudian dicampur dengan gliserol. Campuran tersebut menjadi hidrogel lunak, yang kemudian dipotong menjadi beberap strip perban. 

"Di Singapura, kami mengonsumsi sekitar 12 juta durian per tahun, jadi selain daging buahnya, kami tidak bisa memakai kulit dan bijinya dan ini menyebabkan pencemaran lingkungan," kata direktur program ilmu dan teknologi pangan di NTU Profesor William Chen dikutip dari REUTERS

Sehingga dari permasalahan tersebut, para ilmuan mulai menggali dan memanfaatkannya menjadi sesuatu hal yang berharga. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah tersebut menjadi perban. 

Dibandingkan dengan perban konvensional, perban organo-hidrogel itu juga mampu menjaga area luka menjadi lebih dingin dan lembab, yang dapat membantu mempercepat penyembuhan.

Para peneliti mengatakan penggunaan bahan limbah dan ragi untuk perban antimikroba itu lebih hemat biaya daripada produksi perban konvensional, yang sifat antimikrobanya berasal dari senyawa logam yang harganya lebih mahal, seperti ion perak atau tembaga.

Nah, itulah inovasi keren yang dilakukan para ilmuan Singapura dalam bidang kesehatan dengan pemanfaatan sampah dan limbah yang dijadikan perban.