Kemenhub Bakal Bangun Bandara Loleo di Tidore, Maluku Utara Tahun Depan!

Pada tahun 2022 mendatang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun Bandara Loleo di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Berikut Informasi selengkapnya!

Kemenhub Bakal Bangun Bandara Loleo di Tidore, Maluku Utara Tahun Depan!
Ilustrasi Bandara Loleo. Gambar : Antara

Cahaya.co - Pada tahun 2022 mendatang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun Bandara Loleo di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Daud Muhammad yang merupakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan menyampaikan bahwa Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan telah mengundang Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, dan juga Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara guna membahas kesiapan infrastruktur Bandara Loleo.

Dikutip dari Antara pada Selasa (14/12/2021), Daud menjelaskan bahwa dari undangan tersebut, salah satu yang dibicarakan yaitu infrastruktur Bandara Loleo yang direncanakan dibangun oleh Kementerian Perhubungan.

Menurutnya, Kementerian Perhubungan telah menyepakati pembangunan jalur transportasi di Maluku Utara. Diketahui, jalur transportasi tersebut terdiri atas 3 pelabuhan dan 1 Bandara.

Nantinya, pada Januari 2022 mendatang Ditjen Perhubungan Udara akan meninjau langsung lokasi pembangunan Bandara Loleo. Menurut Daud, wilayah Loleo ini sangat strategis karena posisi Loleo berada di tengah, arah dari selatan, yaitu Kabupaten Halmahera Selatan dan Halmahera Tengah.

Sementara itu, di sisi utara terdapat Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Utara,Kabupaten Halmahera Barat, serta Pulau Morotai. Selain itu, untuk arah ke barat terdapat Kota Tidore serta Ternate.

Diketahui, Kondisi tanah dan lokasi adalah beberapa poin yang dibahas dalam pertemuan bersama Kementerian Perhubungan. Daud pun memastikan jalan masuk serta akses dari Sofifi ke Loleo hanya berjarak 30 kilometer (Km).

Sebagai informasi, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan bandara adalah tanah eks PNP yang telah bersertifikat serta dimiliki oleh masyarakat. Oleh karena itu sebelum pembangunan bandara dilakukan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan melakukan pembebasan lahan terlebih dahulu.