Kelompok Satanic Gelar Pertemuan Terbesar Pada April 2023

The Satanic Temple (TST) atau Kelompok pemuja setan di Amerika Serikat akan menggelar pertemuan terbesar pada April 2023 mendatang.

Kelompok Satanic Gelar Pertemuan Terbesar Pada April 2023
Ilustrasi Kelompok Satanic. Gambar: Film Still

Cahaya.co - Kelompok pemuja setan di Amerika Serikat alias The Satanic Temple (TST) bakal menggelar pertemuan terbesar dalam sejarah pada April 2023 mendatang.

Pertemuan besar kelompok pemuja setan ini mengusung tema "SatanCon 2023", pertemuan The Satanic Temple akan digelar di Boston, Massachusetts, dalam rangka hari jadi pemuja setan ke-10 pada 28-30 April mendatang.

Hal ini diketahui dari sebuah iklan di media sosial yang berupa informasi mengenai acara pertemuan kelompok pemuja setan di Amerika Serikat tersebut.

"Pertemuan pengikut setan terbesar dalam sejarah digelar di Boston pada 28-30 April," demikian tulisan di video promosi yang diunggah TST di Instagram.

The Satanic Temple, sering disingkat TST, adalah organisasi keagamaan non teistik yang berbasis di Amerika Serikat, dengan jemaat tambahan di Kanada, Australia, Finlandia, Jerman, dan Inggris.

Pertemuan pemuja setan yang akan berlangsung dari 28 April sampai 30 April ini bertemakan 'Hexennacht di Boston', atau dikenal sebagai Malam Penyihir yang merupakan hari libur di Jerman kuno yang jatuh pada tanggal 30 April setiap tahun.

Menurut cerita rakyat, manusia pernah mengandalkan api unggun dan tarian untuk mengusir penyihir dan roh jahat di dekatnya

Sebelumnya, pertemuan pemuja setan (The Satanic Temple) juga pernah menggelar pertemuan "SatanCon 2022" di Scottsdale, Arizona. 

Timbul pro dan kontra dalam masyarakat Amerika Serikat mengenai pertemuan kelompok pemuja setan ini, salah satu orang yang menentang pertemuan pemuja setan adalah Greg Locke.

Greg Locke merupakan Pendeta utama Injili dan anti-vaksin dari Global Vision Bible Church yang berpraktek di Tennessee, ia berencana untuk mengadakan pertemuan sebagai protes acara pertemuan kelompok pemuja setan tersebut di Twitter.

"Bersiaplah teman-teman, saya mengadakan pertemuan besar-besaran dan layanan pelepasan pada tanggal 28 April untuk memprotes agenda jahat dan menghujat ini. Detail akan datang… #DeliverCon23" cuitan Greg Locke pada 30 Desember 2022.

Sebagian orang mengira The Satanic Temple merupakan organisasi sesat yang menggelar doa atau mendirikan patung berbau setan. Padahal, setan tersebut hanyalah sebuah simbol dari perlawanan.

Kelompok pemuja setan TST ini justru dikenal karena mengadvokasi berbagai isu dari hak aborsi hingga penghapusan hukuman fisik di sekolah.

Bahkan, salah satu pendiri dari The Satanic Temple ternyata adalah lulusan Universitas Harvard, yaitu Lucien Greaves dan Malcolm Jarry. 

Selama bertahun-tahun, The Satanic Temple telah memperjuangkan representasi setara atas instalasi keagamaan di tempat publik, mengungkap praktik palsu dalam perawatan kesehatan mental, hingga mengorganisasi klub sekolah bersama kelompok keagamaan lainnya.
"Misi kuil setan adalah untuk mendorong kebajikan dan empati, menolak otoritas tirani, mengadvokasi akal sehat praktis, menentang ketidakadilan, dan melakukan pengejaran yang mulia," tulis The Satanic Temple.