Kedatangan Vaksin Tahap 197, Pemerintah Jaga Stok Vaksin Selama Program Vaksin Booster

Demi menjaga stok vaksin selama program vaksin booster, pemerintah terus tingkatkan kedatangan vaksin di Indonesia

Kedatangan Vaksin Tahap 197, Pemerintah Jaga Stok Vaksin Selama Program Vaksin Booster
Ilustrasi Kedatangan vaksin tahap 197. Gambar : Infopublik

Cahaya.co-Indonesia kembali kedatangan vaksin COVID-19 jadi merek Sinovac pada Senin (17/1/ 2022).

Kedatangan vaksin Sinovac itu menjadi kedatangan tahap ke-197, dan diperoleh melalui direct purchase atau pengadaan langsung.

Dilansir dari InfoPublik, sejumlah 5.000.000 dosis vaksin Sinovac akan diangkut menggunakan maskapai Cathay Pacific dengan nomor penerbangan CX 777. 

Vaksin tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Provinsi  Banten, sekitar pukul 13:20 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Sementara itu, program vaksinasi lanjutan atau booster COVID-19 telah mulai dilaksanakan sejak 12 Januari 2022 lalu sesuai arahan Presiden Joko Widodo. 

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi menyukseskan program vaksinasi lanjutan atau booster, agar imunitas terjaga dan penularan COVID-19 terkendali, terutama di tengah ancaman penyebaran varian Omicron.

“Segera laksanakan vaksinasi booster bagi yang sudah mendapatkan kesempatan,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, Jumat (14/1/2021).

Vaksinasi booster, dikatakan Johnny, dapat mempertahankan tingkat kekebalan, memperpanjang masa perlindungan dan mengendalikan penularan COVID-19.

Terlebih mengingat penyebaran varian Omicron masih mengancam terjadinya gelombang peningkatan kasus berikutnya.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster). 

Menkominfo menuturkan, SE tersebut ditujukan kepada dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan direktur rumah sakit di Indonesia untuk melaksanakan vaksinasi booster sesuai dengan arahan pemerintah pusat.

Menurut Menkominfo, diketahui dari sisi kesehatan, ada tiga alasan penting mengapa harus melakukan vaksinasi booster.

Pertama, adanya kecenderungan penurunan antibodi 6 bulan pasca vaksinasi terutama di tengah kemunculan varian baru termasuk Omicron. 

Kedua, sebagai bentuk usaha adaptasi masyarakat hidup di masa pandemi COVID-19.

Ketiga, menjadi hak warga Indonesia untuk mengakses vaksin demi perlindungan diri dan komunitas. 

Pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.271.649 orang Indonesia, masih terdapat 8.605 kasus aktif, 4.118.874 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 144.170 jiwa meninggal dunia.

Pemerintah juga telah menyuntikkan 176,365,995 dosis (84.68 persen) vaksin pertama dan 119,774,308 dosis (57.51 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.