Kecam Israel, Jokowi Bahas Situasi Palestina Dengan Para Pemimpin Negara

Jokowi kecam Israel, bahas situasi palestina dengan para pemimpin negara

Kecam Israel, Jokowi Bahas Situasi Palestina Dengan Para Pemimpin Negara
Gambar dilansir dari : merdeka

Cahaya.co - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa perkembangan situasi di Palestina menjadi salah satu isu global yang terus diperhatikan. Dalam beberapa hari terakhir, presiden seringkali berkomunikasi dengan para pemimpin negara mengenai kondisi Palestina.

Di antaranya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, PM Malaysia Muhyiddin Yassin, Presiden Afghanistan, juga Sultan Brunei Darussalam.

Dalam pembicaraannya dengan sejumlah pemimpin dunia tersebut Jokowi membahas tentang kondisi warga Palestina di Jalur Gaza. Selain itu, Jokowi dan para kepala negara juga membicarakan soal tindak lanjut ASEAN Leaders' Meeting hingga perkembangan situasi di Afghanistan.

Khusus untuk persoalan Palestina, Jokowi secara tegas meminta agar agresi militer yang dilakukan oleh Israel terhadap palestina segera dihentikan. Hingga saat ini, agresi itu telah menimbulkan ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.

Bapak Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia mengutuk serangan Israel yang telah menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Agresi Israel harus dihentikan.

Diberitakan, konflik Israel dan Palestina kembali memanas sejak Senin (10/5/2021). Israel terus membombardir Jalur Gaza dengan serangan udara dan peluru artileri pada Sabtu (15/5/2021). Israel meningkatkan pengerahan pasukan dan tank di dekat kantong Palestina yang terkepung.

Melansir Al-Jazeera, hingga Sabtu (15/5/2021) pagi, setidaknya ada 137 warga Palestina termasuk 36 anak-anak, telah tewas. Sementara itu sebanyak 920 orang cedera. Korban tewas diperkirakan akan meningkat, karena serangkaian serangan udara Israel lainnya menghantam kamp pengungsi Shati di Gaza yang menewaskan sedikitnya dua wanita, termasuk enam anak, sementara mengubur beberapa lainnya di reruntuhan.

Serangan udara lain juga dilaporkan melanda sebuah rumah di Khan Yunis. Ribuan keluarga Palestina telah berlindung di sekolah-sekolah yang dikelola Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Gaza utara untuk menghindari tembakan artileri Israel.

PBB memperkirakan sekitar 10.000 warga Palestina telah meninggalkan rumah mereka dari Gaza ditengah serangan yang dilakukan oleh Israel. 

Meskipun ada seruan internasional untuk segera menghentikan semua permusuhan, termasuk dari Kepala PBB Guterres, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji serangan itu akan berlanjut sebagaimana diperlukan untuk memulihkan ketenangan di negara Israel.

Hamas membalas serangan dengan menembakkan rentetan roket lagi ke arah Israel, menghantam kota Ashdod pada Sabtu pagi. Sedikitnya 9 orang di Israel juga tewas.

Tentara Israel mengatakan, ratusan roket telah ditembakkan dari Gaza ke berbagai lokasi di Israel dan mereka telah menambahkan bala bantuan di dekat tanah timur "daerah kantong" itu. Sementara itu, kekerasan sedang terjadi antara pemukim Israel dan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, serta di Israel.

Serangan udara Israel juga menghancurkan kantor berita. Masih mengutip Al Jazeera, Israel telah meratakan sebuah gedung tinggi yang menampung kantor media di Gaza, termasuk Al Jazeera dan The Associated Press.