Kasus Omricron Di Ri Melonjak Tinggi Setelah Banyak Masyarakat Berpergian, Maksyarakat Harus Bijaksana!

Pemerintah terus berupaya untuk mencegah penambahan kasus Varian Omicron setelah pertama kali ditemukan pada 15 Desember 2021. Namun masyarakat yang terus bepergian membuat varian omicron terus melonjak drastis

Kasus Omricron Di Ri Melonjak Tinggi Setelah Banyak Masyarakat Berpergian, Maksyarakat Harus Bijaksana!
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.* /Antara/HO./

Cahaya.co - Rasa-rasanya cukup sulit untuk menghindari Varian Omicron ditengah merebaknya varian tersebut di seluruh dunia. Belum sebulan sejak temuan pertama kasus COVID-19 varian baru Omicron di Indonesia, saat ini sudah tercatat 414 orang terpapar B.1.1.529.

Kasus pertama terdeteksi di Indonesia pada 15 Desember 2021 pada petugas kebersihan di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Dalam kurun waktu 27 hari, dari 1 menjadi 414 kasus Omicron.

Mayoritas yang terpapar Omicron adalah mereka pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Dari 414, 383 orang adalah mereka yang datang dari luar negeri. Terbanyak adalah PPLN yang datang dari Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab.

Menyikapi peningkatan kasus Omicron di Indonesia, Pemerintah meminta masyarakat menyegerakan vaksinasi COVID-19. Organisiasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, vaksin masih menjadi senjata ampuh mencegah dan melawan COVID-19.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate mengatakan, upaya intervensi vaksinasi COVID-19 juga diiringi dengan kepatuhan 3M (pakai masker, mencuci tangan, jaga jarak), 3T (testing, tracing, treatment), dan sirkulasi udara yang baik.

Terbukti, vaksinasi berperan penting agar terhindar dari gejala sakit berat saat terinfeksi virus COVID-19,, termasuk Omicron,” kata Plate melalui pernyataan tertulis yang dikutip dari Health Liputan6.com pada Senin, 10 Januari 2022 malam.

Seluruh bangsa telah bekerja keras menjalankan akselerasi vaksin COVID-19 dan vaksinasi masih terus berlangsung. Dalam menghadapi Omicron, Pemerintah juga kembali menekankan, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada.

"Sebagai tindak kewaspadaan, masyarakat diminta melakukan upaya intervensi, seperti vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan, terlebih karena bertambahnya kasus transmisi lokal varian ini," lanjut Plate.

Jumlah kasus konfirmasi Omicron di Tanah Air terus meningkat. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 8 Januari 2022, ada penambahan 75 kasus, sehingga total jumlah kasus Omicron sebanyak 414 orang.

Dikutip dari Liputan6.com angka total ini terdiri atas 136 kasus terdeteksi pada Desember 2021 dan 278 kasus konfirmasi pada awal tahun 2022 (1-8 Januari 2022).

“Data menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kasus Omicron di Indonesia berlangsung cepat,” tandas Johnny G. Plate.

Setiap pihak juga perlu memerhatikan pertambahan jumlah kasus transmisi lokal varian Omicron yang ada.

“Dari 414 orang, mayoritas memang pelaku perjalanan luar negeri, namun 31 di antaranya, merupakan kasus transmisi lokal. Ini berarti proses penularan sudah terjadi di tengah masyarakat," terang Menkominfo Plate dikutip dari Liputan6.com.

"Artinya, meski tidak ke mana-mana, kita tetap berisiko tertular. Jadi, upaya intervensi, seperti vaksinasi harus tetap dilakukan."