Karena Pandemi, Pertumbuhan Investor Pasar Modal mencapai 93 Persen

Pandemi justru meningkatkan pertumbuhan Investor Pasar Modal hingga 93 persen, hal ini kabar baik bahwa masyarakat telah sadar dengan investasi

Karena Pandemi, Pertumbuhan Investor Pasar Modal mencapai 93 Persen
Gambar dilansir dari : MNC Media

Cahaya.co - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sampai Juli 2021 jumlah investor pasar modal meningkat 93 persen (yoy) menjadi 5,82 juta. Peningkatan tersebut didominasi investor ritel yang berusia di bawah 30 tahun.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

Seperti dilansir Merdeka, Wimboh Santoso menyampaikan bahwa pertumbuhan investor ritel tersebut meningkat 2 kali lipat dari sejak awal pandemi yang terjadi di awal tahun lalu. Ini menunjukkan tingginya optimisme investor pasar modal Indonesia, meski tekanan pandemi masih terus berlanjut.

"Peningkatan jumlah investor ritel tersebut juga merupakan hasil dari transformasi digital yang menjadi kunci utama bagi pendalaman basis investor di pasar modal," ungkap Wimboh dalam Pembukaan HUT Pasar Modal Ke-44, Jakarta, Selasa (10/8).

"Keberhasilan ini merupakan upaya kita bersama dalam menjaga volatilitas pasar modal agar senantiasa stabil dan terkendali," Tambahnya.

Hal ini menjadi unik, karena ternyata selama pandemi banyak investor baru yang ikut berinvestasi.

Hingga tanggal 9 Agustus 2021 kemarin, OJK menilai industri pasar modal masih dalam kondisi yang stabil. IHSG tercatat menguat ke level 6.127,46 atau tumbuh 99,36 persen (yoy). Tumbuh sebesar Rp 117,94 triliun dari 27 emiten baru yang melakukan penawaran umum.

"IHSG hingga 9 Agustus 2021 tercatat menguat ke level 6.127,46 atau tumbuh 99,36 persen atau sebesar Rp 117,94 triliun," kata dia.

Pencapaian tersebut belum termasuk Realisasi IPO Bukalapak yang baru efektif pada 6 Agustus lalu.

Selama pandemi, memang investasi menjadi hal menarik bagi kalangan muda. Hal ini akibat banyak sekali penurunan harga saham yang menarik untuk diinvestasi