Karantina Perjalanan Luar Negeri Kini Dipangkas Menjadi 3 Hari, Ini Syaratnya

Pemerintah pangkas karantina jadi 3 hari untuk perjalanan luar negeri, Kebijakan tersebut akan segera dilaksanakan. Berikut syarat dan ketentuannya

Karantina Perjalanan Luar Negeri Kini Dipangkas Menjadi 3 Hari, Ini Syaratnya
Sebanyak 186 warga Australia meninggalkan Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (18/8/2021). Gambar : Antarafoto/Fauzan

Cahaya.co - Pemerintah akan memberikan kebijakan baru mengenai aturan karantina. Melihat perkembangan kasus covid-19 membuat pemerintah mempertimbangkan aturan karantina bagi para pelaku perjalanan internasional (PPI). Dikabarkan pemerintah akan memangkas aturan karantina dari 5 hari menjadi 3 hari.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa aturan karantina ini berlaku untuk PPI yang memenuhi syarat. Syaratnya yakni sudah melakukan vaksinasi 2 dosis, hasil tes PCR negative pada saat keberangkatan, kedatangan, dan saat akan selesai karantina.

“ketentuan mengenai aturan karantina ini akan segera dituangkan dalam perubahan SE KaSatgas Nomor 20/2021 untuk dapat segera diterapkan” ujar Susiwijono dalam keterangan resminya.

Sementara itu, untuk para Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) nantinya dapat menggunakan hasil antigen (H-1) jika sudah divaksin 2 kali, atau hasil tes PCR (H-3) bagi pelaku perjalanan yang baru divaksin 1 kali. Ini artinya penggunaan hasil tes antigen dapat digunakan untuk masyarakat Jawa-Bali maupun Luar Jawa-Bali.

“Namun demikian, harus terus dimonitor dari waktu ke waktu, dan apabila terjadi lonjakan kasus dapat segera ditindaklanjuti” tambahnya

Susiwijono menjelaskan, berdasarkan evaluasi terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali tetap dilakukan setiap minggu. Meskipun PPKM pada periode ini berlaku hingga 8 November 2021.

"Secara agregat nasional, penanganan pandemi covid-19 sudah cukup terkendali, dengan jumlah kasus aktif yang terus menurun. Namun demikian, kita harus mewaspadai terjadinya tren kenaikan kasus di 131 Kabupaten/Kota dalam beberapa hari terakhir," jelasnya.

Kasus aktif nasional per 31 Oktober 2021 tercatat terdapat 12.318 kasus atau 0,3 persen dari total kasus. Sementara, untuk jumlah kasus turun 97.85 persen dari puncak kasus pada 24 Juli 2021 (574.135 kasus). Angka tersebut jauh dibawah rata-rata global yang sebesar 7,4 persen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, konfirmasi harian per 1 November terdapat 403 kasus terjadi penurunan dari 503 kasus pada Minggu (31/10). Kemudian, rata-rata 7 hari sebesar 619 kasus, dan tren penurunan 99,1 persen dari puncak kasus konfirmasi harian.