Junta Militer Myanmar Ancam Pecat Guru yang Ikut Demonstrasi

Bila guru di Myanmar ikut aksi pembangkangan, Pihak Junta Militer ancam pecat guru !. Begini lengkapnya

Junta Militer Myanmar Ancam Pecat Guru yang Ikut Demonstrasi
Gambar dilansir dari : pikiran-rakyat.com

Cahaya.co - Myanmar masih memanas hingga saat ini, terbukti junta militer mengancam akan pecat para guru. Pemecatan ini dilakukan jika para guru ikut bergabung dalam pembangkangan sipil (CDM).

Pada hari Senin (22/3), pihak militer telah memperingatkan kepada para guru untuk kembali mengajar dan tidak mengikuti demonstrasi.

Melalui surat tertanggal 19 Maret ini keputusan dibuat ketika rapat Kementerian Pendidikan. Surat tersebut langsung ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan junta Thein Win, dan langsung dipublikasikan.

Dengan tegas junta militer menyatakan bahwa guru PNS Myanmar yang ada di kantor Menteri, departemen dan universitas harus kembali bekerja pada Senin (22/3). Jika mulai tanggal tersebut tidak kembali mengajar, maka skorsing akan diberikan pada 23 Maret 2021.

“Surat peringatan dikirim ke petugas pendidikan melalui professor dan kepala departemen terkait. Tapi beberapa pekerja pendidikan masih belum mengetahuinya,” kata dosen universitas di Myanmar.

Tentu saja perintah ini mendapatkan tanggapan dari para guru. Para guru menilai surat itu sebagai tanda aksi mogoknya resmi telah dihalangi pihak militer.

Kekhawatiran pun muncul dari para guru tersebut. Mereka mengaku nantinya akan dipaksa memberikan tanda tangan surat pengunduran diri dari Gerakan yang dilakukan.

Bahkan ketakutan dilakukannya pemecatan permanen dan tindakan hukum bisa saja terjadi pada para guru di Myanmar.

“Bagaimana semua karyawan dapat bertahan dalam empat tahap ini? Kami merekomendasikan agar mereka terus menunggunya hingga ke tingkat yang bisa mereka tangani,” kata dosen tersebut.

Gambar dilansir dari : news.detik.com

Untuk saat ini saja, beberapa pengajar di Univ Seni dan Budaya telah mendapatkan pemutusan hubungan kerja secara sementara dan tak bisa tinggal di rumah dinasnya.

Junta militer telah menekan guru PNS yang ikut dalam demo untuk kembali melakukan pekerjaan mereka. Dengan mengancam, memaksa, dan menuntut secara hukum agar surat edaran tersebut diindahkan.

Dilain sisi dalam beberapa kasus, Angkatan bersenjata Tatmadaw telah melakukan tindakan keras kepada pekerja yang mogok.

Ditambah lagi pada awal Maret, junta militer telah membujuk para pejabat pendidikan untuk mengikuti kursus yang sudah disediakan.

Dari usaha pembujukan junta tersebut langsung ditentang pihak pendidik. Komite Pemogokan Umum guru SD mendesak untuk para anggotanya yang diundang tidak menghadiri kursus yang diadakan.

Pernyataan ini ditambah dengan guru SD akan menentang semua usaha pemerintah yang dikeluarkan dari dewan militer.

Ditambah, para demonstran memperingatkan kepala departemen untuk tidak bekerja dibawah junta. Atau akan dianggap sebagai pengkhianat.

Maka dari itu, kasus Myanmar semakin tak terselesaikan. Makin hari semakin memanas, seluruh pihak dunia sudah bergerak membantu perdamaian di Myanmar, namun tidak juga diindahkan pihak pemerintah.

Referensi: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210322202857-106-620708/junta-militer-ancam-pecat-guru-yang-ikut-pembangkangan-sipil