Indonesia Terima Kedatangan Perdana Vaksin Covovax Pada Tahap Ke 135

Indonesia kedatangan Vaksin Covovax perdana dalam tahap ke-135 berjumlah 134.500 dosis vaksin jadi, Berikut informasi selengkapnya!

Indonesia Terima Kedatangan Perdana Vaksin Covovax Pada Tahap Ke 135
Kedatangan vaksin tahap ke-135. Gambar dilansir dari : Kominfo

Cahaya.co - Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19. Kedatangan vaksin tahap ke-135 ini merupakan kedatangan perdana untuk vaksin merk covovax pada Sabtu (27/11). Vaksin Covovax yang datang dalam bentuk vaksin jadi berjumlah 134.500 dosis vaksin jadi dari rencana total 10 juta dosis.

Kedatangan tahap ke-135 ini untuk memperkuat program vaksinasi nasional guna mencapai herd immunity. Plt Direktur Jenderal Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan, vaksin Covovax ini merupakan vaksin Covid-19 dengan platform protein sub unit. Di mana vaksin ini ialah protein yang direkayasa dari urutan genetic SARS-CoV-2 ditambahkan dengan matriks m berbasis saponin.

“Penyediaan vaksin dilakukan dalam beberapa strategi, yakni bilateral, multilateral, serta eksplorasi dari kemampuan produksi dalam negeri” jelasnya

Maxi juga menyampaikan bahwa sampai dengan 26 November 2021, Indonesia sudah menerima vaksin lebih dari 317 juta dosis dari kebutuhan keseluruhan 412 juta dosis.

"Diharapkan pada akhir tahun, 75% tercapai untuk dosis satu dan 65% untuk dosis dua, " ujar dia.

Maxi menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh oleh Kemenkes tingkat keamanan dan efikasi dari vaksin dalam mencegah Covid-19 sebesar 89,7% terhadap virus Alpha atau B.1.1.7 dan 96,4% terhadap virus varian non B.1.1.7.

Pada hari yang sama juga, Indonesia kedatangan vaksin tahap 132, 133, dan 134 sehingga pada hari Sabtu (27/11) terdapat empat tahap kedatangan dengan jumlah lebih dari 3,5 juta dosis.

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, dalam kedatangan tahap ke-132 sebanyak 1.302.600 dosis vaksin AstraZeneca tiba di tanah air pada pukul 17:15 WIB.

Serta kedatangan tahap ke-133 yang membawa dosis vaksin Pfizer sebanyak 727.740 dosis pada pukul 21.00 WIB. Dan kedatangan tahap ke-134 vaksin AstraZeneca berjumlah 1.404.000 dosis yang tiba pukul 22.10 WIB.

"Pemerintah terus datangkan vaksin untuk memenuhi kebutuhan percepatan vaksinasi," tegas Johnny.

Johnny menghimbau masyarakat harus segera melakukan vaksinasi untuk melindungi diri dan mengurangi resiko sakit berat jika kedepannya terinfeksi.

"Pemerintah menegaskan bahwa seluruh vaksin Covid-19 yang digunakan ini aman dan berkhasiat," kata dia.

Menkominfo juga menekankan, banyaknya merek vaksin bukan diartikan bahwa masyarakat bisa memilih untuk disuntikkan dengan vaksin merek tertentu.

Namun menurutnya, hal ini sebagai wujud strategi pemerintah untuk memenuhi stok kebutuhan vaksin secepat mungkin, menghindari risiko kehabisan stok, agar akselerasi program vaksinasi bisa terus terjaga, dan herd immunity cepat segera terbangun.

Johnny memaparkan, saat ini ada sebelas jenis vaksin Covid-19 yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bisa menjadi opsi dalam pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster pada 2022.

Dalam kesempatan itu, Menkominfo menegaskan, perlu ada kerja sama semua pihak agar dapat mempercepat kelompok lansia yang divaksinasi.

Johnny menyebut, kelompok lansia memiliki resiko kematian tertinggi jika terinfeksi Covid-19, maka dari itu perlu dilindungi.

"Bersamaan dengan itu, pemerintah tak lupa mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, termasuk membatasi mobilitas dalam rangka mencegah terjadinya lonjakan kasus," ujar Johnny.