{"id":9703,"date":"2026-05-04T11:48:48","date_gmt":"2026-05-04T04:48:48","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=9703"},"modified":"2026-05-04T11:48:52","modified_gmt":"2026-05-04T04:48:52","slug":"inter-milan-vs-parma-2-0-nerazzurri-segel-scudetto-ke-21-di-san-siro","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/05\/04\/inter-milan-vs-parma-2-0-nerazzurri-segel-scudetto-ke-21-di-san-siro\/","title":{"rendered":"Inter Milan vs Parma 2-0: Nerazzurri Segel Scudetto ke-21 di San Siro"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/inter-milan\/\">Inter Milan<\/a> memastikan gelar juara <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/serie-a\/\">Serie A<\/a> 2025-2026 usai mengalahkan <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/parma\/\">Parma<\/a> dengan skor 2-0 pada pekan ke-35 <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/liga-italia\/\">Liga Italia<\/a> di Stadion Giuseppe Meazza atau San Siro, Senin (4\/5) dini hari WIB.<\/p>\n<p>Kemenangan tersebut membuat Inter Milan mengoleksi 82 poin dari 35 pertandingan dan tak lagi terkejar oleh pesaing terdekatnya, Napoli.<\/p>\n<p>Dua gol kemenangan dicetak Marcus Thuram pada menit 45+1 dan Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-80.<\/p>\n<p>Hasil Inter Milan vs Parma ini memastikan gelar scudetto atau tanda perisai bendera Italia penanda juara Serie A menjadi milik Nerazzurri untuk musim 2025-2026.<\/p>\n<p>Sebelum laga dimulai, Inter Milan hanya membutuhkan minimal hasil seri untuk mengunci gelar.<\/p>\n<p>Kepastian juara semakin terbuka setelah Napoli tertahan 0-0 di markas Como pada Sabtu (2\/5), sehingga tambahan satu poin sudah cukup bagi tim asuhan Cristian Chivu untuk menjadi kampiun Liga Italia musim ini.<\/p>\n<p>Dengan kemenangan atas Parma, perolehan poin Inter Milan tidak mungkin lagi dikejar Napoli yang maksimal hanya bisa mengumpulkan 79 angka dari tiga laga tersisa.<\/p>\n<p>Inter pun menyegel scudetto ke-21 mereka di hadapan publik sendiri, menutup pertandingan dengan skor 2-0 tanpa kebobolan, sekaligus memastikan posisi puncak klasemen Serie A tetap menjadi milik mereka hingga akhir musim.<\/p>\n<h2>Jalannya Pertandingan<\/h2>\n<p>Sejak awal laga Inter Milan langsung mengambil inisiatif serangan.<\/p>\n<p>Peluang pertama hadir pada menit ke-10 melalui skema umpan silang Nicolo Barella yang disambut sundulan Denzel Dumfries, tetapi bola melebar tipis dari gawang Parma yang dikawal Zion Suzuki.<\/p>\n<p>Pada menit ke-25, Giuseppe Meazza sempat bergemuruh ketika Barella melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti.<\/p>\n<p>Bola membentur tiang, lalu mengenai punggung Suzuki sebelum kiper Parma itu bereaksi cepat mengamankan bola tepat di depan garis gawang.<\/p>\n<p>Parma juga sempat mengancam lewat peluang Mateo Pellegrino, namun penyelesaian akhirnya tidak maksimal.<\/p>\n<p>Kebuntuan akhirnya pecah pada masa injury time babak pertama, tepatnya menit 45+1.<\/p>\n<p>Inter membangun serangan dari lini tengah sebelum Piotr Zielinski mengalirkan bola kepada Marcus Thuram di sisi kanan kotak penalti.<\/p>\n<p>Thuram yang lolos dari jebakan offside menuntaskan peluang dengan sepakan kaki kanan yang menembus gawang Suzuki.<\/p>\n<p>Gol tersebut membuat Inter Milan menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Parma.<\/p>\n<p>Memasuki babak kedua, Inter Milan tetap mengontrol jalannya pertandingan.<\/p>\n<p>Federico Dimarco aktif mengirimkan umpan dari sisi kiri, termasuk peluang pada menit ke-70 saat Dumfries menyambar bola kiriman Dimarco, namun sepakannya melambung tinggi.<\/p>\n<p>Lautaro Martinez yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-67 bersama Mkhitaryan juga beberapa kali menciptakan tekanan ke pertahanan Parma.<\/p>\n<p>Gol kedua tercipta pada menit ke-80. Lautaro Martinez menusuk dari sisi kanan dan mengirim operan tarik ke dalam kotak penalti yang diselesaikan Henrikh Mkhitaryan tanpa kesulitan.<\/p>\n<p>Kerja sama keduanya memastikan keunggulan 2-0 bagi Inter Milan di laga ini.<\/p>\n<p>Parma sempat mencetak gol melalui Nesta Elphege enam menit berselang, namun wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside dalam proses serangan.<\/p>\n<p>Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-0 untuk Inter Milan tidak berubah.<\/p>\n<h2>Kepastian Gelar Serie A ke-21<\/h2>\n<p>Kemenangan ini menegaskan dominasi Inter Milan sepanjang kompetisi Serie A musim 2025-2026. Dengan 82 poin dari 35 laga, posisi mereka di puncak klasemen Liga Italia sudah tidak dapat digeser.<\/p>\n<p>Napoli yang berada di peringkat kedua hanya mampu mengumpulkan maksimal 79 poin apabila menyapu bersih tiga pertandingan tersisa.<\/p>\n<p>Inter Milan pun resmi menyegel scudetto ke-21 dalam sejarah klub pada pekan ke-35. Gelar ini diraih setelah mereka tampil konsisten sepanjang musim dan memanfaatkan momentum saat pesaing terdekat gagal meraih kemenangan pada pekan yang sama.<\/p>\n<h2>Susunan Pemain<\/h2>\n<h3>Inter Milan<\/h3>\n<p>Yann Sommer; Yann Bisseck, Manuel Akanji, Alessandro Bastoni; Denzel Dumfries, Petar Sucic, Piotr Zielinski, Nicolo Barella, Federico Dimarco; Marcus Thuram dan Francesco Pio Esposito.<\/p>\n<h3>Parma<\/h3>\n<p>Zion Suzuki; Alessandro Circati, Mariano Troilo, Abdoulaye Ndiaye; Enrico Delprato, Adrian Bernabe, Hans Nicolussi Caviglia, Mandela Keita, Emanuele Valeri; Gabriel Strefezza dan Mateo Pellegrino.<\/p>\n<p>Dengan hasil ini, Inter Milan memastikan pesta juara berlangsung di San Siro pada pekan ke-35, sekaligus menandai keberhasilan mereka mengunci gelar Serie A musim 2025-2026 di kandang sendiri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inter Milan juara Serie A 2025\/2026 usai menang 2-0 atas Parma. Thuram dan Mkhitaryan cetak gol, Nerazzurri kunci scudetto ke-21.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9717,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,155],"tags":[157,158,169,237],"class_list":["post-9703","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sepakbola","category-serie-a","tag-inter-milan","tag-liga-italia","tag-parma","tag-serie-a"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9703"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9703\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9719,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9703\/revisions\/9719"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9717"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}