{"id":8652,"date":"2026-04-25T20:15:00","date_gmt":"2026-04-25T13:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=8652"},"modified":"2026-04-28T16:47:31","modified_gmt":"2026-04-28T09:47:31","slug":"negara-dengan-jumlah-juara-liga-champions-terbanyak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/04\/25\/negara-dengan-jumlah-juara-liga-champions-terbanyak\/","title":{"rendered":"Negara dengan Jumlah Juara Liga Champions Terbanyak"},"content":{"rendered":"<p>Paris Saint-Germain menjuarai final <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/liga-champions\/\">Liga Champions<\/a> 2025 setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor 5-0 di Munich, sekaligus menambah daftar negara yang memiliki pemain pemenang kompetisi tersebut menjadi 56 negara.<\/p>\n<p>Hingga final 2025, tercatat sekitar 633 pemain dari 54 negara pernah tampil dalam kemenangan final Piala Eropa atau Liga Champions UEFA, banyak di antaranya lebih dari satu kali.<\/p>\n<p>Kemenangan Paris pada 2025 membuat Maroko dan Ekuador untuk pertama kalinya memiliki pemain yang tampil dalam tim juara final Liga Champions melalui Achraf Hakimi dan Willian Pacho.<\/p>\n<p>Achraf Hakimi menjadi pemain pertama asal Maroko yang tampil dalam kemenangan final, setelah sebelumnya tidak bermain untuk Real Madrid di babak gugur 2018.<\/p>\n<p>Ia juga menjadi pemain pertama dari negaranya yang mencetak gol di final Piala Eropa.<\/p>\n<p>Sementara itu, Willian Pacho tercatat sebagai pemain Ekuador pertama yang tampil dalam tim yang memenangkan final.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Kang-in Lee gagal menjadi pemain pertama dari Korea Selatan yang bermain dalam kemenangan final karena hanya menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan di Munich.<\/p>\n<p>Final 2025 juga memperpanjang catatan sejumlah negara yang belum memiliki pemain juara Liga Champions.<\/p>\n<p>Inter Milan yang diperkuat Hakan \u00c7alhano\u011flu harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain, sehingga Turki kembali gagal memiliki pemain yang berdiri di podium juara setelah berperan dalam pertandingan final kompetisi ini.<\/p>\n<p>Kristjan Asllani (Albania), Henrikh Mkhitaryan (Armenia), dan Mehdi Taremi (Iran) juga belum berhasil menjadi pemain pertama dari negara masing-masing yang tampil dalam kemenangan final liga champions.<\/p>\n<h2>Negara dengan Jumlah Juara Liga Champions Terbanyak<\/h2>\n<p>Liga Champions merupakan turnamen antarklub paling bergengsi di Eropa dan hanya diikuti klub-klub terbaik dari berbagai liga domestik.<\/p>\n<p>Sepanjang sejarah penyelenggaraan, sebanyak 22 klub telah menjuarai Liga Champions.<\/p>\n<p>Berdasarkan negara asal klub, Inggris menjadi negara dengan jumlah klub juara terbanyak, yakni lima klub.<\/p>\n<h3>Inggris (5 Klub Juara)<\/h3>\n<p>Inggris mencatatkan lima klub yang pernah menjuarai Liga Champions, yakni Liverpool, Manchester United, Chelsea, Nottingham Forest, dan Aston Villa.<\/p>\n<p>Liverpool menjadi klub Inggris tersukses dengan enam trofi. Manchester United meraih tiga trofi, sementara Chelsea dan Nottingham Forest masing-masing mengoleksi dua trofi. Aston Villa pernah satu kali menjadi juara.<\/p>\n<p>Selain lima klub tersebut, empat klub Inggris lainnya pernah mencapai final tetapi belum meraih gelar, yaitu Leeds United, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Manchester City.<\/p>\n<h3>Italia (3 Klub Juara)<\/h3>\n<p>Italia memiliki tiga klub yang pernah menjuarai Liga Champions, yakni AC Milan, Inter Milan, dan Juventus.<\/p>\n<p>AC Milan menjadi yang terbanyak dengan tujuh trofi dan tercatat sebagai klub tersukses kedua dalam sejarah Liga Champions setelah Real Madrid.<\/p>\n<p>Inter Milan mengoleksi tiga trofi, sedangkan Juventus meraih dua gelar.<\/p>\n<h3>Jerman (3 Klub Juara)<\/h3>\n<p>Jerman juga memiliki tiga klub juara Liga Champions, yakni Bayern Munich, Hamburg SV, dan Borussia Dortmund.<\/p>\n<p>Bayern Munich menjadi klub Jerman tersukses dengan enam trofi. Hamburg SV dan Borussia Dortmund masing-masing meraih satu gelar.<\/p>\n<p>Bayern Munich pada 1974 tercatat sebagai tim Jerman pertama yang meraih gelar juara kompetisi ini.<\/p>\n<h3>Belanda (3 Klub Juara)<\/h3>\n<p>Belanda mencatat tiga klub yang pernah menjadi juara Liga Champions, yaitu Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven, dan Feyenoord.<\/p>\n<p>Ajax menjadi yang tersukses dengan empat trofi serta dua kali menjadi runner-up. PSV Eindhoven dan Feyenoord masing-masing meraih satu gelar.<\/p>\n<h3>Spanyol (2 Klub Juara)<\/h3>\n<p>Spanyol secara total mencatat 18 gelar Liga Champions yang terbagi hanya kepada dua klub, yakni Real Madrid dan Barcelona.<\/p>\n<p>Real Madrid mengoleksi 13 trofi, sementara Barcelona meraih lima trofi. Selain itu, Atletico Madrid pernah tiga kali mencapai final dan Valencia dua kali mencapai final, namun belum meraih gelar.<\/p>\n<h3>Portugal (2 Klub Juara)<\/h3>\n<p>Portugal memiliki dua klub juara Liga Champions, yaitu Benfica dan FC Porto. Benfica menjuarai kompetisi ini pada musim 1960\/1961 dan 1961\/1962, serta lima kali mencapai final setelahnya tanpa tambahan gelar. FC Porto meraih dua trofi pada musim 1986\/1987 dan 2003\/2004.<\/p>\n<h2>Data Pemain Juara Liga Champions Berdasarkan Negara<\/h2>\n<p>Selain data klub, jumlah pemain juara Liga Champions juga mencerminkan dominasi sejumlah negara. Spanyol memimpin dengan 80 pemain yang pernah memenangkan final.<\/p>\n<p>Italia menyusul dengan 74 pemain, Inggris 70 pemain, dan Jerman 64 pemain. Belanda memiliki 52 pemain juara, Portugal 46 pemain, Brasil 41 pemain, dan Prancis 39 pemain.<\/p>\n<p>Skotlandia mencatat 26 pemain juara, Rumania 14, Yugoslavia 13, serta Argentina 12. Kroasia, Republik Irlandia, dan Denmark masing-masing memiliki delapan pemain juara. Swedia memiliki tujuh pemain. Belgia, Ceko, Norwegia, Polandia, dan Wales masing-masing mencatat empat pemain juara.<\/p>\n<p>Ghana, Pantai Gading, Nigeria, dan Uruguay masing-masing memiliki tiga pemain juara. Australia, Austria, Kamerun, Finlandia, Georgia, Mali, Irlandia Utara, Senegal, Serbia, dan Swiss masing-masing memiliki dua pemain juara.<\/p>\n<p>Sementara itu, sejumlah negara memiliki satu pemain yang pernah menjuarai Liga Champions, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li data-section-id=\"170y96v\" data-start=\"0\" data-end=\"40\">Aljazair \u2014 Rabah Madjer (Porto 1987)<\/li>\n<li data-section-id=\"1oc8azx\" data-start=\"41\" data-end=\"102\">Bosnia dan Herzegovina \u2014 Hasan Salihamid\u017ei\u0107 (Bayern 2001)<\/li>\n<li data-section-id=\"1g1q7hd\" data-start=\"103\" data-end=\"151\">Bulgaria \u2014 Hristo Stoichkov (Barcelona 1992)<\/li>\n<li data-section-id=\"1oyt2xm\" data-start=\"152\" data-end=\"194\">Kanada \u2014 Alphonso Davies (Bayern 2020)<\/li>\n<li data-section-id=\"1lx5glg\" data-start=\"195\" data-end=\"255\">Kosta Rika \u2014 Keylor Navas (Real Madrid 2016, 2017, 2018)<\/li>\n<li data-section-id=\"o3c7iw\" data-start=\"256\" data-end=\"310\">Ekuador \u2014 Willian Pacho (Paris Saint-Germain 2025)<\/li>\n<li data-section-id=\"4kwbb3\" data-start=\"311\" data-end=\"353\">Mesir \u2014 Mohamed Salah (Liverpool 2019)<\/li>\n<li data-section-id=\"1p5bbsh\" data-start=\"354\" data-end=\"413\">Hongaria \u2014 Ferenc Pusk\u00e1s (Real Madrid 1959, 1960, 1966)<\/li>\n<li data-section-id=\"1yl6vwn\" data-start=\"414\" data-end=\"459\">Meksiko \u2014 Rafael M\u00e1rquez (Barcelona 2006)<\/li>\n<li data-section-id=\"1dpzur7\" data-start=\"460\" data-end=\"513\">Maroko \u2014 Achraf Hakimi (Paris Saint-Germain 2025)<\/li>\n<li data-section-id=\"13u3zkr\" data-start=\"514\" data-end=\"561\">Makedonia Utara \u2014 Goran Pandev (Inter 2010)<\/li>\n<li data-section-id=\"tnhu9l\" data-start=\"562\" data-end=\"603\">Peru \u2014 V\u00edctor Ben\u00edtez (AC Milan 1963)<\/li>\n<li data-section-id=\"1cb4yha\" data-start=\"604\" data-end=\"652\">Afrika Selatan \u2014 Benni McCarthy (Porto 2004)<\/li>\n<li data-section-id=\"z9ghd5\" data-start=\"653\" data-end=\"694\">Rusia \u2014 Dmitri Alenichev (Porto 2004)<\/li>\n<li data-section-id=\"d386so\" data-start=\"695\" data-end=\"742\">San Marino \u2014 Massimo Bonini (Juventus 1985)<\/li>\n<li data-section-id=\"v9q0re\" data-start=\"743\" data-end=\"804\">Trinidad &amp; Tobago \u2014 Dwight Yorke (Manchester United 1999)<\/li>\n<li data-section-id=\"9l7c6v\" data-start=\"805\" data-end=\"852\">Ukraina \u2014 Andriy Shevchenko (AC Milan 2003)<\/li>\n<li data-section-id=\"fd30i2\" data-start=\"853\" data-end=\"907\">Amerika Serikat \u2014 Christian Pulisic (Chelsea 2021)<\/li>\n<li data-section-id=\"1jc9gi6\" data-start=\"908\" data-end=\"956\">Zimbabwe \u2014 Bruce Grobbelaar (Liverpool 1984)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Turki tercatat sebagai negara dengan peringkat tertinggi dalam peringkat UEFA saat ini yang belum pernah memiliki juara Liga Champions atau Piala Eropa.<\/p>\n<p>Empat finalis asal Turki, yakni Y\u0131ld\u0131ray Ba\u015ft\u00fcrk (Leverkusen, 2002), Hamit Alt\u0131ntop (Bayern, 2010), Nuri \u015eahin (Dortmund, 2013), dan Hakan \u00c7alhano\u011flu (Inter 2023, 2025), seluruhnya berakhir dengan medali runner-up.<\/p>\n<p>Yunani menjadi negara dengan finalis terbanyak tanpa menghasilkan pemenang, yakni 12 pemain, termasuk 11 pemain Panathinaikos pada final 1971 dan Akis Zikos bersama Monaco pada 2004.<\/p>\n<p>Sementara itu, San Marino menjadi negara Eropa dengan peringkat terendah yang pernah memiliki juara Liga Champions melalui Massimo Bonini yang menjuarai edisi 1985 bersama Juventus.<\/p>\n<p>Data tersebut menunjukkan distribusi gelar dan pemain juara liga champions berdasarkan negara, baik dari sisi klub maupun individu yang pernah tampil dalam kemenangan final kompetisi antarklub tertinggi di Eropa tersebut, dengan alur berita runtut dan mudah dipahami.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Paris Saint-Germain juara Liga Champions 2025 usai menang 5-0 atas Inter Milan. Simak daftar negara dengan pemain juara Liga Champions terbanyak.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8665,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179,16],"tags":[97],"class_list":["post-8652","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-liga-champions","category-sepakbola","tag-liga-champions"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8652","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8652"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8652\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8667,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8652\/revisions\/8667"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8665"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}