{"id":8650,"date":"2026-04-25T19:40:00","date_gmt":"2026-04-25T12:40:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=8650"},"modified":"2026-04-28T16:32:01","modified_gmt":"2026-04-28T09:32:01","slug":"pelatih-dengan-gelar-liga-champions-terbanyak-sepanjang-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/04\/25\/pelatih-dengan-gelar-liga-champions-terbanyak-sepanjang-sejarah\/","title":{"rendered":"Pelatih dengan Gelar Liga Champions Terbanyak Sepanjang Sejarah"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/liga-champions\/\">Liga Champions<\/a> merupakan kompetisi sepak bola paling prestisius di Eropa yang sejak berganti format pada 1992 hanya dimenangkan lebih dari satu kali oleh delapan pelatih.<\/p>\n<p>Real Madrid tercatat sebagai juara bertahan musim ini setelah mengalahkan Liverpool dengan skor 1-0 di final musim lalu, sekaligus memastikan trofi ke-14 bagi klub tersebut.<\/p>\n<p>Capaian itu menempatkan <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/carlo-ancelotti\/\">Carlo Ancelotti<\/a> sebagai pelatih dengan gelar Liga Champions terbanyak sepanjang sejarah dengan total empat trofi.<\/p>\n<p>Sejak perubahan format pada 1992, hanya delapan nama yang mampu mengangkat trofi Liga Champions lebih dari satu kali.<\/p>\n<p>Carlo Ancelotti memimpin daftar tersebut dengan empat gelar, disusul Zinedine Zidane dengan tiga gelar, serta enam pelatih lain yang masing-masing meraih dua trofi.<\/p>\n<p>Keberhasilan tersebut dicatat bersama klub berbeda dalam berbagai periode final yang berlangsung di sejumlah kota Eropa.<\/p>\n<p>Berikut daftar lengkap pelatih dengan lebih dari satu gelar Liga Champions sejak 1992, termasuk rincian klub, musim, serta hasil akhir yang mereka raih di partai final.<\/p>\n<h2>Daftar Pelatih dengan Gelar Liga Champions Terbanyak<\/h2>\n<h3>Carlo Ancelotti (4 Gelar)<\/h3>\n<p>Carlo Ancelotti menjadi pelatih dengan trofi terbanyak dalam sejarah Liga Champions dengan koleksi empat gelar.<\/p>\n<p>Dua trofi diraih bersama AC Milan pada musim 2002\/2003 dan 2006\/2007. Bersama klub Italia tersebut, ia juga membawa Milan ke final pada musim 2004\/2005.<\/p>\n<p>Selain itu, Ancelotti mempersembahkan dua gelar untuk Real Madrid pada musim 2013\/2014 dan 2021\/2022.<\/p>\n<p>Pada musim 2021\/2022, Real Madrid keluar sebagai juara setelah mengalahkan Liverpool 1-0 di final.<\/p>\n<p>Total empat trofi tersebut menempatkan Carlo Ancelotti di posisi teratas dalam daftar pelatih tersukses di kompetisi Liga Champions.<\/p>\n<h3>Zinedine Zidane (3 Gelar)<\/h3>\n<p>Zinedine Zidane mencatatkan tiga gelar Liga Champions bersama Real Madrid.<\/p>\n<p>Ia pertama kali menjadi pelatih utama Real Madrid pada tengah musim 2015\/2016 dan langsung mempersembahkan trofi pada musim tersebut.<\/p>\n<p>Zidane kembali membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions secara beruntun pada 2016\/2017 dan 2017\/2018.<\/p>\n<p>Tiga gelar tersebut seluruhnya diraih bersama Los Blancos dalam tiga musim berturut-turut.<\/p>\n<h3>Vicente del Bosque (2 Gelar)<\/h3>\n<p>Vicente del Bosque meraih dua gelar Liga Champions bersama Real Madrid pada musim 1999\/2000 dan 2001\/2002.<\/p>\n<p>Pada final 2000, Real Madrid mengalahkan Valencia dengan skor 3-0 melalui gol Fernando Morientes, Steve McManaman, dan Raul Gonzalez.<\/p>\n<p>Pada final 2002, Real Madrid menundukkan Bayer Leverkusen dengan skor 2-1. Salah satu gol pada laga tersebut dicetak oleh Zinedine Zidane melalui tendangan voli.<\/p>\n<h3>Pep Guardiola (2 Gelar)<\/h3>\n<p>Pep Guardiola mempersembahkan dua trofi Liga Champions untuk Barcelona pada musim 2008\/2009 dan 2010\/2011.<\/p>\n<p>Gelar pertama diraih pada musim perdananya sebagai pelatih utama Barcelona, yang juga berakhir dengan raihan enam trofi dalam satu musim.<\/p>\n<p>Pada final 2009, Barcelona mengalahkan Manchester United. Dua tahun kemudian, Barcelona kembali bertemu Manchester United di final 2011 dan kembali meraih kemenangan di Wembley.<\/p>\n<h3>Sir Alex Ferguson (2 Gelar)<\/h3>\n<p>Sir Alex Ferguson membawa Manchester United meraih dua gelar Liga Champions. Gelar pertama diraih pada 1999 saat Manchester United mencatatkan treble winner.<\/p>\n<p>Trofi kedua diperoleh sembilan tahun kemudian ketika Manchester United mengalahkan Chelsea di partai final.<\/p>\n<h3>Jupp Heynckes (2 Gelar)<\/h3>\n<p>Jupp Heynckes meraih dua gelar Liga Champions bersama dua klub berbeda. Ia memenangkan trofi bersama Real Madrid pada 1998.<\/p>\n<p>Heynckes kembali meraih gelar Liga Champions pada 2013 bersama Bayern Munchen. Pada musim tersebut, Bayern Munchen juga memenangkan Bundesliga dan DFB Pokal.<\/p>\n<h3>Jose Mourinho (2 Gelar)<\/h3>\n<p>Jose Mourinho meraih dua gelar Liga Champions bersama dua klub berbeda. Trofi pertama diraih bersama Porto pada 2004 setelah mengalahkan AS Monaco 3-0 di final.<\/p>\n<p>Gelar kedua diperoleh pada 2010 bersama Inter Milan. Pada musim tersebut, Inter Milan mencatatkan treble winner dengan meraih Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions.<\/p>\n<h3>Ottmar Hitzfeld (2 Gelar)<\/h3>\n<p>Ottmar Hitzfeld menjadi juara Liga Champions bersama Borussia Dortmund pada musim 1996\/1997 setelah mengalahkan Juventus 3-1.<\/p>\n<p>Ia kembali meraih gelar pada musim 2000\/2001 bersama Bayern Munchen. Pada final tersebut, Bayern Munchen mengalahkan Valencia melalui adu penalti.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liga Champions sejak berganti format pada 1992 telah melahirkan sejumlah pelatih legendaris. Carlo Ancelotti tercatat sebagai pelatih tersukses dengan empat gelar.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8659,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179,16],"tags":[1104,97],"class_list":["post-8650","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-liga-champions","category-sepakbola","tag-carlo-ancelotti","tag-liga-champions"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8650","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8650"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8650\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8661,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8650\/revisions\/8661"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}