{"id":8273,"date":"2026-04-22T22:30:27","date_gmt":"2026-04-22T15:30:27","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=8273"},"modified":"2026-04-22T22:30:30","modified_gmt":"2026-04-22T15:30:30","slug":"hasil-psim-vs-persija-imbang-1-1-macan-kemayoran-gagal-maksimalkan-penalti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/04\/22\/hasil-psim-vs-persija-imbang-1-1-macan-kemayoran-gagal-maksimalkan-penalti\/","title":{"rendered":"Hasil PSIM vs Persija: Imbang 1-1, Macan Kemayoran Gagal Maksimalkan Penalti"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/psim-yogyakarta\/\">PSIM Yogyakarta<\/a> bermain imbang 1-1 melawan <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/persija-jakarta\/\">Persija Jakarta<\/a> pada pekan ke-29 <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/super-league\/\">Super League<\/a> 2025-2026 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (22\/4) sore WIB.<\/p>\n<p>Dalam laga tersebut, PSIM Yogyakarta unggul lebih dulu melalui gol cepat Norberto Ezequiel Vidal, sementara Persija Jakarta menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Allano Brendon De Souza Lima.<\/p>\n<p>Hasil ini membuat kedua tim berbagi satu poin dalam lanjutan Super League.<\/p>\n<p>Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. PSIM Yogyakarta yang bertindak sebagai tuan rumah harus menggelar laga di Bali karena tidak mendapatkan izin keamanan untuk bermain di Yogyakarta.<\/p>\n<p>Meski tampil di luar markas, PSIM Yogyakarta mampu mencetak gol lebih dahulu sebelum Persija Jakarta merespons melalui situasi bola mati.<\/p>\n<p>Drama penalti mewarnai pertandingan setelah Persija Jakarta mendapatkan dua peluang dari titik putih, namun satu di antaranya gagal dimaksimalkan.<\/p>\n<p>Secara statistik, Persija Jakarta mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen berbanding 32 persen milik PSIM Yogyakarta.<\/p>\n<p>Tim tamu mencatatkan 19 tembakan dengan sembilan tepat sasaran, sedangkan PSIM Yogyakarta hanya menghasilkan dua percobaan dengan satu mengarah ke gawang. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.<\/p>\n<h2>Jalannya Pertandingan<\/h2>\n<p>PSIM Yogyakarta langsung mengejutkan lini pertahanan Persija Jakarta saat laga baru berjalan tiga menit.<\/p>\n<p>Gol bermula dari keberhasilan Deri Corfe memotong aliran bola pemain lawan dan membangun serangan balik cepat dari sisi kanan.<\/p>\n<p>Savio Sheva mengirimkan umpan yang dikonversi menjadi gol oleh Norberto Ezequiel Vidal atau Pulga Vidal.<\/p>\n<p>Vidal melepaskan tendangan <em>first-time<\/em> yang membobol gawang Persija Jakarta dan membawa PSIM Yogyakarta unggul 1-0.<\/p>\n<p>Gol cepat tersebut membuat Persija Jakarta meningkatkan intensitas serangan. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-19 setelah Donny Warmerdam melakukan pelanggaran di area terlarang terhadap Allano.<\/p>\n<p>Wasit menunjuk titik putih dan Allano Brendon De Souza Lima yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya sehingga skor berubah menjadi 1-1.<\/p>\n<p>Drama kembali terjadi menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-40. Yusaku Yamadera dinilai melanggar Allano di kotak penalti dan Persija Jakarta kembali mendapatkan hadiah penalti.<\/p>\n<p>Maxwell Souza yang menjadi eksekutor gagal membawa timnya unggul setelah tendangannya ditepis kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.<\/p>\n<p>Memasuki babak kedua, Persija Jakarta terus menekan pertahanan PSIM Yogyakarta. Pada menit ke-66, pelatih Mauricio Souza memasukkan Gustavo Almeida dan Alaaeddine Ajaraie untuk menambah daya gedor.<\/p>\n<p>Sejumlah peluang tercipta melalui Van Basty Sousa, Bruno Tubarao, hingga eksekusi bebas Maxwell Souza, namun tidak menghasilkan gol tambahan.<\/p>\n<p>Pada menit ke-78, wasit Muhammad Nazmi sempat memberikan penalti ketiga untuk Persija Jakarta.<\/p>\n<p>Namun, keputusan tersebut dibatalkan setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) menunjukkan adanya posisi <em>offside<\/em> sebelum insiden terjadi. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan dan laga berakhir dengan skor 1-1.<\/p>\n<h2>Susunan Pemain<\/h2>\n<p><strong>PSIM Yogyakarta (4-3-3):<\/strong> 19-Cahya Supriadi (GK); 15-Raka Cahyana, 2-Jop van der Avert, 4-Fraco Ramos Mingo, 3-Yusaku Yamadera; 8-Savio Sheva, 56-Donny Warmerdam, 10-Ze Valente; 11-Norberto Ezequiel Vidal, 6-Muhammad Iqbal, 7-Deri Corfe. Pelatih: Jean Paul van Gastel.<\/p>\n<p><strong>Persija Jakarta (4-3-3):<\/strong> 1-Carlos Eduardo (GK); 88-Bruno Tubarao, 5-Riski Ridho, 3-Paulo Ricardo, 77-Doni Pamungkas; 21-Jordi Amat, 15-Van Basty Sousa, 58-Rayhan Hannan; 17-Allano Brendon De Souza Lima, 99-Maxwell Souza, 98-Eksel Runtukahu. Pelatih: Mauricio Souza.<\/p>\n<h2>Posisi Klasemen Super League<\/h2>\n<p>Dengan hasil ini, Persija Jakarta tetap berada di peringkat ketiga klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan 59 poin.<\/p>\n<p>Persija Jakarta tertinggal empat poin dari Borneo FC dan enam poin dari Persib Bandung yang belum memainkan laga pekan ke-29.<\/p>\n<p>Sementara itu, PSIM Yogyakarta menempati posisi kesembilan klasemen dengan 39 poin.<\/p>\n<p>Tambahan satu poin dari laga ini membuat PSIM Yogyakarta tetap berada di papan tengah Super League setelah pekan ke-29.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PSIM Yogyakarta bermain imbang 1-1 melawan Persija Jakarta pada pekan ke-29 Super League 2025\/2026.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8278,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[174,16],"tags":[106,305,108],"class_list":["post-8273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-liga-indonesia","category-sepakbola","tag-persija-jakarta","tag-psim-yogyakarta","tag-super-league"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8273"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8273\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8280,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8273\/revisions\/8280"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}