{"id":8147,"date":"2026-04-21T13:00:00","date_gmt":"2026-04-21T06:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=8147"},"modified":"2026-04-21T01:24:40","modified_gmt":"2026-04-20T18:24:40","slug":"iran-enggan-hadiri-perundingan-lanjutan-dengan-amerika-serikat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/04\/21\/iran-enggan-hadiri-perundingan-lanjutan-dengan-amerika-serikat\/","title":{"rendered":"Iran Enggan Hadiri Perundingan Lanjutan dengan Amerika Serikat"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/iran\/\">Iran<\/a> menyatakan tidak akan menghadiri putaran kedua perundingan dengan <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/amerika-serikat\/\">Amerika Serikat<\/a> yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, menyusul pengumuman Presiden <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/as\/\">AS<\/a> Donald Trump pada Minggu terkait rencana pengiriman delegasi AS untuk melanjutkan pembicaraan guna mengakhiri perang AS-Israel di Iran.<\/p>\n<p>Keputusan Iran tersebut dilaporkan kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA) pada Minggu, dengan alasan adanya blokade angkatan laut AS serta perbedaan mendasar dalam negosiasi.<\/p>\n<p>Penolakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/konflik-internasional\/\">konflik internasional<\/a> yang melibatkan kedua negara.<\/p>\n<p>Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa perwakilan Amerika Serikat akan berangkat ke Islamabad pada Senin untuk kemungkinan pembicaraan lanjutan.<\/p>\n<p>Dalam unggahannya, Trump menulis, \u201cKami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik, dan setiap jembatan, di Iran.\u201d<\/p>\n<p>Ia juga menuduh Iran melanggar gencatan senjata dua minggu yang akan berakhir pada Rabu dengan melepaskan tembakan di Selat Hormuz pada Sabtu.<\/p>\n<p>\u201cIran menyatakan bahwa ketidakhadirannya dalam putaran kedua pembicaraan tersebut disebabkan oleh apa yang disebutnya sebagai tuntutan berlebihan Washington, harapan yang tidak realistis, perubahan sikap yang terus-menerus, kontradiksi yang berulang, dan blokade angkatan laut yang sedang berlangsung, yang dianggapnya sebagai pelanggaran gencatan senjata,\u201d tulis laporan dari IRNA.<\/p>\n<p>Laporan itu juga menyebut bahwa Teheran menilai tindakan Washington sebagai bagian dari dinamika <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/politik-internasional\/\">politik internasional<\/a> yang memperumit proses negosiasi.<\/p>\n<h2>Perkembangan Negosiasi dan Blokade Selat Hormuz<\/h2>\n<p>Sebelumnya, pembicaraan putaran pertama yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance pada akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan.<\/p>\n<p>Trump tidak merinci pejabat mana yang akan dikirim dalam putaran kedua, namun seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kepada The Jerusalem Post bahwa delegasi akan dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan Jared Kushner.<\/p>\n<p>Trump kemudian mengatakan kepada ABC News bahwa Vance tidak akan memimpin putaran berikutnya dan menyebut ketidakhadirannya \u201chanya karena alasan keamanan\u201d.<\/p>\n<p>Militer AS menyatakan telah memaksa 23 kapal untuk berbalik arah di dekat Selat Hormuz sejak blokade dimulai.<\/p>\n<p>Komando Pusat AS menyampaikan bahwa pasukan terus menegakkan blokade \u201cterhadap kapal yang memasuki atau keluar dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran\u201d.<\/p>\n<p>Di sisi lain, angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu menyatakan bahwa Selat Hormuz telah ditutup kembali kurang dari 24 jam setelah dibuka, dan akan tetap ditutup sampai AS mencabut blokade angkatan lautnya terhadap kapal dan pelabuhan Iran.<\/p>\n<p>Kementerian Luar Negeri Iran melalui juru bicara Esmaeil Baghaei menyatakan di platform X.<\/p>\n<p>\u201cApa yang disebut Amerika Serikat sebagai \u2018blokade\u2019 terhadap pelabuhan atau garis pantai Iran bukan hanya pelanggaran terhadap gencatan senjata yang dimediasi Pakistan, tetapi juga melanggar hukum dan merupakan tindakan kriminal,\u201d tulisnya.<\/p>\n<p>\u201cTerlebih lagi, dengan sengaja menjatuhkan hukuman kolektif kepada penduduk Iran, hal itu sama dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan bahwa meskipun terdapat \u201ckemajuan signifikan yang dicapai\u201d dalam pembicaraan sebelumnya, kerangka kesepahaman harus disepakati sebelum dialog dilanjutkan.<\/p>\n<p>Ia juga menggambarkan tuntutan AS terkait program nuklir Iran sebagai \u201cmaksimalis\u201d.<\/p>\n<p>\u201cMasih banyak kesenjangan dan beberapa poin mendasar yang belum terselesaikan,\u201d serta menambahkan, \u201cKita masih jauh dari pembahasan akhir,\u201d jelas Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.<\/p>\n<p>Trump menyampaikan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa AS \u201cmengambil sikap tegas\u201d dan kedua pihak \u201csedang melakukan pembicaraan yang sangat baik\u201d.<\/p>\n<p>Ia juga menuduh Iran \u201cbermain-main\u201d dalam isu Selat Hormuz dan menegaskan bahwa AS tidak akan \u201cdiperas\u201d.<\/p>\n<p>Kepada Axios, Trump mengatakan, \u201cSaya merasa baik-baik saja tentang hal itu. Konsep kesepakatan sudah selesai. Saya pikir kita memiliki peluang yang sangat baik untuk menyelesaikannya.\u201d<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berbicara melalui telepon pada Minggu dan membahas \u201cperlunya dialog dan keterlibatan berkelanjutan sebagai hal penting untuk menyelesaikan masalah saat ini sesegera mungkin\u201d.<\/p>\n<p>Di tengah situasi tersebut, seorang pejabat AS mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa \u201cpasukan Amerika telah menyelesaikan persiapan mereka dan siap untuk skenario apa pun,\u201d sementara kapal induk USS George HW Bush dilaporkan menuju wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Situasi ini menambah dinamika konflik internasional yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat dalam lanskap politik internasional yang terus berkembang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Iran menolak hadiri putaran kedua perundingan dengan AS di Pakistan. Teheran menyoroti blokade laut AS dan perbedaan mendasar dalam negosiasi.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8188,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[153],"tags":[129,203,202,764,942],"class_list":["post-8147","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-amerika-serikat","tag-as","tag-iran","tag-konflik-internasional","tag-politik-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8147","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8147"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8147\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8190,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8147\/revisions\/8190"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8147"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8147"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8147"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}