{"id":8027,"date":"2026-04-18T23:42:13","date_gmt":"2026-04-18T16:42:13","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=8027"},"modified":"2026-04-18T23:42:16","modified_gmt":"2026-04-18T16:42:16","slug":"191-orang-tewas-dalam-festival-songkran-di-thailand","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/04\/18\/191-orang-tewas-dalam-festival-songkran-di-thailand\/","title":{"rendered":"191 Orang Tewas dalam Festival Songkran di Thailand"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebanyak 191 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian kecelakaan lalu lintas selama perayaan festival Songkran di Thailand pada 10 hingga 14 April 2026. <\/p>\n\n\n\n<p>Data dari otoritas setempat menunjukkan 951 kecelakaan terjadi dalam periode tersebut, mengakibatkan 911 orang mengalami luka-luka. <\/p>\n\n\n\n<p>Peristiwa luar negeri ini terjadi di berbagai wilayah Thailand saat jutaan warga melakukan perjalanan mudik untuk merayakan Tahun Baru Thailand bersama keluarga, dengan Bangkok mencatat jumlah korban jiwa tertinggi selama periode lima hari itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Menteri Kehakiman Rutthapon Naowarat pada Rabu menyampaikan bahwa kecelakaan terjadi sejak Jumat hingga Selasa dalam masa libur festival Songkran. <\/p>\n\n\n\n<p>Ia menyebutkan total 951 kecelakaan lalu lintas menyebabkan 191 kematian dan 911 cedera. <\/p>\n\n\n\n<p>Letnan Jenderal Polisi Rutthapon menyatakan Bangkok mencatat jumlah korban jiwa terbanyak, yakni 16 orang, sementara Provinsi Phrae di utara mencatat jumlah kecelakaan tertinggi, yaitu 45 kejadian, serta korban luka terbanyak sebanyak 47 orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Festival Songkran yang dikenal sebagai perayaan tahunan terbesar di Thailand memicu peningkatan mobilitas masyarakat dari kota-kota besar seperti Bangkok menuju provinsi asal. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam tiga hari pertama saja, tercatat 191 kematian dengan 951 kecelakaan dan 911 cedera. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada hari pertama perayaan, 51 orang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Ngebut menjadi penyebab utama kematian dengan hampir 42 persen, diikuti mengemudi dalam keadaan mabuk sebesar 27,4 persen.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Data Kecelakaan dan Penyebab Dominan<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada 15 April (15\/4) saja, tercatat 192 kecelakaan lalu lintas dengan 202 orang cedera dan 30 kematian. <\/p>\n\n\n\n<p>Phrae kembali mencatat jumlah kecelakaan terbanyak hari itu sebanyak 16 kejadian serta 18 korban luka, sementara Pathum Thani di utara Bangkok mencatat jumlah kematian harian tertinggi sebanyak tiga orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum selama periode 10 hingga 14 April (10\/4\u201314\/4), ngebut menjadi penyebab kecelakaan paling umum dengan persentase 38,54 persen, disusul mengemudi dalam keadaan mabuk sebesar 28,13 persen. <\/p>\n\n\n\n<p>Sepeda motor terlibat dalam 72,88 persen dari total kecelakaan. Rentang usia korban paling banyak berada pada kelompok usia 20 hingga 29 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Departemen Pengawasan melaporkan bahwa sejak Jumat hingga Selasa terdapat 3.726 kasus mengemudi dalam keadaan mabuk, atau 94,07 persen dari seluruh kasus mengemudi ilegal selama periode tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Provinsi Chiang Mai mencatat kasus mengemudi sambil mabuk terbanyak dengan 651 kasus, diikuti Samut Prakan sebanyak 317 kasus dan Nonthaburi sebanyak 266 kasus.<\/p>\n\n\n\n<p>Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana juga melaporkan bahwa \u201cjumlah kecelakaan tertinggi terjadi antara pukul 15.01 dan 18.00\u201d selama masa festival Songkran. <\/p>\n\n\n\n<p>Periode ini dikenal sebagai \u201ctujuh hari berbahaya\u201d karena tingginya angka kecelakaan yang dikaitkan dengan ngebut dan perilaku berisiko seperti tidak mengenakan helm.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbandingan Data Tujuh Hari Kampanye Keselamatan<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam laporan terpisah yang dirilis Jumat, Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana mencatat 1.242 kecelakaan lalu lintas selama kampanye keselamatan jalan raya tujuh hari Songkran pada 10 hingga 16 April. <\/p>\n\n\n\n<p>Kecelakaan tersebut mengakibatkan 1.200 orang cedera dan 242 kematian, dengan puncak liburan Tahun Baru Thailand berlangsung pada 13 hingga 15 April.<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Jenderal departemen tersebut, Theerapat Kachamat, menyatakan bahwa antara 10 dan 16 April kecelakaan lalu lintas turun 35,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara cedera dan kematian masing-masing menurun 37,53 persen dan 9,70 persen. <\/p>\n\n\n\n<p>Ia menyatakan bahwa ngebut menyumbang 40,5 persen dari total kecelakaan, diikuti mengemudi dalam keadaan mabuk dan memotong jalur kendaraan lain, dengan sepeda motor sebagai kendaraan yang paling sering terlibat kecelakaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Rata-rata sepanjang tahun kalender, Thailand mencatat 38 kematian akibat kecelakaan lalu lintas setiap hari. Namun selama festival Songkran, angka tersebut meningkat. <\/p>\n\n\n\n<p>Tahun ini, hari libur nasional tersebut diperkirakan menarik sekitar 500.000 pengunjung internasional dengan estimasi pendapatan 30,4 miliar baht atau sekitar 940 juta dolar AS.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah perayaan yang identik dengan perang air di berbagai kota seperti Chiang Mai dan Bangkok, aparat juga melakukan penindakan. <\/p>\n\n\n\n<p>Tujuh turis Prancis ditangkap pada 12 April (12\/4) setelah diduga menghalangi lalu lintas dan didakwa menyebabkan gangguan ketertiban umum terkait aktivitas permainan air mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Peristiwa luar negeri ini kembali menyoroti tingginya risiko kecelakaan lalu lintas selama festival Songkran di Thailand, di tengah kampanye keselamatan jalan raya dan penegakan hukum yang diperketat sepanjang periode perayaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebanyak 191 orang tewas dalam 951 kecelakaan lalu lintas selama festival Songkran Thailand 2026. Ngebut dan mabuk jadi penyebab utama.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8066,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[153],"tags":[993,676,424],"class_list":["post-8027","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-festival-songkran","tag-peristiwa-luar-negeri","tag-thailand"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8027"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8027\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8068,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8027\/revisions\/8068"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8066"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}