{"id":7825,"date":"2026-04-14T07:00:00","date_gmt":"2026-04-14T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=7825"},"modified":"2026-04-14T13:58:53","modified_gmt":"2026-04-14T06:58:53","slug":"como-vs-inter-3-4-nerazzurri-kian-dekat-ke-scudetto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/04\/14\/como-vs-inter-3-4-nerazzurri-kian-dekat-ke-scudetto\/","title":{"rendered":"Como vs Inter 3-4: Nerazzurri Kian Dekat ke Scudetto"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/inter-milan\/\">Inter Milan<\/a> meraih kemenangan dramatis atas <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/como\/\">Como<\/a> dengan skor 4-3 pada pekan ke-32 Serie A Liga Italia yang berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Senin (13\/4) dini hari WIB.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/hasil-pertandingan\/\">Hasil pertandingan<\/a> ini membuat Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 75 poin, unggul sembilan angka dari Napoli di posisi kedua.<\/p>\n<p>Pertandingan <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/sepak-bola\/\">sepak bola<\/a> tersebut menampilkan comeback impresif Inter setelah sempat tertinggal dua gol di babak pertama.<\/p>\n<p>Kemenangan ini juga menghentikan tren positif Como yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan di semua ajang.<\/p>\n<p>Bagi tim asuhan Cesc Fabregas, kekalahan ini berdampak pada posisi klasemen karena mereka terlempar dari zona Liga Champions dan turun ke peringkat kelima dengan 58 poin.<\/p>\n<p>Sementara itu, Inter Milan menunjukkan peningkatan performa bersama pelatih Cristian Chivu dengan catatan 10 kemenangan dari 12 laga tandang terakhir.<\/p>\n<p>Dalam laga ini, empat gol kemenangan Inter Milan dicetak oleh Marcus Thuram pada menit 45+1 dan 49, serta Denzel Dumfries pada menit 58 dan 72.<\/p>\n<p>Adapun tiga gol Como dicetak oleh Alex Valle pada menit ke-36, Nico Paz pada menit ke-45, dan Lucas Da Cunha melalui eksekusi penalti pada menit ke-89.<\/p>\n<h2>Jalannya Pertandingan<\/h2>\n<p>Pertandingan berjalan ketat sejak awal dengan dominasi penguasaan bola dari Como.<\/p>\n<p>Peluang pertama tercipta pada menit ke-26 melalui tendangan jarak jauh Martin Baturina yang masih melambung di atas gawang Inter Milan.<\/p>\n<p>Como akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-36 ketika Alex Valle memanfaatkan bola rebound hasil tepisan Yann Sommer, membuat skor menjadi 1-0.<\/p>\n<p>Menjelang akhir babak pertama, Como menggandakan keunggulan melalui tembakan akurat Nico Paz pada menit ke-45.<\/p>\n<p>Namun, Inter Milan berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 lewat gol Marcus Thuram yang memanfaatkan umpan silang Nicolo Barella tepat sebelum turun minum.<\/p>\n<p>Memasuki babak kedua, Inter Milan langsung tampil agresif. Marcus Thuram mencetak gol keduanya pada menit ke-49 untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.<\/p>\n<p>Nerazzurri kemudian berbalik unggul pada menit ke-58 melalui sundulan Denzel Dumfries yang memanfaatkan umpan dari Hakan Calhanoglu.<\/p>\n<p>Inter Milan semakin menjauh setelah Dumfries mencetak gol keduanya pada menit ke-72 dalam situasi bola mati, mengubah skor menjadi 4-2.<\/p>\n<p>Como sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-89 melalui penalti Lucas Da Cunha setelah Nico Paz dilanggar di kotak terlarang.<\/p>\n<p>Meski demikian, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-3 tetap bertahan untuk kemenangan Inter Milan.<\/p>\n<h2>Statistik Pertandingan<\/h2>\n<p>Dalam laga ini, Como mencatatkan 24 tembakan dengan delapan tepat sasaran, sementara Inter Milan melepaskan tujuh tembakan dengan lima mengarah ke gawang.<\/p>\n<p>Penguasaan bola didominasi Como dengan 60 persen berbanding 40 persen milik Inter Milan.<\/p>\n<p>Dari segi pelanggaran, Como melakukan 12 pelanggaran sedangkan Inter Milan 17 pelanggaran. Tercatat pula dua kali offside untuk Como dan empat kali untuk Inter Milan.<\/p>\n<h2>Susunan Pemain<\/h2>\n<p>Como tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang diisi Jean Butez di bawah mistar; lini belakang dihuni Ignace van der Brempt, Diego Carlos, Marc-Oliver Kempf, dan Alex Valle; lini tengah diperkuat Sergi Roberto dan Maximo Perrone; sedangkan lini serang diisi Assane Diao, Nico Paz, Martin Baturina, dan Anastasios Douvikas. Tim ini ditangani oleh pelatih Cesc Fabregas.<\/p>\n<p>Inter Milan menggunakan formasi 3-5-2 dengan Yann Sommer sebagai penjaga gawang; lini pertahanan terdiri dari Manuel Akanji, Francesco Acerbi, dan Alessandro Bastoni; sektor tengah diisi Denzel Dumfries, Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Piotr Zielinski, dan Federico Dimarco; sementara lini depan diperkuat Francesco Pio Esposito dan Marcus Thuram. Inter Milan dilatih oleh Cristian Chivu.<\/p>\n<h2>Dampak Hasil Pertandingan<\/h2>\n<p>Hasil pertandingan ini mempertegas posisi Inter Milan di puncak klasemen Serie A musim 2025\/2026 dengan keunggulan sembilan poin atas Napoli.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Como harus segera bangkit untuk kembali bersaing di papan atas klasemen setelah tergeser dari zona Liga Champions.<\/p>\n<p>Kemenangan ini menjadi catatan penting bagi Inter Milan dalam perburuan gelar, sementara Como perlu mengevaluasi performa mereka untuk menjaga peluang finis di empat besar pada sisa kompetisi musim ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inter Milan comeback dramatis kalahkan Como 4-3, kokoh di puncak Serie A dengan keunggulan sembilan poin atas Napoli.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7839,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,155],"tags":[233,758,157,279],"class_list":["post-7825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sepakbola","category-serie-a","tag-como","tag-hasil-pertandingan","tag-inter-milan","tag-sepak-bola"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7825"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7825\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7841,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7825\/revisions\/7841"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}