{"id":7612,"date":"2026-04-10T13:35:59","date_gmt":"2026-04-10T06:35:59","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=7612"},"modified":"2026-04-10T13:36:02","modified_gmt":"2026-04-10T06:36:02","slug":"pbb-ungkap-hasil-investigasi-tewasnya-3-tni-di-lebanon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/04\/10\/pbb-ungkap-hasil-investigasi-tewasnya-3-tni-di-lebanon\/","title":{"rendered":"PBB Ungkap Hasil Investigasi Tewasnya 3 TNI di Lebanon"},"content":{"rendered":"<p>Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis hasil penyelidikan awal terkait tewasnya tiga <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/prajurit-tni\/\">prajurit TNI<\/a> yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/lebanon\/\">Lebanon<\/a> (<a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/unifil\/\">UNIFIL<\/a>) di Lebanon selatan pada 29 dan 30 Maret 2026.<\/p>\n<p>Temuan awal tersebut mengungkap satu prajurit TNI gugur akibat proyektil tank yang ditembakkan militer Israel, sementara dua prajurit TNI lainnya meninggal dunia akibat ledakan bom rakitan atau improvised explosive device (IED) yang diduga dipasang oleh kelompok Hizbullah.<\/p>\n<p>Hasil investigasi awal ini disampaikan PBB di New York dan telah diteruskan kepada Pemerintah Indonesia melalui United Nations Department of Peace Operations (UNDPO) pada Senin (6\/4).<\/p>\n<p>Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menjelaskan hasil temuan awal tersebut dalam konferensi pers pada Selasa (7\/4) dan Rabu (8\/4).<\/p>\n<p>\u201cIni adalah temuan awal yang didasarkan pada bukti fisik awal,\u201d kata Stephane Dujarric.<\/p>\n<p>Ia juga memaparkan rincian penyelidikan terkait insiden Minggu (29\/3).<\/p>\n<p>\u201cTerkait insiden 29 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi dampak dan khususnya fragmen proyektil yang ditemukan di posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa 7-1, proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur menuju Ett Taibe,\u201d kata Stephane Dujarric dalam jumpa pers, Rabu (8\/4).<\/p>\n<p>Untuk insiden Senin (30\/3), dua prajurit TNI gugur di dekat wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan, akibat ledakan IED.<\/p>\n<p>\u201cTerkait insiden 30 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi ledakan, kendaraan yang terdampak, serta perangkat peledak rakitan (IED) kedua yang ditemukan di dekat lokasi pada hari yang sama, ledakan tersebut disebabkan oleh IED yang diaktifkan oleh korban (tripwire). Investigasi menilai bahwa, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah,\u201d tutur Stephane.<\/p>\n<h2>Rincian Investigasi Awal PBB<\/h2>\n<p>Stephane Dujarric menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan temuan awal dan investigasi penuh masih berjalan.<\/p>\n<p>\u201cPerlu saya tegaskan kembali bahwa ini merupakan temuan awal, berdasarkan bukti fisik awal. Proses investigasi penuh oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa masih berlangsung, termasuk prosedur yang diperlukan serta keterlibatan dengan para pihak terkait untuk memahami konteks dan keadaan secara menyeluruh di tengah situasi permusuhan yang masih berlangsung,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menyebut insiden tersebut tidak dapat diterima dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional.<\/p>\n<p>Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, sebelumnya menyatakan ledakan di pinggir jalan diduga menjadi penyebab utama serangan terhadap konvoi pasukan penjaga perdamaian.<\/p>\n<p>Di tengah proses penyelidikan, situasi keamanan di Lebanon selatan dilaporkan masih memanas.<\/p>\n<p>Pada Selasa, serangan udara dilaporkan memaksa konvoi bantuan kemanusiaan yang diorganisasi oleh Kedutaan Vatikan untuk berbalik arah.<\/p>\n<p>Pada hari yang sama, misi UNIFIL melaporkan militer Israel sempat menghalangi konvoi logistik dan menahan seorang personel penjaga perdamaian.<\/p>\n<p>Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyatakan penahanan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.<\/p>\n<p>Militer Israel membantah terlibat dalam kematian prajurit TNI dan menyatakan tidak menempatkan bahan peledak di lokasi kejadian serta tidak memiliki personel di area tersebut saat insiden berlangsung.<\/p>\n<p>Duta Besar Israel untuk PBB menuding Hizbullah sebagai pihak yang bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut menegaskan pentingnya pertanggungjawaban.<\/p>\n<p>\u201cHarus ada pertanggungjawaban atas kejadian ini,\u201d tegasnya tak lama setelah prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL gugur di Lebanon.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Veronica Vicka Ancilla, menyampaikan bahwa UNDPO telah menyampaikan hasil investigasi awal kepada Pemerintah Indonesia pada Senin (6\/4).<\/p>\n<p>\u201cMemang betul pada 6 April United Nations Department of Peace Operations telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia hasil investigasi awal atau preliminary findings mengenai insiden tanggal 29 dan 30 Maret yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit Indonesia,\u201d ujar Veronica dalam konferensi pers di Ruang Palapa, Jakarta, Rabu (8\/4).<\/p>\n<p>Pemerintah Indonesia mencatat hasil tersebut dan mendesak investigasi menyeluruh.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah Indonesia dalam hal ini telah mendesak agar semua pihak terkait dapat menyelidiki dan juga mengadili para pelaku serta memastikan akuntabilitas atas kejahatan yang terjadi terhadap personel perdamaian,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cIni masih merupakan preliminary investigation. Apabila hasil investigasi penuh mengonfirmasi temuan investigasi awal ini, maka pemerintah Indonesia akan mengutuk Israel atas tindakan yang mengakibatkan gugurnya dan terlukanya prajurit TNI yang bertugas sebagai personel pemeliharaan perdamaian,\u201d sambungnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PBB mengungkap satu prajurit TNI UNIFIL tewas akibat tembakan tank Israel, sementara dua lainnya gugur karena ledakan IED diduga dipasang Hizbullah di Lebanon selatan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7625,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[153],"tags":[764,721,720,891],"class_list":["post-7612","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-konflik-internasional","tag-lebanon","tag-prajurit-tni","tag-unifil"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7612"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7612\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7626,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7612\/revisions\/7626"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}