{"id":7527,"date":"2026-04-09T21:26:27","date_gmt":"2026-04-09T14:26:27","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=7527"},"modified":"2026-04-09T21:26:30","modified_gmt":"2026-04-09T14:26:30","slug":"gunung-slamet-ditutup-akibat-suhu-mencapai-464-derajat-celcius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/04\/09\/gunung-slamet-ditutup-akibat-suhu-mencapai-464-derajat-celcius\/","title":{"rendered":"Gunung Slamet Ditutup akibat Suhu Mencapai 464 Derajat Celcius"},"content":{"rendered":"<p>Pendakian <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/gunung-slamet\/\">Gunung Slamet<\/a> di <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/jawa-tengah\/\">Jawa Tengah<\/a> resmi ditutup mulai Minggu (5\/4\/2026) setelah suhu kawah tercatat meningkat drastis hingga mencapai 464 derajat Celsius.<\/p>\n<p>Keputusan ini diambil oleh pengelola kawasan bersama otoritas terkait sebagai langkah mitigasi untuk mencegah potensi bahaya erupsi. Penutupan berlaku untuk seluruh jalur pendakian yang mengelilingi gunung tersebut.<\/p>\n<p>Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menyatakan bahwa lonjakan suhu kawah menjadi faktor utama penutupan jalur pendakian.<\/p>\n<p>&#8220;Karena ada peningkatan suhu di kawah yang signifikan, jadi itu berpotensi untuk erupsi. Demi keamanan pendaki, kami memutuskan untuk penutupan pendakian,&#8221; kata dia saat dikutip dari DetikJateng, Kamis (9\/4).<\/p>\n<p>Penutupan dilakukan secara menyeluruh di semua jalur pendakian, termasuk jalur via Kaliwadas yang sebelumnya masih dibuka.<\/p>\n<p>Kebijakan ini diberlakukan setelah radius aman diperluas hingga tiga kilometer dari kawah.<\/p>\n<p>Status aktivitas Gunung Slamet saat ini masih berada pada Level II atau waspada, meskipun terjadi peningkatan signifikan pada suhu kawah.<\/p>\n<h2>Peningkatan Suhu Kawah dan Dampaknya<\/h2>\n<p>Berdasarkan data pemantauan, suhu kawah Gunung Slamet mengalami lonjakan dalam dua hari berturut-turut. Pada 3 April 2026, suhu tercatat mencapai 411,2 derajat Celsius dan meningkat menjadi 464 derajat Celsius pada 4 April 2026.<\/p>\n<p>Kenaikan ini jauh di atas suhu normal yang biasanya berada di bawah 200 derajat Celsius.<\/p>\n<p>Sugeng Utomo menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi pengelola.<\/p>\n<p>&#8220;Itu cukup signifikan, karena biasanya suhu stagnan. Normalnya di bawah 200 derajat Celsius, tapi ini naik drastis sejak Jumat tanggal 3,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Hingga Minggu pagi, kepulan asap putih masih terlihat dari kawah. Pihak pengelola memutuskan untuk menutup jalur pendakian hingga suhu kembali stabil.<\/p>\n<p>&#8220;Kita ambil amannya, kalau sudah di bawah 200 derajat Celsius nanti baru dibuka kembali. Sambil menunggu informasi resmi,&#8221; jelas Sugeng.<\/p>\n<p>Selain itu, masyarakat dan calon pendaki diimbau untuk tidak memaksakan diri melakukan pendakian melalui jalur tidak resmi.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk calon pendaki, sebaiknya di-cancel dulu sambil menunggu perkembangan penurunan suhu. Jangan nekat mencari jalur tidak resmi,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<h2>Penutupan Jalur Baturraden Lestari<\/h2>\n<p>Penutupan juga diberlakukan pada jalur pendakian via Baturraden Lestari yang berada di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa Wanakarya Lestari, Daryono, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah menerima informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).<\/p>\n<p>&#8220;Kami menerima informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terjadi peningkatan suhu kawah. Kami sebagai pengelola menutup sementara jalur pendakian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,&#8221; kata Daryono saat ditemui di Basecamp Baturraden Lestari, Senin (6\/4).<\/p>\n<p>Seluruh pendaki yang sebelumnya berada di jalur tersebut telah berhasil dievakuasi dengan selamat.<\/p>\n<p>&#8220;Pendaki yang lewat jalur Baturaden Lestari tadi malam sudah turun dalam keadaan sehat semua. Ada 11 pendaki, yaitu 5 orang dari Mapal Unsoed Purwokerto dan 6 orang dari Jakarta,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h2>Analisis Aktivitas Vulkanik<\/h2>\n<p>Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Lana Saria, menjelaskan bahwa peningkatan suhu kawah menunjukkan aktivitas termal yang signifikan.<\/p>\n<p>Berdasarkan analisis citra termal, suhu maksimum meningkat dari sekitar 247,4 derajat Celsius pada 13 September 2024 menjadi 411,2 derajat Celsius pada 2 April 2026, dan kembali meningkat menjadi 463 derajat Celsius pada 3 April 2026.<\/p>\n<p>Peningkatan ini disertai perubahan pola sebaran anomali panas yang sebelumnya terlokalisasi di pusat kawah, kini meluas dan membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut mengindikasikan berkembangnya sistem rekahan serta peningkatan proses degassing magma.<\/p>\n<p>\u201cPotensi ancaman bahaya saat ini adalah erupsi yang menghasilkan abu dan hujan lumpur serta lontaran material pijar yang melanda di daerah sekitar puncak dalam radius 3 kilometer atau hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah puncak,\u201d kata Lana dalam keterangan tertulis, Sabtu (4\/4\/2026).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendakian Gunung Slamet resmi ditutup setelah suhu kawah melonjak hingga 464 derajat Celsius dan berpotensi memicu erupsi.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7564,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[153],"tags":[777,878,271,778],"class_list":["post-7527","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-berita-lokal","tag-gunung-slamet","tag-jawa-tengah","tag-peristiwa-di-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7527","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7527"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7527\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7566,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7527\/revisions\/7566"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7527"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7527"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7527"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}