{"id":7392,"date":"2026-04-07T11:00:00","date_gmt":"2026-04-07T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=7392"},"modified":"2026-04-06T22:07:49","modified_gmt":"2026-04-06T15:07:49","slug":"baru-dibuka-4-hari-warga-belgia-terpeleset-di-jalur-pendakian-gunung-rinjani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/04\/07\/baru-dibuka-4-hari-warga-belgia-terpeleset-di-jalur-pendakian-gunung-rinjani\/","title":{"rendered":"Baru Dibuka 4 Hari, Warga Belgia Terpeleset di Jalur Pendakian Gunung Rinjani"},"content":{"rendered":"<p>Baru empat hari setelah pendakian <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/gunung-rinjani\/\">Gunung Rinjani<\/a> resmi dibuka kembali pada Rabu (1\/4), seorang <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/wn-belgia\/\">WN Belgia<\/a> berinisial JMVA (25) mengalami kecelakaan saat menuruni jalur Pelawangan Sembalun menuju <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/danau-segara-anak-gunung-rinjani\/\">Danau Segara Anak Gunung Rinjani<\/a> pada Sabtu (4\/4) sekitar pukul 11.30 Wita.<\/p>\n<p>Peristiwa itu terjadi di kawasan Gunung Rinjani, Lombok Timur, <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/nusa-tenggara-barat\/\">Nusa Tenggara Barat<\/a>, ketika korban sedang melakukan perjalanan turun melalui jalur curam menuju Danau Segara Anak Gunung Rinjani.<\/p>\n<p>Akibat terpeleset di jalur menurun tersebut, WN Belgia bernama Juliette Marcelle V Andre itu mengalami patah tulang pada kaki kiri dan pembengkakan pada pergelangan kaki sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.<\/p>\n<p>Insiden terjadi saat korban mendaki Gunung Rinjani melalui pintu pendakian Sembalun, sebagaimana tercatat dalam aplikasi eRinjani.<\/p>\n<p>Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardiarsto, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan pemandu dan porter yang mendampingi korban di nusa tenggara barat.<\/p>\n<p>\u201cKorban mengalami bengkak pada pergelangan kaki dan mengalami patah tulang, sehingga sulit untuk berjalan,\u201d kata Astekita saat dikonfirmasi pada Sabtu (4\/4) malam.<\/p>\n<h2>Kronologi Kejadian<\/h2>\n<p>Astekita menyampaikan kecelakaan terjadi di jalur turun dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak Gunung Rinjani sekitar pukul 11.30 Wita.<\/p>\n<p>Ia juga menjelaskan kondisi korban setelah insiden tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKorban mengalami cedera serius pada kaki sebelah kiri. Kaki korban bengkak,\u201d ujar Astekita saat dikonfirmasi.<\/p>\n<p>Berdasarkan data aplikasi eRinjani, Juliette diketahui mulai melakukan pendakian Gunung Rinjani pada Jumat (3\/4) melalui jalur Sembalun.<\/p>\n<p>Jalur tersebut merupakan salah satu pintu resmi pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, nusa tenggara barat.<\/p>\n<p>Setelah menerima laporan kecelakaan, pihak Balai TNGR melakukan koordinasi dengan tim evakuasi Emergency Medical Hiker Community (EMHC).<\/p>\n<p>\u201cKami sudah melakukan koordinasi dengan tim evakuasi (EMHC). Selanjutnya tim EMHC segera menghubungi guide yang bersama korban untuk melakukan asesmen terkait kondisi korban,\u201d kata Astekita.<\/p>\n<p>Pemandu pendakian yang mendampingi korban kemudian diminta membawa WN Belgia tersebut ke shelter emergency di Pelawangan 1 Sembalun untuk mendapatkan pertolongan pertama.<\/p>\n<p>Proses evakuasi awal dilakukan dengan cara korban digendong oleh porter dari lokasi kejadian menuju shelter.<\/p>\n<p>\u201cPukul 13.43 Wita, korban tiba di shelter emergency 1 Pelawangan dengan cara digendong oleh porter dan langsung ditangani oleh petugas jaga di Pelawangan Sembalun,\u201d kata Astekita.<\/p>\n<p>Selanjutnya, pada pukul 14.00 Wita, tim evakuasi yang berada di Pos 2 bergerak menjemput korban ke Pelawangan Sembalun.<\/p>\n<p>Tim disebut telah menyiapkan peralatan dan logistik untuk proses evakuasi lanjutan.<\/p>\n<p>\u201cTim sudah mengumpulkan peralatan evakuasi serta logistik. Info sementara sedang dalam perjalanan dibawa turun ke basecamp dari Pelawangan Sembalun,\u201d ujar Astekita.<\/p>\n<p>Setelah berhasil dievakuasi turun, WN Belgia tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Siloam di Mataram untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.<\/p>\n<h2>Pendakian Baru Dibuka dan Data Pendaki<\/h2>\n<p>Pendakian Gunung Rinjani di nusa tenggara barat sebelumnya ditutup sejak 1 Januari 2026 dan baru kembali dibuka pada Rabu (1\/4).<\/p>\n<p>Insiden yang dialami WN Belgia ini terjadi empat hari setelah jalur resmi dibuka kembali untuk umum.<\/p>\n<p>Pembelian tiket pendakian secara online mulai dibuka sejak 6 Maret 2026 dan langsung diserbu calon pendaki.<\/p>\n<p>Dalam tiga hari sejak penjualan dibuka, tercatat sebanyak 663 pendaki telah mendaftarkan diri untuk menjajal gunung rinjani yang memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl).<\/p>\n<p>Kecelakaan yang terjadi di jalur Pelawangan Sembalun menuju danau segara anak gunung rinjani ini menjadi salah satu insiden yang tercatat pada awal masa pembukaan kembali aktivitas pendakian di kawasan tersebut.<\/p>\n<p>Seluruh proses penanganan dilakukan oleh pihak Balai TNGR bersama tim evakuasi sesuai prosedur yang berlaku di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, nusa tenggara barat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendaki asal Belgia mengalami patah kaki saat turun di Gunung Rinjani. Korban dievakuasi dari jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak usai terpeleset.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7412,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[153],"tags":[838,839,840,837],"class_list":["post-7392","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-danau-segara-anak-gunung-rinjani","tag-gunung-rinjani","tag-nusa-tenggara-barat","tag-wn-belgia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7392"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7392\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7414,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7392\/revisions\/7414"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}