{"id":7338,"date":"2026-04-06T17:00:00","date_gmt":"2026-04-06T10:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=7338"},"modified":"2026-04-06T01:15:19","modified_gmt":"2026-04-05T18:15:19","slug":"saingi-jepang-bandung-jadi-kota-dengan-destinasi-naik-daun-di-asia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/04\/06\/saingi-jepang-bandung-jadi-kota-dengan-destinasi-naik-daun-di-asia\/","title":{"rendered":"Saingi Jepang, Bandung jadi Kota dengan Destinasi Naik Daun di Asia"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/bandung\/\">Bandung<\/a>, <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/jawa-barat\/\">Jawa Barat<\/a>, kembali mencuri perhatian di peta pariwisata Asia setelah dinobatkan sebagai salah satu destinasi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan tersebut.<\/p>\n<p>Kota ini menempati peringkat ketiga dalam daftar Agoda\u2019s New Horizons Ranking 2026 yang dirilis pada Februari 2026, bersanding dengan Sa Pa di Vietnam dan sejumlah kota di Jepang.<\/p>\n<p>Pengakuan tersebut didasarkan pada data pemesanan akomodasi selama dua tahun terakhir serta pertumbuhan sektor pariwisata yang signifikan.<\/p>\n<p>Dalam laporan tersebut, Bandung menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masuk dalam lima besar destinasi wisata Asia dengan pertumbuhan tertinggi.<\/p>\n<p>Posisi pertama ditempati Sa Pa di Vietnam, disusul Okayama di Jepang, sementara peringkat keempat dan kelima masing-masing dihuni oleh Matsuyama dan Takamatsu di Jepang.<\/p>\n<p>Pencapaian ini menegaskan posisi Bandung sebagai destinasi wisata yang semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.<\/p>\n<p>Direktur Regional Asia Utara Agoda, Jay Lee, menyampaikan bahwa tren ini mencerminkan perubahan preferensi wisatawan global.<\/p>\n<p>\u201cDestinasi yang kurang dikenal dengan cepat muncul sebagai pilihan utama bagi para pelancong yang mencari keaslian dan pengalaman budaya yang mendalam,\u201d ujarnya dalam keterangan resmi.<\/p>\n<p>\u201cDestinasi sekunder semakin menarik minat dan pengeluaran wisatawan, menandakan pergeseran lanskap pariwisata untuk tahun 2026 dan seterusnya,\u201d sambungnya.<\/p>\n<h2>Pertumbuhan Pariwisata Bandung<\/h2>\n<p>Pertumbuhan pesat pariwisata Bandung didukung oleh berbagai indikator, termasuk peningkatan jumlah akomodasi, perkembangan destinasi wisata buatan, serta lonjakan kunjungan wisatawan.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Bandung mencatat 24,25 juta hingga 24,26 juta perjalanan wisata sepanjang 2025.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kabupaten Bandung mencapai 14,24 juta perjalanan pada periode yang sama.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, sektor pariwisata Bandung pada 2025 mengalami pertumbuhan signifikan hingga 23,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Tingginya kunjungan wisatawan juga tercermin dari tingkat hunian hotel di Jawa Barat yang mencapai 45,75 persen pada musim liburan Desember 2025.<\/p>\n<p>Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisata di Jawa Barat tercatat mencapai 211,76 juta perjalanan sepanjang 2025.<\/p>\n<h2>Daya Tarik Wisata dan Budaya<\/h2>\n<p>Daya tarik Bandung terletak pada kombinasi antara keindahan alam, warisan budaya, serta gaya hidup urban yang dinamis.<\/p>\n<p>Kota yang dijuluki \u201cParis van Java\u201d ini dikenal memiliki iklim sejuk, arsitektur kolonial Belanda bergaya art deco, serta suasana mode yang berkembang melalui berbagai factory outlet.<\/p>\n<p>Bandung juga dikenal sebagai destinasi kuliner dengan beragam hidangan khas, seperti batagor dan pisang bollen.<\/p>\n<p>Selain itu, Bandung menjadi pintu gerbang menuju sejumlah destinasi alam ikonik, termasuk Gunung Tangkuban Parahu dan Kawah Putih.<\/p>\n<p>Beragam tempat wisata populer seperti Dago Dream Park, The Lodge Maribaya, Floating Market Lembang, Farmhouse Lembang, dan The Great Asia Africa turut memperkuat daya tarik kota ini di kalangan wisatawan.<\/p>\n<p>Kemudahan akses transportasi juga berperan dalam meningkatkan popularitas Bandung.<\/p>\n<p>Wisatawan dapat mencapai kota ini melalui layanan bus dari wilayah Jabodetabek maupun menggunakan kereta cepat Whoosh yang menempuh perjalanan sekitar 30 menit.<\/p>\n<p>Aksesibilitas yang semakin baik turut mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya.<\/p>\n<h2>Posisi Bandung di Kancah Pariwisata Asia<\/h2>\n<p>Masuknya Bandung dalam daftar destinasi wisata Asia yang tengah naik daun menegaskan peran strategis kota ini dalam perkembangan pariwisata regional.<\/p>\n<p>Penilaian Agoda didasarkan pada berbagai faktor, mulai dari pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata, peningkatan jumlah wisatawan, hingga perkembangan infrastruktur dan destinasi wisata.<\/p>\n<p>\u201cDestinasi-destinasi tersebut muncul sebagai pilihan utama wisatawan yang mencari keotentikan dan pengalaman budaya mendalam. Destinasi sekunder semakin menarik minat wisatawan, menandakan pergeseran lanskap pariwisata untuk tahun 2026,\u201d jelas Jay Lee.<\/p>\n<p>Pernyataan ini menunjukkan bahwa Bandung semakin diakui sebagai destinasi unggulan yang mampu bersaing dengan kota-kota wisata populer di Asia.<\/p>\n<p>Dengan pencapaian tersebut, Bandung, Jawa Barat, semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata berkembang di Asia, seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman perjalanan yang autentik dan beragam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandung masuk tiga besar destinasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia versi Agoda 2026, didorong lonjakan wisatawan, daya tarik alam-budaya, serta kemudahan akses transportasi.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7373,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[153],"tags":[577,134],"class_list":["post-7338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-bandung","tag-jawa-barat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7338"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7338\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7374,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7338\/revisions\/7374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}