{"id":7146,"date":"2026-04-02T13:30:00","date_gmt":"2026-04-02T06:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=7146"},"modified":"2026-04-08T22:39:20","modified_gmt":"2026-04-08T15:39:20","slug":"italia-kembali-gagal-ke-piala-dunia-tersingkir-lewat-adu-penalti-dari-bosnia-herzegovina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/04\/02\/italia-kembali-gagal-ke-piala-dunia-tersingkir-lewat-adu-penalti-dari-bosnia-herzegovina\/","title":{"rendered":"Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia, Tersingkir Lewat Adu Penalti dari Bosnia-Herzegovina"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Timnas <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/italia\/\">Italia<\/a> kembali gagal melangkah ke putaran final <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/piala-dunia\/\">Piala Dunia<\/a>, setelah tersingkir dari Bosnia-Herzegovina melalui adu penalti dalam laga play-off zona Eropa Path A yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, pada Selasa (31\/3). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertandingan berakhir imbang 1-1 selama 120 menit, dan Italia kalah 1-4 dalam babak adu penalti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kekalahan ini menandai kegagalan ketiga beruntun Italia lolos ke Piala Dunia, setelah sebelumnya absen pada edisi 2018 dan 2022. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Italia, yang telah empat kali menjuarai turnamen tersebut, terakhir tampil pada Piala Dunia 2014 di Brasil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertandingan dimulai dengan keunggulan cepat Italia melalui gol Moise Kean di menit ke-10. Namun, kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni di menit ke-41 mengubah jalannya laga. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bosnia berhasil menyamakan kedudukan melalui Haris Tabakovic pada menit ke-79. Setelah tidak ada tambahan gol hingga babak tambahan waktu, pertandingan berlanjut ke adu penalti.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dominasi Bosnia dan Keputusan Kartu Merah Mengubah Arah Pertandingan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Italia sempat memimpin lewat kesalahan kiper Bosnia, Nikola Vasilj, yang umpan tanggungnya berhasil dipotong Nicolo Barella dan diteruskan Kean menjadi gol. Namun, kartu merah Alessandro Bastoni mengubah dinamika permainan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bastoni menjatuhkan Amar Memic yang berpeluang mencetak gol, setelah menerima bola dari hasil sundulan usai blunder Donnarumma. Wasit Clement Turpin langsung mengeluarkan kartu merah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatih Gennaro Gattuso kemudian mengganti Mateo Retegui dengan Federico Gatti untuk menyesuaikan formasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak saat itu, Bosnia tampil dominan, melancarkan total 30 tembakan sepanjang laga, berbanding hanya 9 dari Italia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Meskipun Gianluigi Donnarumma tampil solid, tekanan tak terbendung. Gol penyama dari Tabakovic tercipta di menit ke-79 melalui bola rebound di depan gawang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Adu Penalti Menentukan Nasib Italia<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam babak adu penalti, Bosnia mencetak empat gol sempurna lewat Benjamin Tahirovic, Haris Tabakovic, Kerim Alajbegovic, dan Esmir Bajraktarevic. Sementara dari Italia, hanya Sandro Tonali yang berhasil mengeksekusi penalti. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tendangan Francesco Pio Esposito melayang di atas mistar, sementara Bryan Cristante membentur tiang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Skor akhir pertandingan tercatat sebagai berikut: Bosnia-Herzegovina 1-1 Italia (adu penalti 4-1).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Susunan Pemain<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bosnia (4-4-2): <\/strong>Vasilj; Dedic, Katic, Muharemovic, Kolasinac (Alajbegovic 46&#8242;); Bajraktarevic, Basic (Tabakovic 71&#8242;), Sunjic (Tahirovic 46&#8242;), Memic (Burnic 71&#8242;); Demirovic (Hadziahmetovic 115&#8242;), Dzeko. Pelatih: Barbarez.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Italia (3-5-2): <\/strong>Donnarumma; Mancini, Bastoni, Calafiori; Politano (Palestra 46&#8242;), Barella (Frattesi 85&#8242;), Locatelli (Cristante 71&#8242;), Tonali, Dimarco (Spinazzola 91&#8242;); Kean (Pio Esposito 71&#8242;), Retegui (Gatti 44&#8242;). Pelatih: Gattuso.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Catatan Buruk Italia dan Pengaruh Performa Klub<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegagalan ini menjadikan Italia sebagai satu-satunya negara juara dunia yang gagal lolos ke Piala Dunia tiga kali berturut-turut. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebanyak tujuh negara juara lainnya\u2014termasuk Brasil, Jerman, dan Argentina\u2014tidak pernah mengalami kegagalan beruntun semacam ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi ini turut dikomentari oleh mantan pemain Bosnia, Hasan Salihamidzic.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cItalia sedang melewati masa-masa sulit. Bagi saya, barometer sepak bola adalah Juventus. Ketika Juve tidak dalam performa terbaiknya, tim nasional pun ikut terpengaruh,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut data yang tersedia, hanya dua pemain Juventus yang tampil di laga ini\u2014Manuel Locatelli dan Federico Gatti (pemain pengganti)\u2014sementara satu pemain lainnya, Andrea Cambiasso, hanya duduk di bangku cadangan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini sangat berbeda dari dominasi pemain Juventus di skuad Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006 dan Euro 2020.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti 1-4 dari Bosnia. Kartu merah Bastoni dan tekanan Bosnia jadi penentu hasil laga.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7167,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[225,756,206],"class_list":["post-7146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sepakbola","tag-fifa","tag-italia","tag-piala-dunia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7146"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7146\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7169,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7146\/revisions\/7169"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}