{"id":6893,"date":"2026-03-28T20:10:00","date_gmt":"2026-03-28T13:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=6893"},"modified":"2026-03-29T00:11:00","modified_gmt":"2026-03-28T17:11:00","slug":"aksi-heroik-dua-pria-panjat-gedung-terbakar-demi-selamatkan-7-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/03\/28\/aksi-heroik-dua-pria-panjat-gedung-terbakar-demi-selamatkan-7-orang\/","title":{"rendered":"Aksi Heroik Dua Pria Panjat Gedung Terbakar Demi Selamatkan 7 Orang"},"content":{"rendered":"\n<p>Dua pria melakukan aksi heroik menyelamatkan tujuh orang dari kebakaran yang terjadi di gang 218 Linh Nam, Hoang Mai, Hanoi, <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/vietnam\/\">Vietnam<\/a>, pada Selasa (24\/3). <\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/peristiwa-luar-negeri\/\">Peristiwa luar negeri<\/a> tersebut terekam dalam video yang viral di media sosial, memperlihatkan dua pria berbaju putih dan hitam memanjat bangunan terbakar untuk mengevakuasi korban. <\/p>\n\n\n\n<p>Aksi mereka mendapat pujian luas dari warganet yang penasaran dengan identitas para penyelamat.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu pria tersebut diketahui bernama Nguyen Van Dung (31), warga Giao Thuy, Ninh Binh. Dung diketahui langsung menuju lokasi setelah melihat kebakaran, bahkan meninggalkan anaknya bersama adiknya untuk membantu proses evakuasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Ia bergabung dengan seorang pria lain bernama Nguyen Tien Long, yang merupakan menantu pemilik rumah, yang saat itu sudah berada di atap dan tengah berusaha menyelamatkan keluarganya.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses penyelamatan dilakukan dalam kondisi penuh asap. Dung dan Long bekerja sama membuka jalur evakuasi darurat dengan menghancurkan atap seng bergelombang menggunakan linggis, menciptakan celah selebar 1\u20132 meter yang digunakan untuk mengeluarkan para korban.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Identitas dan Tindakan Heroik Penyelamat<\/h2>\n\n\n\n<p>Nguyen Van Dung mengaku tidak takut memanjat bangunan tinggi karena terbiasa bekerja di ketinggian sebagai pekerja perbaikan atap. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaat memanjat, saya tidak takut terpeleset dan jatuh karena saya biasa menggunakan tali untuk memanjat lantai 20 dan 30 untuk memasang lembaran atap, itu sudah biasa bagi saya,\u201d ujarnya, dikutip dari Vietnam.vn.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesampainya di lokasi, Dung melihat Nguyen Tien Long telah berada di atap untuk menyelamatkan anggota keluarganya. <\/p>\n\n\n\n<p>Dung segera meminta bantuan warga untuk memasang tangga agar bisa ikut naik dan membantu evakuasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan alat seadanya dan dukungan warga sekitar serta keluarga korban, keduanya berhasil menyelamatkan tujuh orang dari dalam rumah yang dilalap api. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAwalnya, saya tidak terbiasa dengan asap dari kebakaran itu, jadi saya merasa sedikit kewalahan. Tetapi ketika saya memikirkan betapa sedihnya saya jika orang lain dalam bahaya, saya berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan mereka,\u201d ujar Dung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sikap Rendah Hati usai Penyelamatan<\/h2>\n\n\n\n<p>Meski aksinya menuai perhatian dan pujian, Nguyen Van Dung memilih untuk tetap rendah hati dan enggan menonjolkan diri. <\/p>\n\n\n\n<p>Ia mengalami luka bakar ringan di tangan, namun segera meninggalkan lokasi tanpa memberi informasi kontak kepada siapa pun. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBanyak orang meminta nomor telepon saya untuk mengucapkan terima kasih, tetapi saya tidak memberikannya,\u201d kata Dung. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPemilik rumah juga meminta nomor saya, tetapi saya juga tidak memberikannya. Saya pikir ini adalah tindakan yang tenang dan tidak mencolok,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dung menyamakan aksinya menyelamatkan para korban dengan menyelamatkan keluarganya sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenyelamatkan orang sama seperti menyelamatkan orang tua dan saudara kandung saya sendiri,\u201d tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aksi heroik Nguyen Van Dung dan Nguyen Tien Long menyelamatkan tujuh orang dari kebakaran di Hanoi viral di media sosial dan banjir pujian.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6933,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[153],"tags":[676,677],"class_list":["post-6893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-peristiwa-luar-negeri","tag-vietnam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6893"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6935,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6893\/revisions\/6935"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}