{"id":6479,"date":"2026-03-23T04:24:03","date_gmt":"2026-03-23T04:24:03","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=6479"},"modified":"2026-03-23T04:24:06","modified_gmt":"2026-03-23T04:24:06","slug":"pola-tidur-kacau-setelah-ramadan-ini-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/03\/23\/pola-tidur-kacau-setelah-ramadan-ini-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Pola Tidur Kacau setelah Ramadan? Ini Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Setelah berakhirnya bulan Ramadan, banyak orang mengalami perubahan <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/pola-tidur\/\">pola tidur<\/a> yang tidak langsung kembali normal. <\/p>\n\n\n\n<p>Selama Ramadan, tubuh terbiasa bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut, menyebabkan ritme tidur terganggu usai Lebaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan ini umum terjadi dan tubuh memerlukan waktu untuk kembali menyesuaikan dengan pola tidur harian seperti sebelum Ramadan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut dr. Trias Nugrahadi, Sp.KN, pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan, perubahan pola tidur pasca-Ramadan perlu diperhatikan agar tidak mengganggu sistem biologis tubuh. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPerubahan pola tidur harus diperhatikan, karena jika tidak baik jelas akan mengganggu ritme sirkadian yang mengatur sistem biologis tubuh,\u201d jelasnya, dikutip dari laman resmi Universitas Pasundan, Minggu (22\/3).<\/p>\n\n\n\n<p>Ritme sirkadian atau sistem pengatur waktu biologis dalam tubuh membutuhkan konsistensi untuk bekerja secara optimal. <\/p>\n\n\n\n<p>Agar pola tidur kembali normal, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan seperti mengatur waktu tidur dan bangun, mengelola aktivitas harian, serta memperhatikan asupan makanan dan minuman di malam hari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengatur Ulang Pola Tidur setelah Ramadan<\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu langkah awal untuk memperbaiki pola tidur adalah membiasakan diri bangun pada jam yang sama setiap hari, misalnya pukul 05.00. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika tubuh masih terbiasa terbangun saat sahur, sebaiknya hindari aktivitas seperti menggunakan ponsel agar tidak semakin terjaga dan sulit tidur kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Aktivitas di pagi dan siang hari juga perlu ditingkatkan. Setelah Lebaran, disarankan untuk melakukan kegiatan fisik maupun sosial seperti bersilaturahmi atau berkunjung ke rumah kerabat agar tubuh tetap aktif. <\/p>\n\n\n\n<p>Aktivitas ini membantu tubuh merasa lebih lelah dan mempermudah proses tidur di malam hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mendukung adaptasi tubuh, dr. Trias menyarankan agar aktivitas utama dipusatkan sebelum pukul 12.00 siang. <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, tidur siang singkat sekitar 20 menit bisa dimanfaatkan untuk mengembalikan energi. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGrafik tubuh akan naik sampai pukul 12 siang. Di kedokteran, ada istilah cat nap, seperti tidur kucing, minimal 20 menit tapi saat bangun tubuh akan lebih segar,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsumsi kafein juga perlu dibatasi, terutama pada minggu-minggu awal setelah Ramadan. Minuman berkafein seperti kopi bisa menyebabkan sulit tidur di malam hari. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, makan dalam jumlah besar terlalu malam sebaiknya dihindari karena dapat membuat sistem pencernaan tetap aktif dan mengganggu waktu istirahat. <\/p>\n\n\n\n<p>Dr. Trias juga menyarankan agar tidak makan setelah pukul 19.00.<\/p>\n\n\n\n<p>Waktu tidur malam idealnya dimulai pukul 21.00 hingga 22.00. Bagi yang mengalami gangguan tidur seperti insomnia, dr. Trias menyarankan untuk menghindari tidur dalam kondisi pencahayaan yang terang. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUsahakan pukul 9 atau 10 malam itu sudah tidur. Bagi yang sering insomnia, jangan dibiasakan tidur dalam keadaan lampu menyala atau terlalu banyak cahaya, karena akan mengganggu sistem hormonal,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Olahraga secara rutin juga berperan dalam menjaga kualitas tidur. Aktivitas fisik membuat tubuh terasa lebih segar dan meningkatkan kualitas istirahat pada malam hari, yang secara keseluruhan berdampak positif terhadap <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/kesehatan-tubuh\/\">kesehatan tubuh<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara mengatur ulang pola tidur setelah Ramadan agar kembali normal, mulai dari jadwal tidur, aktivitas harian, hingga pola makan yang tepat.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6559,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[153],"tags":[588,589],"class_list":["post-6479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-kesehatan-tubuh","tag-pola-tidur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6479"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6479\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6560,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6479\/revisions\/6560"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}