{"id":5652,"date":"2026-03-08T18:53:33","date_gmt":"2026-03-08T18:53:33","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=5652"},"modified":"2026-03-10T15:06:16","modified_gmt":"2026-03-10T15:06:16","slug":"atalanta-vs-udinese-2-2-brace-scamacca-jadi-penyelamat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/03\/08\/atalanta-vs-udinese-2-2-brace-scamacca-jadi-penyelamat\/","title":{"rendered":"Atalanta vs Udinese 2-2: Brace Scamacca jadi Penyelamat"},"content":{"rendered":"<p>Gianluca Scamacca menjadi penyelamat <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/atalanta\/\">Atalanta<\/a> dalam laga lanjutan <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/serie-a\/\">Serie A<\/a> melawan <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/tag\/udinese\/\">Udinese<\/a> yang berlangsung di New Balance Arena, Bergamo, pada Minggu (8\/3) dini hari WIB.<\/p>\n<p>Dalam pertandingan yang berakhir imbang 2-2 tersebut, Scamacca mencetak dua gol melalui sundulan hanya dalam waktu lima menit, usai Atalanta tertinggal lebih dulu oleh gol Thomas Kristensen dan Keinan Davis.<\/p>\n<p>Pertandingan ini berlangsung di tengah jadwal padat yang dijalani Atalanta, yang masih berlaga di tiga kompetisi sekaligus\u2014Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.<\/p>\n<p>Meski tampil dominan dalam penguasaan bola, Atalanta sempat tertinggal 0-2 hingga menit ke-65.<\/p>\n<p>Performa Scamacca menjadi kunci kebangkitan tim asuhan Raffaele Palladino, yang sebelumnya juga menahan imbang Lazio 2-2 di semifinal Coppa Italia dan tengah bersiap menghadapi Bayern Munich di babak 16 besar Liga Champions.<\/p>\n<p>Udinese sempat menguasai pertandingan dengan memanfaatkan kondisi fisik Atalanta yang kelelahan.<\/p>\n<p>Dua gol dicetak oleh Kristensen dan Davis, masing-masing pada babak pertama dan menit ke-60 babak kedua.<\/p>\n<p>Namun, perubahan taktik ke formasi 4-4-2 oleh Palladino mengubah jalannya laga dan memungkinkan Scamacca mencetak dua gol penyeimbang.<\/p>\n<h2>Udinese Tampil Dominan<\/h2>\n<p>Udinese membuka keunggulan terlebih dahulu melalui skema bola mati.<\/p>\n<p>Berawal dari sepak pojok Nicol\u00f2 Zaniolo, Thomas Kristensen berhasil melepaskan diri dari kawalan Odilon Kossounou dan menyundul bola ke gawang Atalanta.<\/p>\n<p>Gol tersebut tercipta di babak pertama dan membawa Udinese unggul 1-0 hingga turun minum.<\/p>\n<p>Di awal babak kedua, Gianluca Scamacca nyaris menyamakan kedudukan lewat tembakan dari luar kotak penalti yang hanya membentur tiang gawang.<\/p>\n<p>Namun, justru Udinese menggandakan keunggulan pada menit ke-60 melalui Keinan Davis.<\/p>\n<p>Dalam situasi kemelut di depan gawang, Davis sukses melewati hadangan Sead Kolasinac dan melepaskan tembakan melengkung yang menaklukkan Marco Carnesecchi.<\/p>\n<p>Menanggapi kondisi tertinggal dua gol, pelatih Atalanta Raffaele Palladino mengubah formasi menjadi 4-4-2.<\/p>\n<p>Perubahan ini membuahkan hasil cepat. Nicola Zalewski mengirimkan umpan silang akurat yang disambut sundulan Scamacca dari jarak dekat untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.<\/p>\n<p>Lima menit berselang, kiper Udinese Maduka Okoye melakukan kesalahan saat mencoba membuang bola di bawah tekanan.<\/p>\n<p>Bola berhasil direbut, dan meskipun tembakan Lazar Samardzic sempat ditepis, bola muntah langsung disundul kembali oleh Scamacca untuk mencetak gol kedua sekaligus menyamakan skor menjadi 2-2.<\/p>\n<h2>Momen Kontroversial di Akhir Laga<\/h2>\n<p>Pertandingan berjalan intens hingga menit akhir. Atalanta berupaya membalikkan keadaan melalui peluang Nikola Krstovic, namun tembakannya masih bisa diamankan Okoye.<\/p>\n<p>Sementara itu, Udinese hampir mencuri kemenangan lewat tendangan keras Arthur Atta yang membentur mistar gawang.<\/p>\n<p>Drama terjadi di penghujung laga ketika wasit meniup peluit akhir tepat saat Atalanta hendak melakukan sepak pojok terakhir.<\/p>\n<p>Keputusan ini memicu protes keras dari kubu tuan rumah.<\/p>\n<p>Pelatih Raffaele Palladino terlihat emosional dan langsung mendatangi ofisial keempat untuk mempertanyakan keputusan wasit terkait sisa waktu pertandingan.<\/p>\n<h2>Kondisi Terkini Tim<\/h2>\n<p>Atalanta menjalani laga ini dalam kondisi fisik yang terkuras.<\/p>\n<p>Beberapa pemain kunci seperti Ederson dan Giorgio Scalvini mengalami kesulitan, sementara Charles De Ketelaere belum pulih dari cedera.<\/p>\n<p>Giacomo Raspadori sudah kembali ke bangku cadangan, namun belum diturunkan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Udinese tampil percaya diri usai kemenangan 3-0 atas Fiorentina pada laga sebelumnya.<\/p>\n<p>Meski kehilangan pemain kunci seperti Oumar Solet dan Nicol\u00f2 Bertola, mereka memberikan kesempatan debut kepada Branimir Mlacic.<\/p>\n<p>Hasil imbang ini membuat kedua tim berbagi satu poin.<\/p>\n<p>Atalanta tetap menjaga peluang untuk bersaing di empat besar klasemen Serie A, sementara Udinese berusaha memperbaiki posisi mereka di papan tengah <a href=\"https:\/\/cahaya.co\/liga-italia\/\">Liga Italia<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gianluca Scamacca mencetak dua gol untuk menyelamatkan Atalanta BC dari kekalahan setelah bermain imbang 2-2 melawan Udinese Calcio.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5659,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,155],"tags":[307,158,237,382],"class_list":["post-5652","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sepakbola","category-serie-a","tag-atalanta","tag-liga-italia","tag-serie-a","tag-udinese"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5652","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5652"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5652\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5661,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5652\/revisions\/5661"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}