{"id":4911,"date":"2026-02-21T17:20:44","date_gmt":"2026-02-21T17:20:44","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=4911"},"modified":"2026-02-22T10:16:51","modified_gmt":"2026-02-22T10:16:51","slug":"remaja-di-sukabumi-tewas-diduga-dianiaya-ibu-tiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/2026\/02\/21\/remaja-di-sukabumi-tewas-diduga-dianiaya-ibu-tiri\/","title":{"rendered":"Remaja di Sukabumi Tewas, Diduga Dianiaya Ibu Tiri"},"content":{"rendered":"<p>Seorang remaja berinisial NS (12) asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia pada Kamis sore (19\/2) usai menjalani perawatan intensif di RSUD Jampangkulon.<\/p>\n<p>Korban meninggal setelah mengalami luka bakar dan lebam di sekujur tubuhnya. Dugaan penganiayaan oleh ibu tiri mencuat setelah NS sempat mengungkapkan bahwa dirinya dipaksa meminum air panas oleh pelaku.<\/p>\n<p>Kejadian bermula saat ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), dihubungi istrinya yang mengabarkan kondisi NS sedang sakit pada malam tarawih pertama Ramadan. Anwar kemudian pulang dari tempat kerjanya di Kota Sukabumi.<\/p>\n<p>\u201cNah, saya pulang karena ada telepon. Pulang ya uih, (NS) teu damang, terus mengelantur, panas,\u201d ungkap Anwar saat ditemui di RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi, Jumat (20\/2).<\/p>\n<p>Setibanya di rumah, Anwar mendapati kondisi NS sangat memprihatinkan dengan kulit melepuh di beberapa bagian tubuh.<\/p>\n<p>\u201cSaya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sang istri sempat menyebut bahwa luka tersebut akibat demam tinggi.<\/p>\n<p>Namun, NS kemudian mengaku kepada ayah dan kakek angkatnya bahwa dirinya dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya.<\/p>\n<p>Pengakuan tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.<\/p>\n<h2>Korban Akui Dianiaya Ibu Tiri<\/h2>\n<p>Pada Kamis pagi (19\/2), NS dibawa ke RSUD Jampangkulon sekitar pukul 08.00 WIB dalam kondisi kritis.<\/p>\n<p>Di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), korban mengungkapkan kepada keluarganya bahwa dirinya mengalami kekerasan dari ibu tirinya.<\/p>\n<p>Pernyataan ini disampaikan langsung di hadapan sang ayah dan kerabat lainnya.<\/p>\n<p>\u201cDitanyalah ini anak, ya ngaku, dikasih minum air panas. Jawabnya itu di ruang IGD,\u201d jelas Anwar.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh Isep, kerabat korban, yang turut merekam pengakuan NS.<\/p>\n<p>\u201cDia menjelaskan bahwa itu (diduga dilakukan) sama mama, ya sama mamanya. Saya tidak mengada-ada, itu ucapan almarhum,\u201d kata Isep.<\/p>\n<p>Setelah beberapa jam dirawat di IGD dan dipindahkan ke ruang ICU, NS dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.00 WIB, Kamis (19\/2).<\/p>\n<p>Jenazahnya kemudian dibawa ke RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi untuk menjalani proses autopsi selama tiga jam.<\/p>\n<h2>Hasil Autopsi<\/h2>\n<p>Hasil autopsi menunjukkan bahwa tubuh NS mengalami luka bakar luas, mencakup lengan, kaki, paha, punggung, serta area bibir dan hidung.<\/p>\n<p>\u201cDitemukan anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak, di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung. Luka bakar juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena panas,\u201d ujar Kepala RS Bhayangkara, Kombes Pol dr. Carles Siagian, Sabtu (21\/2).<\/p>\n<p>Namun demikian, pihak rumah sakit menyatakan belum dapat menyimpulkan secara pasti apakah luka-luka tersebut merupakan akibat dari tindakan penganiayaan.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyebut bahwa luka-luka yang ditemukan secara teori tidak serta-merta menyebabkan kematian.<\/p>\n<p>Untuk memastikan penyebab pasti kematian, tim forensik telah mengambil sampel organ jantung dan paru-paru NS yang kemudian dikirim ke laboratorium di Jakarta.<\/p>\n<p>Kepolisian melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi, AKP Hartono, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan tengah mendalami kasus ini.<\/p>\n<p>\u201cDilakukan autopsi untuk memastikan dugaan yang berkembang, termasuk (dugaan) kekerasan dalam rumah tangga,\u201d jelas Hartono.<\/p>\n<p>\u201cMohon waktu, kita masih menunggu hasil autopsi. Untuk penanganan, kita sudah menerima laporan dari keluarga almarhum NS,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h2>Ibu Tiri Pernah Lakukan Kekerasan<\/h2>\n<p>Anwar mengungkapkan bahwa dugaan kekerasan terhadap NS bukan yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2025, ia pernah melaporkan ibu tiri NS ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi karena melakukan pemukulan terhadap anaknya dengan benda tumpul.<\/p>\n<p>Namun, laporan tersebut tidak dilanjutkan setelah ibu tiri NS bersujud dan berjanji akan bertaubat.<\/p>\n<p>\u201cPesan saya buat teman-teman di luar sana, serusak apa pun rumah tangga kalian, pertahankan. Jangan sampai anak kalian diasuh oleh ibu tiri,\u201d ujar Anwar.<\/p>\n<h2>Video Korban Viral<\/h2>\n<p>Rekaman video kondisi NS sebelum meninggal dunia pertama kali diunggah oleh akun TikTok @radarsumedang.<\/p>\n<p>Dalam video tersebut terlihat wajah NS dalam kondisi lebam, kedua matanya membiru, dan terdapat luka terbuka di paha yang menyerupai bekas siraman air panas.<\/p>\n<p>Narasi dalam video menyebutkan bahwa korban sempat dipukuli dan dipaksa meminum air mendidih oleh ibu tirinya.<\/p>\n<p>Video ini memicu perhatian luas di media sosial dan mendorong pihak kepolisian untuk mempercepat proses penyelidikan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Remaja 12 tahun di Sukabumi meninggal dunia usai alami luka bakar dan lebam. Korban diduga dianiaya ibu tiri.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4935,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[153],"tags":[137,134,135,136,133],"class_list":["post-4911","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-ibu-tiri","tag-jawa-barat","tag-penganiayaan","tag-remaja","tag-sukabumi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4911","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4911"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4911\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4936,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4911\/revisions\/4936"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4911"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4911"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahaya.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4911"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}