Indeks Keamanan Siber Indonesia Kalah Dengan Malaysia dan Thailand

Indeks Keamanan Siber Indonesia masuk di peringkat 77 dari 160 negara didunia, Kalah dari Malaysia dan Thailand

Indeks Keamanan Siber Indonesia Kalah Dengan Malaysia dan Thailand
Gambar dilansir dari : crypto-france.com

Cahaya.co - Melihat kondisi keamanan siber Indonesia tentu saja sangat memprihatinkan, bukan hanya tergambar pada banyaknya kasus kebocoran data penduduk, namun juga indeks yang kalah dari Malaysia dan Thailand.

Menurut laman National Cyber Security Index (NSCI), Indonesia berada pada peringkat 77 dari 160 negara di dunia. Tercatat memiliki skor 38,96, dan merupakan angka yang sangat jauh dibawah sejumlah negara Asia Tenggara lainnya.

Melihat Singapura yang berada pada peringkat 16 dengan skor indeks mencapai 80,52 dan mampu menjadi negara paling aman dalam keamanan siber di Asia Tenggara. Bahkan negara kecil ini lebih unggul dari pada Amerika Serikat yang berada di posisi 17.

Tidak usah jauh-jauh, melihat Malaysia yang berada diposisi 22 dengan skor 72,73, Thailand posisi 32 dengan skor 63,64.

Meskipun begitu, masih ada negara Asia Tenggara yang berada di peringkat dibawah Indonesia, seperti Vietnam pada posisi 80, Brunei Darussalam 84 dan Myanmar peringkat 139.

Sementara untuk peringkat lima teratas masih dipegang oleh negara Eropa, yaitu Yunani yang menjadi peringkat pertama dengan skor 96,10. tak heran jika menjadi negara paling aman dalam keamanan siber.

Negara-negara di benua Eropa dianggap sangat peduli dengan perlindungan data pengguna, terlebih dalam keamanan siber. Sedangkan Indonesia terbilang masih berada di peringkat 77 dari 160 Negara didunia.

Banyak sekali insiden kebocoran data yang terjadi di negeri ini dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2020 saja, sebanyak 91 juta data pengguna Tokopedia bocor dan bahkan dijual. Tak lama dari itu, ada sekitar 2,3 juta data pemilih Indonesia bocor di forum hacker. Gilanya lagi, penjual mengaku mendapatkan data secara resmi dari KPU.

Tak lama beranjak di tahun 2021, kebocoran pun terjadi pada pengguna BPJS dan terjual di forum hacker. Diketahui data yang dijual sebanyak 279 juta pengguna.

Sangat tak masuk akal lagi, kebocoran pun juga menimpa Presiden Jokowi. Pada Jumat (3/9) sertifikat vaksin kedua milik RI-1 bocor di jagat maya.

Hal ini tentu menjadi kekhawatiran masyarakat bila keamanan siber Indonesia masih perlu dibenahi