Imbas Invasi ke Ukraina, Jepang Usir 8 Diplomat Rusia

Imbas Invasi ke Ukraina, Jepang Usir 8 Diplomat Rusia
Imbas Invasi ke Ukraina, Jepang Usir 8 Diplomat Rusia. Gambar : MANDEL NGAN / AFP

Cahaya.co - Delapan perwakilan Rusia yang ada di Jepang, baru – baru ini telah diusir. Beberapa orang tersebut disebut – sebut bertugas sebagai pejabat di kantor perwakilan perdagangan dan pejabat di kantor Kedutaan Besar Rusia.

Dikutip dari unggahan media NHK pada hari Jumat, 8 April 2022, pengusiran sejumlah orang perwakilan Rusia diumumkan langsung oleh pihak Kementerian Luar Negeri Jepang. Ono Hikariko (Sekretaris Pers) mengungkapkan bahwa Mori Takeo (Wakil Menteri Luar Negeri Jepang) sebelumnya diketahui telah memanggil Mikhail Galuzin (Duta Besar Rusia) sehari sebelum pengumuman di publikasikan oleh Kementerian Luar Negeri Jepang.

Mori berkata langsung kepada Galuzin bahwa tindakan pembunuhan yang dilakukan dengan sasaran warga sipil di wilayah Ukraina bisa disebut sebagai pelanggaran berat hukum Internasional HAM.

Mori menyebutkan kepada Rusia, bahwa kejahatan perang yang dilakukan kepada Ukraina memang sulit untuk bisa mendapatkan toleransi. Mori pun menjadi mengecam tindakan dari Rusia dan mengajukan tuntutan untuk segera melakukan penarikan terhadap semua bala tentara dari wilayah Ukraina.

Dalam keterangan yang diberikan oleh Ono Hikariko (Sekretaris Pers), ia tidak memberikan penjelasan detail terkait dengan hengkangnya para perwakilan Rusia yang berada di Jepang untuk kembali ke Rusia. Namun untuk menindaklanjuti perintah hengkangnya perwakilan Rusia, pemerintah Jepang memberikan toleransi waktu untuk berkemas.

Saat ada pihak yang bertanya langsung, terkait dengan adanya dampak langsung terhadap warga Jepang setelah mengusir perwakilan Rusia dari Jepang, Ono Hikariko (Sekretaris Pers) pun tak mau memberikan tanggapannya lebih lanjut.

Namun Ono Hikariko (Sekretaris Pers) menegaskan, bahwa pemerintah dan Kementerian Luar Negeri Jepang akan berusaha keras untuk memberikan perlindungan kepada setiap warga negaranya dan memastikan keamanan bisnis yang diselenggarakan di Rusia.

Maria Zakharova (Jubir Kementerian Luar Negeri Rusia) menjelaskan, bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan menyampaikan jawaban yang tepat untuk menindaklanjuti keputusan yang diambil oleh pihak pemerintah Jepang. Pesan ini disampaikan langsung kepada kantor berita negara.

Sebelum kejadian pengusiran wakil diplomat Rusia dari Jepang, ternyata beberapa negara di Eropa juga sudah melakukan hal serupa. Pada hari Senin, 4 April 2022, Prancis mempunyai rencana untuk segera mengusir setidaknya 35 perwakilan Rusia dari negaranya.

Selanjutnya, di hari yang sama, Lithuania dan Jerman mengambil keputusan yang sama. Jerman telah berupaya untuk mengusir 40 perwakilan Rusia dari negaranya.