"First Media Lemot" Jadi Trending Di Internet, Ini Penyebabnya

Sempat jadi trending "First Media Lemot", Pihak First Media mengkonfirmasi adanya gangguan

"First Media Lemot" Jadi Trending Di Internet, Ini Penyebabnya
Gambar dilansir dari : Indotelko.com

Cahaya.co - Sempat menjadi bahan pembicaraan dalam dunia maya, provider internet First Media mengalami gangguan. Banyak dari penggunanya yang berkeluh kesah karena jaringan lemot dan banyak gangguan. 

Sejak Senin (5/4) gangguan ini telah menjadi sorotan untuk banyak pengguna media twitter. Bahkan menjadi trending topic pada Senin siang. 

Banyak dari pengguna provider ini mengungkapkan keluhan, sehingga keyword First Media menjadi trending di Twitter. Paling tidak hingga pukul 17.00 WIB sudah ada lebih dari 11.300 tweet yang menggunakan kata kunci tersebut. 

Tak heran jika gangguan ini menjadi bahan komentar para netizen. Pasalnya sinyal menjadi bagian dari kebutuhan untuk hidup saat ini. 

Jika dilihat kembali, banyak sekali komentar dan opini yang terlontar di twitter adalah keluhan. Sudah tak heran lagi, warga Indonesia tentu akan jadi nomor satu untuk bagian sambat. 

Namun ada pula yang mengutarakan keluhan dengan tanggung jawab, karena tak sedikit yang menyertakan bukti screenshot saat mengalami gangguan internet. 

Mungkin saja banyak yang pekerjaannya terganggu, atau bisa saja bahan untuk menjadi netizen pedas Indonesia jadi berkurang. Tapi kenapa gangguan ini bisa terjadi?

Menanggapi banyaknya keluhan yang dikirimkan oleh para pengguna, First Media angkat bicara. Pihaknya mengatakan bahwa gangguan jaringan ini terjadi karena putusnya sistem komunikasi kabel bawah laut. 

Gambar dilansir dari : inet.detik.com

“Kami informasikan bahwa saat ini sedang terjadi gangguan sistem komunikasi kabel bawah laut, yang digunakan oleh LinkNet dan juga beberapa provider lainnya,” tulis pihak First Media pada akun twitternya. 

Dari terputusnya kabel tersebut, tak hanya First Media yang terkena dampak, melainkan provider lain juga. Jadi jika provider menggunakan jaringan kabel laut, maka pasti akan terjadi gangguan yang sama. 

Perlu diketahui, bahwa komunikasi kabel bawah laut merupakan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jakabare (Jakarta, Kalimantan, Batam dan Singapura). 

Sama halnya dengan mana, sistem kabel fiber optic ini menghubungkan kota Jakarta, Pontianak, Batam dan juga Singapura dengan panjang 1.300 kilometer. 

SKKL yang berguna untuk sistem cadangan dalam pengantisipasian jaringan existing dengan kapasitas bandwidth 80 Gbps ini dilaporkan terputus pada Senin (5/4). 

Sumber: urbanasia.com

Dilain sisi Indosat Ooredoo selaku pemilik SKKL Jakabare juga mengkonfirmasi kabel laut yang terputus tersebut terletak di area daratan Changi, Singapura. Disebabkan karena adanya sinkhole (tanah amblas) di area daratan Singapura. 

Untuk saat ini tim operasional telah berusaha untuk mengembalikan sambungan menjadi normal kembali. Jika dilihat dari pengerjaan dengan intensif maka bisa diperkirakan akan kembali normal dalam waktu 2x24 jam. 

Maka dari itu untuk para pengguna provider tersebut wajib bersabar jika masih ada gangguan. Tentu saja proses perbaikan masih berlanjut hingga internet berjalan dengan normal kembali.